Banyak orang ingin tahu cara diet cepat, karena melihat proses transformasi orang-orang yang berhasil. Apakah sebenarnya itu mungkin? Tentu saja sangat mungkin.

Namun sebelum itu, kita perlu memahami bahwa tubuh punya polanya sendiri. Keliru bila kita berpikir diet cepat bisa kita target dalam waktu tertentu yang sama dengan orang-orang tersebut. Sebenarnya hal tersebut bergantung dari daya metabolisme masing-masing individu.

Orang dengan metabolisme lambat, progres dietnya akan berbeda dengan mereka yang memiliki metabolisme jauh lebih bagus dan cepat. Hal ini bisa terjadi karena faktor kebiasaan atau keturunan. Namun dengan mengetahui hal ini, niat ingin turun berat badan janganlah pudar. Kita masih bisa mengusahakannya.

Luruskan dulu pikiran menurunkan berat badan, ingin langsing dan sejenisnya. Perbaiki ke arah ingin memperbaiki pola makan dan olahraga agar lebih sehat. Selanjutnya, coba beberapa cara berikut ini:

Cara diet cepat dengan konsultasi ke ahli gizi

ilustrasi konsultasi dokter
Sumber gambar

Mungkin terkesan ribet ya harus mengunjungi ahli gizi, namun seringnya orang gagal memang karena tidak tahu anjuran gizi yang tepat bagi mereka. Ahli gizi atau nutrisionis bisa menjadi kunci awal, ibarat kita akan melakukan tindakan pengobatan, maka perlu mengetahui latar belakang, permasalahan dan kebutuhannya.

Dengan mendapatkan saran kesehatan dari ahli gizi, kita bisa menerapkan pola makan dan asupan yang lebih sesuai dengan kondisi dan metabolisme tubuh. Jadi, tidak sekedar mengikuti diet yang orang lain lakukan.

Mulai dengan menimbang apa yang kita makan

Unduh aplikasi penghitung kalori dan mulai takar apa-apa yang kita konsumsi. Baik itu makanan jadi atau bahan makanan yang akan kita olah sendiri. Sangat penting untuk menakar dan memasak sendiri, karena bisa membatasi elemen penting seperti lemak, karbo, gula dan garam.

Nantinya, kita akan terbiasa untuk melakukan hal ini dalam konsumsi makanan sehari-hari. Manfaatnya juga bisa terasa, antara lain terlihat dari hasil timbangan, di samping itu juga meningkatkan variasi makanan yang kita konsumsi.

Cara diet cepat dengan puasa

ilustrasi puasa
Sumber gambar

Awal diet biasanya akan sedikit kerepotan. Bila ingin yang praktis, coba metode puasa untuk membiasakan diri. Sahur pada dini hari, berhenti makan lepas imsak/subuh. Kemudian berbuka setelah memasuki petang hari atau waktu maghrib. Sebaiknya tidak setiap hari, namun ada jeda dan bisa kita lakukan secara rutin. Selain jenis puasa di atas, kita juga bisa mencoba metode intermittent fasting.

Kunci dari berpuasa adalah makan minum sahur secukupnya dan berbuka secukupnya pula. Kekeliruan yang sering terjadi adalah karena sahur atau berbuka yang berlebihan. Jangan takut lapar saat puasa, karena sebenarnya itu adalah mekanisme tubuh yang normal. Puasa juga melatih tubuh untuk mengendalikan jam makan dan minum, serta seberapa banyak yang perlu kita konsumsi. Asal kita lakukan dengan benar, tubuh malah lebih bugar alih alih menjadi lemas.

Beberapa makanan yang baik saat puasa adalah karbohidrat kompleks seperti ubi, singkong, oatmeal atau kurma. Selain itu, konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran sangat membantu pencernaan untuk mengelola energi lebih baik.

Tidak begadang dan tidur min. 6 jam

Tidur lekat dengan stigma bikin gemuk, tapi sebenarnya tidak demikian. Tidur sebenarnya hampir sama dengan puasa, di mana kita tidak makan dan minum selama beberapa jam. Mereka yang sedang menjalani diet, akan mendapatkan saran untuk tidur 6-8 jam.

Setelah menjalani pengaturan pola makan, memenuhi waktu tidur dapat membantu tubuh membakar kalori meski tidak seperti ketika kita berolahraga. Karena itu, biasanya pengukuran berat badan dilakukan pada saat baru bangun tidur dan perut kosong, karena menunjukkan angka bobot tubuh yang sebenarnya.

Beri jeda di antara hari diet

ilustrasi diet
Sumber gambar

Diet berhubungan dengan pikiran, artinya tidak boleh menyiksa diri sampai kita stres olehnya. Sebab nantinya malah menghambat proses metabolisme. Melatih tubuh berbeda dengan menyiksanya. Melatih artinya sudah terprogram dan berjalan secara rutin untuk mencapai hasil, sehingga minim efek samping. Sedangkan kebanyakan diet yang salah membuat pelakunya terforsir. Dengan makan sedikit dan merasa lapar, sehingga kekurangan nutrisi dan menyebabkan penyakit di kemudian hari.

Dalam menjalani pengaturan pola makan dan diet, ada jeda dalam seminggu. Misalnya pada Sabtu Minggu yang identik dengan libur dan waktu bebas. Namun, tetap ada kontrol yang perlu kita pegang. Misalnya dari yang biasanya makan dengan asupan 1200-1400 kalori per hari, khusus hari tersebut kita bisa makan dengan 1500-1600 kalori.

Setelah tekun mengatur makan, mulai olahraga

Pembiasaan mengatur asupan makanan sekitar 30-60 hari, kita bisa mulai variasikan dengan berolahraga. Dalam kurun waktu tersebut, berat badan mungkin sudah menunjukkan penurunan, sehingga kita perlu menjaga kekencangan otot yang mengendur karenanya.

Lakukan olahraga yang sesuai dengan kemampuan. Mulai dengan latihan beban dasar. Meski gerakannya akan terasa monoton, tapi perhatikan gerakannya. Di mana menumpu berat, bagaimana kecepatan gerak dan sejenisnya. Ini menentukan efektivitas olahraga tersebut.

Variasi berikutnya agar tidak bosan, lakukan olahraga kardio. Seperti berenang, jalan kaki atau berlari. Olahraga sangat baik memelihara metabolisme tubuh tetap berjalan. Selain itu juga bisa membantu kita beristirahat lebih baik, percaya diri dan mendapat semangat positif.

Dalam melakukan diet, percayalah pada proses dan progres kita sendiri. Sebab, metabolisme tubuh dan proses setiap individu berbeda, meski sebenarnya tujuannya sama. Selain itu, utamakan menuju sehat, bukan sekedar langsing dan turun berat badan.

BACA JUGA: 7 Cara Mengecilkan Perut Buncit yang Efektif

Dengan menuju sehat, kita sedang berinvestasi pada kesehatan luar dalam, termasuk bentuk tubuh yang merupakan penampilan luar. dan kondisi di dalamnya yang terdiri dari psikis serta kesehatan organ dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *