Menemukan cara mencegah kehamilan adalah hal yang lumrah. Pada dasarnya memiliki anak memang membutuhkan kesiapan dan pertimbangan yang matang. Oleh karena itu banyak pasangan yang belum siap, akan memilih untuk menunda program tersebut.

Umumnya hal ini terjadi pada pasangan muda yang baru menikah, atau mereka yang sudah cukup dengan dua hingga tiga anak. Menambah anggota baru tentu menimbulkan agenda yang perlu kita pikirkan, seperti waktu mengurus anak, biaya hidup, pendidikan, kesehatan dan masih banyak lagi.

Namun demikian, hubungan intim antara suami istri juga perlu tetap berjalan. Agar tidak ‘kecolongan’ ada beberapa cara atau langkah yang dapat kita lakukan dengan aman dan tanpa efek samping. Dengan demikian, keharmonisan pasangan bisa tetap terjaga.

Mengenali tanggal masa subur

ilustrasi masa subur
Sumber gambar

Perempuan mengalami ovulasi atau masa subur. Jaraknya adalah 12 hari hingga 2 pekan sejak hari pertama menstruasi. Lebih mudah bila kita memiliki kalender penghitung tanggal menstruasi yang bisa menunjukkan atau memberikan perkiraan masa subur, datang bulan dan PMS.

Intinya, pasangan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim pada periode ovulasi tersebut. Tentunya kita bisa memilih waktu lain dari 12 hingga 14 hari tersebut dan di luar masa haid. Namun demikian, metode ini agak sulit pada mereka yang memiliki jadwal menstruasi tak menentu. Sebab pada beberapa perempuan, mereka bisa mengalami 2 kali menstruasi dalam satu bulan. Oleh sebab itu, pastikan juga kondisi kita memungkinkan dengan berkonsultasi dulu pada dokter spesialis ahlinya.

Memakai kondom

Kondom menjadi pelindung dari adanya risiko penyakit menular seksual. Selain itu, penggunaan pengaman saat berhubungan intim juga bisa menjadi cara yang baik untuk mencegah kehamilan. Tapi pastikan bahwa ukuran, fungsi, peruntukan dan pemakaiannya sesuai aturan. Sebab meski menggunakan kondom, terkadang masih bisa menyebabkan kehamilan karena tidak lolos dari faktor tersebut.

Mengonsumsi makanan bisa jadi cara mencegah kehamilan

ilustrasi nanas
Sumber gambar

Salah satu metode yang alami dan aman adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan yang bisa mencegah kehamilan. Namun ada beberapa aturan untuk bisa membuat hasilnya optimal. Misalnya juniper berries atau kala jamun yang harus kita konsumsi beberapa hari tanpa absen setelah melakukan sesi hubungan intim. Hal yang sama bisa kita lakukan dengan buah nanas.

Konsumsi vitamin C dosis tinggi (sekitar 1000 mg) selama beberapa hari setelah bercinta, bisa mencegah konsepsi atas hormon progesteron. Dengan demikian juga secara alami dan aman menunda kehamilan. Namun hati-hati dengan vitamin C bentuk suplemen dengan dosis besar seperti ini bagi mereka yang memiliki masalah dengan lambung.

Lakukan ejakulasi di luar Miss V

Teknik ini disebut juga senggama terputus. Di mana pria segera mengeluarkan Mr. P dari vagina menjelang puncak ejakulasi. Metode ini bisa jadi efektif dan bisa juga tidak. Sebab masih ada potensi di mana sebelumnya penis sudah mengalami pre-cum atau mengeluarkan cairan sperma lebih dulu di ujung.

Bila tidak yakin dengan perhitungan sendiri, sebaiknya tidak melakukan teknik ini dan memilih menggunakan kondom. Sebab penelitian sendiri mengemukakan bahwa level ‘kecolongan’ dari teknik ini adalah 4 dari 100 perempuan tidak berhasil menunda kehamilan. Selain perhitungan perkiraan waktu, juga memerlukan pengendalian diri dari sisi laki laki saat melakukan hubungan intim.

Ekstrak biji buah pepaya

Selain makanan, kita juga bisa mengonsumsi beberapa jenis ekstrak herbal. Salah satunya adalah ekstrak biji buah pepaya. Sebelumnya, banyak yang meyakini buah pepaya bisa memberikan dampak ini, tetapi ternyata hal tersebut cenderung menjadi mitos. Lain halnya dengan biji pepaya yang memang terbukti mencegah terjadinya pembuahan.

Hal ini juga mendapat dukungan penelitian di tahun 2021 yang ada dalam JBRA Assisted Reproduction. Dalam penelitian tersebut berhasil membuktikan efek anti implantasi dan anti fertilitas dari air biji pepaya. Sebab ramuan ini bisa mencegah atau menghambat penempelan fetus pada uterus.

Penggunaan IUD cara mencegah kehamilan

ilustrasi kontrasepsi
Sumber gambar

Metode berikutnya adalah yang cukup sering dilakukan yaitu penggunaan IUD atau intrauterine device. Benda ini tergolong sebagai alat kontrasepsi dengan bentuk menyerupai huruf T. Untuk menggunakannya, perlu menggunakan bantuan tenaga medis memasukkan alat tersebut ke dalam rahim.

Tujuan menggunakan intrauterine device atau IUD ini adalah mencegah masuknya sel telur sehingga tidak ada pembuahan oleh sperma di dalam rahim, Efektivitas alat ini cukup tinggi dan bisa kita gunakan hingga 10 tahun lamanya. Bila memiliki keinginan untuk melakukan program hamil kembali, kita bisa melepaskan alat tersebut dengan bantuan tenaga kesehatan di faskes terdekat.

Konsumsi pil KB

Cara berikutnya adalah konsumsi pil KB yang juga cukup umum menjadi cara aman mencegah kehamilan. Sama halnya dengan IUD, pil ini juga merupakan kontrasepsi. Namun, ada aturan pakai tertentu yang sebaiknya kita konsultasikan dengan dokter kandungan. Sebab ketika melewatkan jadwal minumnya atau kurang sesuai dengan resep dan dosis yang ada, maka bisa meningkatkan potensi kehamilan.

Pil KB dapat menghentikan penebalan lapisan rahim, menghambat atau menghentikan ovulasi, mengentalkan lendir di serviks, serta menghambat pembuahan sel telur oleh sperma. Selain untuk kontrasepsi, pil KB sendiri juga dapat menjadi salah satu solusi permasalahan hormonal lainnya.

Operasi steril

Cara berikutnya yang tidak hanya mencegah kehamilan sementara, tetapi juga permanen adalah tindakan vasektomi dan ligasi tuba. Kedua tindakan ini merupakan jenis operasi steril pada pria dan wanita.

Pada pria, vasektomi ialah memotong vas deferens yang biasanya menjadi carrier sperma dari testis. Dengan metode ini, nantinya ejakulasi hanya keluar berupa air mani yang tidak ada kandungan sperma.

Sedangkan ligasi tuba adalah tindakan penutupan saluran tuba falopi atau sel telur dengan tujuan menghalangi masuknya sel telur ke dalam rahim. Secara teknis tindakan ini dengan memotong dan mengikat atau menutup saluran tuba falopi tersebut.

Konsumsi ramuan tradisional

Hal ini bisa berbeda-beda antar daerah. Namun ramuan tradisional yang mengandung beberapa bahan seperti jahe atau rempah dan herbal lainnya, bisa membantu secara alami mengurangi potensi kehamilan. Meski demikian sebaiknya tidak lupa untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Sebab selain menanyakan efektivitasnya, kita perlu lebih dulu mengetahui kondisi tubuh dan risiko yang mungkin muncul dari teknik ini. Meskipun ramuan tradisional pada dasarnya tidak banyak menyebabkan efek samping.

Posisi bercinta tertentu

Berikutnya adalah memilih posisi hubungan intim yang cenderung tidak menyebabkan kehamilan. Meski demikian, sebaiknya tetap backup dengan menggunakan kondom. Kedua cara ini ada kemungkinan lebih besar untuk pembuahan tidak berhasil karena posisinya dan perlindungan dari alat kontrasepsi yang kita gunakan.

BACA JUGA: 5 Tanda-tanda Kehamilan di Minggu Pertama yang Perlu Diketahui Para Pasutri

Itulah beberapa cara mencegah kehamilan. Dari yang alami hingga melakukan tindakan dengan bantuan medis. Sesuaikan tujuan dan keputusan dengan kebutuhan bersama pasangan. Sebab memiliki anak lagi memang membutuhkan pertimbangan dan kesiapan yang matang di berbagai aspek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *