Merasa buncit dan sering tidak produktif? Barangkali mulai perlu mencari cara mengecilkan perut. Karena perut buncit sebenarnya merupakan awal munculnya penyakit-penyakit dan tanda adanya kelambatan dalam metabolisme. 

Secara umum, perut buncit dan kondisi badan keseluruhan yang terlihat baik-baik saja, sebenarnya sudah menunjukkan adanya potensi obesitas atau kelebihan berat badan. Biasanya hal ini terjadi karena gaya hidup yang mendukung penumpukan energi. Seperti jarang olahraga, kurang gerak, asupan kalori dan gula berlebih, dan begadang. 

Kabar baiknya, hal ini masih bisa kita atasi. Selagi menyadari kondisi ini lebih dini, maka akan lebih segera pula kita mulai menyelamatkan kesehatan kita secara keseluruhan. 

Memahami konsep cara mengecilkan perut

Ilustrasi menimbang berat badan ideal
[Sumber gambar]
Perut buncit atau badan yang sudah gemuk dalam waktu lama, untuk bisa mengelola hingga ke kondisi ideal tentunya membutuhkan waktu dan proses yang panjang pula. Promosi program diet dan suplemen kesehatan masa kini, menggunakan before-after yang sering membuat kita tergiur ingin langsing dalam waktu cepat. 

Padahal, ada beberapa hal yang membedakan proses setiap orang. Mulai dari usia, karakter metabolismenya, cara yang mereka lakukan dan sebagainya. Area yang biasanya lebih lama susut dalam diet atau program pengelolaan berat badan, adalah perut, pinggul dan punggung belakang. Pinggang mungkin bisa menyusut, tapi lemak perut bisa bertahan lebih lama. 

Cara mengecilkan perut dengan membatasi kalori masuk

Penataan asupan makanan harian atau yang kita sering dengar sebagai diet, adalah kunci utama. Kita perlu membuat meal plan atau rencana makan dalam sehari hingga sepekan. Kemudian kita ulangi hingga 30 hari. Cara ini membuat tubuh lebih beradaptasi dengan gaya makan kita. 

Selanjutnya di 30 hari berikutnya, kita melanjutkan kebiasaan ini. Biasanya dalam 30 hari saja, bila kita melakukan dengan benar (mengikuti aturan makan, minum, istirahat dan mengukur secara rutin) akan nampak perubahan yang cukup signifikan. 

Namun, perubahan ini bisa naik turun, karena kebiasaan kita masih temporer. Dan di fase ini, biasanya orang-orang mulai merasa mencapai target. Sebenarnya belum, ya. Kita perlu melakukan rutinitas ini setidaknya sampai 90 hari, untuk benar-benar menjadikannya bagian dari gaya hidup, sehingga hasil yang kita capai bisa lebih stabil dan tidak naik turun seperti yo-yo. 

Menambahkan olahraga

Olahraga dapat mengecilkan perut buncit
[Sumber gambar]
Program olahraga adalah tambahan yang biasanya mulai diselipkan di bulan kedua dan seterusnya. Karena, setelah penurunan berat badan, biasanya otot dan kulit bisa menjadi kendur. Nah, olahraga inilah yang membantu kita mengencangkan badan sekaligus melatih metabolisme lebih stabil. Hal ini bisa kita bedakan dari jenis olahraganya. 

Ada olahraga kardio dan latihan beban. Kardio biasanya berhubungan dengan ritme seperti jalan cepat, jogging, senam atau aerobik. Olahraga jenis ini membantu kita melatih metabolisme, melatih otot jantung dan menggerakkan seluruh anggota tubuh. 

Latihan beban bertujuan membentuk massa otot. Termasuk kita bisa melakukan plank, sit up, push up dan latihan menggunakan alat bantu fitness. Lemak yang menumpuk jadi bahan bakar kita untuk mendapatkan otot kencang, atau bahkan terbentuk. Pada olahraga ini kita bisa mengkombinasikan antara otot lengan, otot kaki, otot perut sehingga tubuh menjadi ideal. 

Membatasi konsumsi gula dan gorengan

Penyebab kalori tinggi di dalam asupan kita adalah kedua jenis makanan ini. Di samping aneka makanan berlemak, makanan dengan kandungan gula, garam dan minyak yang tinggi dan rutin, berpotensi menumpuk di tubuh kita. Paling mudah terlihat pada lengan dan perut. Bila kita bisa melakukan pembatasan konsumsi gula dan minyak ini sejak minggu-minggu pertama, maka dapat membentuk kebiasaan hingga seterusnya dan memudahkan perut mengecil. 

Memenuhi kebutuhan air putih dan serat

Ilustrasi jus buah sehat untuk mengecilkan lingkar perut
[Sumber gambar]
Banyak orang bercita-cita menurunkan lingkar perut mereka, tapi sulit minum air putih, makan buah dan sayur. Air putih membantu tubuh bermetabolisme dan tidak lemas selama kita berusaha mengelola berat badan dengan diet atau olahraga. Selain itu dengan kandungannya yang netral, dapat membantu meluruhkan racun-racun yang tak kita sadari masuk ke dalam tubuh. 

Buah dan sayur juga demikian. Sebenarnya, kandungan vitamin dan mineral terbaik itu ada pada makanan alami. Suplemen juga baik, tapi belum tentu mengandung enzim lengkap yang ada dalam buah dan sayur. Pencernaan kita sebenarnya lebih sesuai dengan makanan asli seperti buah, sayur, juga protein yang kita masak sendiri. Enzim, vitamin, mineral yang berkualitas, membantu proses metabolisme dan membuat pengelolaan berat badan kita lebih sehat. 

Cara mengecilkan perut dengan puasa

Sudah menata pola makan, apa perlu puasa juga? Kenapa tidak? Dalam beberapa program diet atau olahraga, biasanya ada metode cepat yang bisa membantu penurunan berat badan. Nah, dalam pola makan juga ada, yaitu dengan puasa. 

Puasa dengan cara benar dan tidak berlebihan, dapat membantu menstabilkan kondisi tubuh seperti gula darah, kolesterol hingga asam urat. Jangan salah, tubuh yang kelihatannya tidak gemuk-gemuk amat, masih bisa menyimpan permasalahan dari ketiga aspek tersebut. Hal ini karena faktor keturunan atau tren makanan dan minuman, serta kebiasaan hidup masa kini yang membuat siapapun dengan ukuran tubuh apapun bisa mengalami penurunan kualitas kesehatan.  

Mengelola stres

Apa hubungannya? Ada banget lho. Stres membuat seseorang makan lebih banyak atau demotivasi lebih banyak. Semuanya berdampak pada potensi meningkatnya berat badan atau bahkan perut buncit. Apalagi bila stres terjadi di malam hari, membuat kita emotional eating dan langsung berangkat tidur. Kelola stres agar tidak mengganggu produktivitas yang kita jalani. 

Mengecilkan perut dan mengelola berat badan itu bukan menyiksa diri dengan tidak makan. Tapi, mengganti dengan asupan yang lebih baik dan mengatur ritme makannya. Bukan dengan olahraga ekstrem, tapi melakukan variasi olahraga dengan rutin. 

Jika ingin sedikit ‘turbo’ tanpa risiko, lakukan puasa. Walau hanya sepekan sekali atau dua kali, bisa memberikan dampak yang signifikan. Selain beberapa cara di atas, berikan waktu pada diri kita untuk sedikit lebih longgar. Misalnya sepekan sekali, kita bisa makan yang kita suka, asal tidak melewati standar kalori harian. 

BACA JUGA: Tips Mencapai Berat Badan Ideal dan Cara Menghitungnya

Tujuannya agar kita tidak stuck, bosan dan malah stres dengan usaha yang kita lakukan. Semoga sukses dalam usaha mengecilkan perutnya ya. Yang penting, prioritaskan gaya hidup sehat, karena nantinya yang lain akan mengikuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *