Bila sering mendengkur, kita perlu mengetahui cara menghilangkan ngorok. Sebab seperti yang banyak kita ketahui, bahwa kebiasaan ini mungkin adalah gejala kondisi tubuh yang tidak seimbang atau mengarah pada risiko penyakit.

Sebenarnya dengkuran terjadi secara alamiah dan menunjukkan bahwa kita beristirahat dengan pulas. Ngorok juga bukan penyakit serius. Hanya saja, di sisi lain hal ini juga bisa mengganggu bila kita tidur dengan orang lain yang tidak bisa dengar suara dengkuran.

Selain itu, mendengkur juga menjadi salah satu tanda adanya risiko sleep apnea. Di mana seseorang bisa terasa lumpuh dan kadang sulit bernafas dalam tidurnya. Karena itu, ada baiknya kita tetap mewaspadai bakat ngorok yang ada.

Ada beberapa cara yang bisa kita usahakan untuk meminimalisir kebiasaan mendengkur. Cara ini tidak hanya membuat dengkuran berkurang, namun juga memelihara kenyamanan tidur bersama bila kita punya rekan istirahat. Selain itu, juga dapat meminimalisir risiko penyakit. Begini caranya:

Cara menghilangkan ngorok dengan mengubah posisi tidur

ilustrasi gangguan ngorok
Sumber gambar

Kebiasaan mendengkur bisa terjadi akibat posisi tidur tertentu. Salah satunya posisi di mana kepala sejajar dengan tubuh. Kita bisa menggunakan bantal atau bantal khusus anti dengkuran. Dengan alat ini, kita bisa mengurangi efek tekanan yang menyebabkan tidur sambil ngorok.

Atau, bila biasanya posisi kita telentang, coba ke kanan. Bila biasanya di kanan juga bisa mencoba posisi sebaliknya. Hindari tidur telungkup karena bisa membebani tubuh bagian depan.

Melakukan diet dan menurunkan berat badan

Salah satu faktor yang menyebabkan tubuh kita mendengkur saat tidur adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Menumpuknya lemak di beberapa area tubuh, terutama dada dan leher, bisa menyebabkan munculnya bakat ngorok. Bila memang sudah obesitas, tidak ada salahnya untuk mulai menurunkan berat badan secara bertahap.

Misalnya dengan menata pola makan lebih dulu selama 2 minggu, hingga 1 bulan. Cara ini mengajak tubuh terbiasa mengonsumsi makanan dengan kalori yang lebih tertata dan terjadwal. Di bulan kedua, tambahkan olahraga. Metode ini bisa membantu kapasitas pernafasan dan memperlancar metabolisme serta sistem peredaran darah.

Tidak merokok

Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi sistem pernafasan seperti saluran dan selaput hidung, serta paru-paru dan jantung. Hal ini juga menyebabkan potensi untuk sering mendengkur. Bila memungkinkan, kurangi kebiasaan merokok secara bertahap. Selain membantu tubuh untuk menghilangkan efek nikotinnya, berusaha berhenti merokok juga menyamankan udara yang kita hirup bersama-sama.

Memeriksa kelayakan tempat dan alat tidur

ilustrasi cara menghilangkan ngorok
Sumber gambar

Selain bantal, kita juga perlu memperhatikan kontur tempat tidur atau kebersihan kamar dan peralatan tidur. Meski memberikan efek yang tidak langsung, namun bisa menjadi penyebab masalah kesehatan juga bila kita biarkan dalam jangka panjang. Di antaranya adalah penyakit pernafasan bila ada banyak debu, tungau, jamur dan kotoran.

Masalah pernafasan yang mengenai hidung bisa menyebabkan bakat mendengkur terbentuk pada kita. Seperti alergi atau flu yang bisa menimbulkan masalah pada selaput hidung. Bila hal ini terjadi, gunakan alat pembersih hidung yang kini banyak tersedia di apotik.

Jangan lupa juga untuk mengatasi sumber utamanya, yakni dengan membersihkan kamar, tirai, jendela, ventilasi, serta peralatan tidur seperti kasur, bantal, guling dan selimut. Sebab pada lokasi inilah sering ada debu dan tungau yang mengganggu.

Hindari konsumsi obat tidur dan alkohol

Faktor lain yang bisa menyebabkan dengkuran adalah konsumsi alkohol atau obat obatan untuk tidur. Alkohol dan zat sedatif seperti obat tidur bisa mempengaruhi kendurnya otot di tenggorokan, sehingga mengganggu jalan nafas. Bila obat tidur merupakan rekomendasi dari dokter, maka sebaiknya kita menginformasikan tentang kecenderungan mendengkur yang dimiliki.

Cara menghilangkan ngorok dengan terapi medis

ilustrasi terapi medis
Sumber gambar

Selain menggunakan beberapa cara alami seperti di atas, ada metode klinis yang bisa kita aplikasikan. Namun cara ini membutuhkan bantuan dari tenaga medis. Di antaranya adalah terapi Continuous Positive Airway Pressure (CPAP)atau metode laser-assisted uvulopalatoplasty (LAUP).

Kedua cara ini memerlukan observasi atau pemeriksaan terlebih dahulu, kemudian menentukan metode yang tepat untuk diterapkan. Penggunaan metode ini perlu bila kebiasaan ngorok sudah sangat mengganggu dan beberapa cara alamiah di atas tak dapat menanggulangi efeknya, seperti membuat rekan tidur satu kamar/kost atau keluarga yang tidur dengan kita tidak nyaman.

Mengonsumsi teh

Cara berikut ini sebenarnya tidak akan langsung memberikan dampak, namun minuman seperti teh mengandung antioksidan dan bisa membantu melegakan jalan nafas. Hal ini utamanya bila sedang mengalami kondisi yang membuat jalan nafas terganggu. Seperti flu, alergi dan masuk angin. Teh yang bisa kita konsumsi seperti teh jahe atau teh madu.

Dengkuran atau kebiasaan mengorok bisa kita hilangkan, baik dengan metode alamiah atau melalui pemeriksaan lebih dulu dengan dokter THT. Setelah mengetahui permasalahannya, dokter akan mengarahkan pada solusi medis yang tepat, apakah melalui obat-obatan atau terapi seperti metode di atas.

Apakah mendengkur bisa hilang dengan sendirinya? Sebenarnya bila kebiasaan ngorok hilang, kemungkinan adalah karena ada perubahan dengan kualitas tidur dan kesehatan kita. Apakah karena lingkungan tidur sudah lebih bersih kualitas udara dan materialnya, atau ada perubahan gaya hidup yang kita jalani.

BACA JUGA: Anxiety Adalah Gangguan Kecemasan, Begini Penanganannya

Itulah beberapa cara yang bisa dicoba untuk menghilangkan ngorok. Sehingga bukan hanya kita yang jadi lebih sehat, namun orang-orang yang beristirahat bersama kita pun ikut terjaga kualitas tidurnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *