Ingin tahu cara menghitung usia kehamilan? Contek jawabannya di sini.

Bagi pasangan yang sudah menikah, memiliki momongan merupakan salah satu keinginan yang pasti sangat didambakan. Putra dan putri sebagai pelengkap hubungan rumah tangga, sekaligus penerus garis keturunan yang patut mereka banggakan.

Ketika istri akhirnya mengandung, pasangan pasti tak sabar untuk menanti kelahiran si buah hati. Tapi sudah tahu belum, bagaimana cara menghitung usia kehamilan? Ada banyak tujuan seorang wanita bisa tahu cara menghitung usia kehamilan di mana salah satunya adalah untuk persiapan yang lebih baik untuk ibu, ayah, hingga bayi yang ada dalam kandungan.

Konvensional, cara menghitung usia kehamilan paling tren di masyarakat

ilustrasi menghitung konvensional
Sumber gambar

Saat ini, yang masyarakat ketahui tentang cara menghitung usia kehamilan adalah satu patokan khusus. Metode tersebut adalah dengan mengetahui tanggal menstruasi terakhir. Jadi hari pertama haid terakhir (sering juga disebut oleh ahli kandungan sebagai HPHT) merupakan pertanda atau hari awal kehamilan seorang wanita.

Dari awal kehamilan tersebut (HPHT), istri akan menjalani kehamilan selama kurang lebih 280 hari atau 40 minggu. Apakah ini akurat? Melihat dari umumnya penggunaan pedoman ini sebagai metode atau cara menghitung usia kehamilan, kita bisa bilang sepakat meski kenyataannya pembuahan itu mulai terjadi sekitar 11 – 21 hari setelah tanggal HPHT tersebut.

Apa pentingnya mengetahui cara menghitung usia kehamilan? Ternyata sangat krusial, lho. Dengan mengetahui usia kehamilan, Anda bisa memperkirakan kapan waktu kelahiran sang bayi. Bila hari perkiraan lahir sudah ketemu, kira-kira tanggal kelahiran bayi berada di rentang waktu antara dua minggu sebelum dan dua minggu setelah Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Cara menghitung usia kehamilan yang benar

ilustrasi kehamilan
Sumber gambar

Untuk tahu cara menghitung usia kehamilan yang akurat, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.

Menghitung usia kehamilan berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT)

Cara menghitung usia kehamilan berdasarkan hari pertama haid terakhir merupakan metode yang populer di masyarakat. Tahapan pertamanya adalah dengan menentukan tanggal menstruasi terakhir sebelum hamil.

Dalam dunia medis, cara ini memiliki nama populer yaitu Rumus Naegele. Namun ada catatan khusus untuk penggunaan rumus ini, yaitu bisa diterapkan bagi kaum wanita yang memiliki siklus haid teratur 28 hari.

Untuk tahap awalnya, tentukan terlebih dahulu tanggal HPHT. Selanjutnya Anda bisa menambahkan 40 minggu dari tanggal tersebut. Hasil dari penghitungan tersebut bisa menjadi perkiraan hari persalinan si buah hati. Cara ini berdasarkan pada anggapan bahwa normalnya kehamilan biasanya berjalan selama 9 bulan, atau 40 minggu, atau 280 hari. Dari pengetahuan tentang hari kelahiran bayi, Anda bisa mendapatkan gambaran tentang usia kehamilan yang pasti.

Bagaimana simulasi penghitungannya? Simak langkah-langkahnya di bawah ini.

  • Tentukan hari pertama haid terakhir (HPHT).
  • Tambahkan satu tahun.
  • Tambahkan tujuh hari.
  • Mundurkan tiga bulan.

Agar lebih mudah, lihat contoh penghitungannya. Kalau hari pertama haid terakhir adalah tanggal 22 Juli 2018, hitungannya akan menjadi seperti ini:

  • 22 Juli 2018 + 1 tahun = 22 Juli 2019
  • 22 Juli 2019 + 7 hari = 29 Juli 2019
  • 29 Juli 2019 – 3 bulan = 29 April 2019

Bisa Anda lihat, dari cara menghitung usia kehamilan di atas, hari kelahiran sang bayi kira-kira adalah tanggal 29 April 2019. Harus kita ingat pula bahwa tak semua wanita akan menjalani proses kehamilan yang sempurna. Dalam perjalanannya, mungkin saja ada satu-dua hal yang menyebabkan hari kelahiran lebih cepat beberapa hari, minggu, atau bulan dari perkiraan.

Selain itu, meski metode ini jadi pegangan bagi para calon ibu yang sedang hamil, kembali ke syarat awal, yaitu bahwa perhitungan ini hanya bisa diterapkan pada wanita yang ingat kapan hari pertama haid terakhir serta memiliki siklus menstruasi teratur.

Namun terlepas dari teratur atau tidaknya haid dari seorang perempuan, setidaknya dengan mengetahui perkiraan ini Anda dan pasangan bisa memiliki gambaran dan persiapan yang terbaik untuk menyambut putra atau putri.

Cara menghitung usia kehamilan lewat USG

ilustrasi USG
Sumber gambar

Namanya juga kehidupan, mungkin ada yang mengalami kemungkinan mendapatkan hasil yang kurang akurat ketika menggunakan cara menghitung usia kehamilan. Salah satu penyebabnya adalah ketika wanita tersebut tidak memiliki siklus haid yang teratur.

Untuk mengantisipasi kejadian ini, Anda dan pasangan bisa melakukan kunjungan ke dokter ahli untuk menentukan usia kandungan. Selanjutnya dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan fisik serta deteksi lewat USG transvaginal. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter bisa mengetahui dan menentukan usia kehamilan secara lebih pasti.

Ada catatan khusus untuk pasangan yang ingin memilih cara menghitung usia kehamilan lewat hasil USG. Hasil atau perkiraannya akan lebih akurat kalau proses pemeriksaan ini Anda lakukan di masa awal kehamilan. Mengapa harus begitu? Jawabannya, karena dalam beberapa minggu pertama, janin cenderung berkembang dengan kecepatan yang sama.

Selanjutnya, seiring dengan semakin bertambahnya usia kehamilan, kemampuan janin untuk bertumbuh akan berbeda-beda. Bisa saja pertumbuhannya lebih cepat di bulan ini, namun pada bulan berikutnya melambat. Inilah mengapa pasangan suami istri sangat penting untuk rutin mengunjungi dokter kandungan. Selain mengintip kondisi janin di dalam rahim, dokter akan melakukan pemeriksaan USG.

Untuk pemeriksaan USG biasanya akan dijalankan secara teratur. Tetapi saat memasuki trimester akhir kehamilan, pemeriksaan bukan lagi bertujuan untuk menentukan usia kehamilan dan janin. Hal ini dilakukan untuk memantau pertumbuhan si kecil.

Itulah dua metode atau cara menghitung usia kehamilan yang populer di masyarakat. Pertama bisa Anda lakukan secara mandiri, yaitu lewat penghitungan HPHT, yang tentunya harus ingat waktu-waktu tertentu. Sementara langkah lain untuk cara menghitung usia kehamilan adalah melalui pemeriksaan USG.

Apakah dari kedua metode tersebut hasilnya akan sama? Belum tentu, karena masing-masing cara memiliki kondisi yang berbeda untuk mendapatkan hasil akurat.

BACA JUGA: Bisakah Melihat Ciri Ciri Orang Hamil dari Raut Wajah?

Namun tak ada yang perlu Anda khawatirkan apabila sudah ada pendamping, yaitu dokter, yang siap memantau kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Jadi, jangan pernah lupa untuk mengunjungi ‘teman’ di masa kehamilan tersebut, sesuai dengan waktunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *