Sebagai organ vital, perlu kita pahami cara menjaga kesehatan jantung. Saat ini, tidak sedikit kasus kesehatan berkaitan dengan jantung, terjadi pada anak-anak dan dewasa muda.

Kebanyakan memang permasalahan kesehatan masa kini, dapat terjadi karena gaya hidup. Seperti rokok, makanan, jam tidur yang kurang, stres dan masih banyak lagi. Penyakit jantung saat ini bukan hanya berisiko pada mereka yang berusia 40-50 tahun ke atas, namun juga lebih muda dari itu.

Kabar baiknya, selalu ada cara untuk bisa mencegah dan meminimalisir risiko tersebut. Sebagian di antaranya juga merupakan investasi kesehatan untuk masa depan. Berikut ini di antaranya:

Cara menjaga kesehatan jantung dengan asupan seimbang

ilustrasi makanan sehat
Sumber gambar

Mulai saja dulu dengan asupan makanan yang seimbang, yakni ada cukup cairan, cukup karbo, protein serta serat yang mengandung vitamin dan mineral penting. Menjalani pola makan yang teratur dan terjaga asupannya selama 30-90 hari saja, bisa membantu tubuh mengembalikan kondisi terbaiknya.

Bila ingin makanan yang menyenangkan seperti gorengan, fast food, makanan dengan lemak atau gula dan garam tinggi, izinkan tubuh mendapatkannya 2-3 kali sebulan. Meski terdengar berat, namun melatih tubuh seperti ini dapat menjadi kebiasaan yang kita teruskan sepanjang hayat.

Melakukan olahraga

Selain makanan yang seimbang, jantung kita sangat membutuhkan olahraga. Ya, ‘bahan bakar’ berupa kalori dari apa yang kita konsumsi, memberi energi untuk latihan fisik. Mulai saja dari jalan sehat 30-45 menit. Bila sudah terbiasa, tambah intensitas dengan senam atau lari.

Olahraga kardio sebaiknya tidak ekstrem dan terus menerus. Cukup kita rutinkan dan berikan variasi dengan olahraga lain seperti latihan otot dan yoga. Olahraga memberikan keseimbangan pada hormon tubuh dan jantung akan lebih stabil.

Bila mungkin, kurangi gula dan garam

ilustrasi gula dan garam
Sumber gambar

Mengurangi bukan berarti hilang sama sekali. Hanya saja, di sini kita perlu menyadari bahwa makanan asli seperti nasi dan ubi pun sudah memiliki kadar gula meski rasanya tawar. Maka, gula dan garam di sini bisa jadi berasal dari makanan ringan atau cemilan yang kadang tidak kita takar asupannya sehari.

Gula dan garam ini memiliki dampak yang sama-sama mengganggu kesehatan jantung bila berlebihan. Salah satunya menyebabkan plak pada pembuluh darah dan menyebabkan sakit jantung atau stroke.

Teknik mengurangi asupan gula dan garam ini pun sebaiknya tidak secara drastis. Untuk lebih memudahkan, hubungi nutrisionis terlebih dahulu untuk mendapatkan rekomendasi dan saran yang tidak menyiksa diri sendiri.

Cara menjaga kesehatan jantung dengan tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan denyut jantung tidak stabil, terutama bila sedang dalam masa yang kelelahan. Seperti jadwal kegiatan yang sangat padat, lembur, atau masa PMS bagi perempuan. Bahkan, orang dengan hipertensi tidak boleh begadang.

Sebab satu malam seseorang begadang atau kurang tidur, bisa menyebabkan peningkatan tensi yang mengarah ke stroke atau jantung. Masih sehat? Sebaiknya jangan menunggu sampai gejala itu datang. Sesekali mungkin kita perlu begadang, namun seperti lagu Rhoma Irama, kalau tiada artinya sebaiknya istirahat saja.

Obesitas? Segera kelola berat badan

Ada banyak orang yang obesitas di Indonesia. Tapi, sebagian dari kita masih memegang prinsip bahwa ‘yang penting sehat’. Sebenarnya obesitas itu tidak sehat walau sedang tidak sakit. Sebab risiko penyakit itu masih ada dalam tubuh kita dan bisa muncul sewaktu-waktu.

Diabetes dan penyakit jantung bisa menyerang kapan saja. Seperti yang sudah kita bahas di poin membatasi gula dan garam, penyumbatan pembuluh darah sering menjadi penyebab utamanya. Untuk mengatasi obesitas ini, sebaiknya melakukan diet melalui pengawasan nutrisionis.

Mengelola stres, melakukan refreshing dan healing

ilustrasi refreshing dan healing
Sumber gambar

Stres adalah hal yang tak terhindarkan, setiap saat dan siapapun bisa mengalaminya. Akan tetapi, banyak di antara kita yang mengelolanya dengan kapasitas berbeda-beda. Stres yang berlanjut (bahkan hingga ke tahap depresi) dapat menyebabkan tubuh mengalami penurunan kondisi dan mempengaruhi jantung.

Bila stres ini membutuhkan bantuan untuk mengelolanya, jangan ragu meminta pertolongan psikolog. Sebab pada dasarnya, semua perasaan dan stres itu valid. Dengan psikolog atau psikiater, bisa membantu kita mengelola stres dari diri sendiri sehingga terjadi yang namanya healing.

Berbeda dengan refreshing, namun tetap sama-sama perlu. Refreshing adalah aktivitas keluar rumah dan rutinitas, yang bisa memecah kejenuhan dan memberi suasana baru. Dengan demikian, pikiran dan suasana hati bisa lebih rileks sehingga ikut memelihara kesehatan jantung.

Tidak merokok dan menghindari polutan

Rokok mengandung bahan-bahan yang mencemari dan memperberat kinerja organ tubuh. Di antaranya adalah nikotin dan tar. Kerusakan yang sering berdampak pada jantung adalah plak di pembuluh darah. Bila sampai plak ini menyebabkan penyumbatan, bisa menyebabkan penyakit jantung dan kematian mendadak.

Sangat bijak bila perokok mulai mengurangi dan mengakhiri konsumsinya lebih dini. Dengan demikian, pembersihan tubuh yang terjadi juga bisa lebih awal. Di sisi lain, kita juga perlu menggunakan masker pada area yang memiliki tingkat polusi tinggi, seperti ruangan khusus perokok, proyek pengerjaan, pabrik dan lalu lintas yang sedang padat.

Jantung adalah salah satu dari sekian penyakit yang dijuluki silent killer. Sebab ia bisa kambuh kapanpun tanpa gejala lebih dulu. Memelihara kesehatan mungkin terdengar klise dan kurang menyenangkan, tapi perlu kita ingat bahwa kesehatanlah yang membuat kita senang. Sementara kesenangan belum tentu menyehatkan.

BACA JUGA: Tentang Pemeriksaan EKG yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Mari lebih bijaksana memilih dan memilah gaya hidup sebagai investasi kesehatan untuk tetap fit di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *