Cara swab test untuk mendiagnosis penyakit Covid 19 (corona virus disease 2019) atau mendeteksi virus Corona kini sudah tersedia dengan cara yang praktis dan tidak menyita waktu.

Hasilnya juga lebih akurat daripada tes lainnya, yaitu rapid test Corona.

Virus Corona Penyebab Infeksi Covid 19

Droplet yang keluar dari seseorang yang terinfeksi virus Corona batuk, bersin, atau berbicara dapat mengandung virus Corona.

Virus ini dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui droplet tersebut yang kemungkinan akan jatuh ke permukaan benda-benda di sekitar.

Tanpa disadari, Anda mungkin menyentuh permukaan benda yang sudah terkontaminasi dengan virus tersebut dan menyentuh  mata, hidung, dan mulut, kemungkinan dapat berisiko tertular virus Corona.

Penularan juga bisa terjadi kalau orang menghirup droplet yang keluar dari batuk, atau napas orang yang terinfeksi. Karena itu, penting sekali untuk menjaga jarak, paling tidak satu meter dari orang yang sakit.

Waktu antara munculnya gejala klinis setelah terpapar virus sekitar 1-14 hari dan rata-rata 5 hari.

Namun respons setiap orang akibat Covid 19 bisa tak sama. Sebagian bisa hanya bergejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu merawatnya pada rumah sakit.

Gejala yang timbul berupa demam, batuk kering, merasa lelah. Gejala lainnya yang menyertai bisa berupa nyeri tenggorokan, diare, mata merah, sakit kepala, hilangnya indera perasa dan/atau penciuman, dan kadang timbul ruam pada kulit.

Kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri dada menjadi gejala yang berat dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Biasanya yang memiliki gejala ringan dan dinyatakan sehat harus melakukan perawatan mandiri di rumah.

Berdasarkan protokol penanganan Covid-19, menurut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan terdapat dua cara skrining Covid-19.

Pertama adalah rapid test untuk memeriksa keberadaan antibodi dengan cara mengambil sampel darah dari ujung jari.

Kedua adalah swab test dengan metode PCR.

Cara swab test sebagai metode uji ada tidaknya virus corona dalam tubuh ada dua yaitu dengan antigen dan PCR.

Bagaimana Cara Tenaga Medis Melakukan Swab Test?

Tenaga medis akan melakukan tes ini dengan menggunakan APD lengkap untuk meminimalisasi risiko kemungkinan tertular.

Berikut adalah cara swab test corona dengan PCR:

  • Posisikan kepala sedikit tengadah atau mendongak ke atas agar dapat mempermudah proses pengambilan sampel cairan atau lendir
  • Dengan perlahan tenaga media akan memasukkan, memutar atau menggerakkan alat swab beberapa kali agar cairan melekat pada alat swab
  • Lalu tenanga media akan memasukkan alat swab tersebut ke dalam tabung khusus.
  • Kemudian diperiksa di dalam laboratorium dan diproses

PCR adalah singkatan dari polymerase chain reaction. PCR merupakan uji untuk mengamplifikasi materi genetik DNA dan virus corona ini termasuk virus RNA. Setelah hasil swab muncul, maka memerlukan waktu untuk mengubhanya menjadi DNA dengan menggunakan enzim reverse-transcriptase.

Setelah RNA berubah menjadi DNA, RT-PCR akan mengamplifikasi atau memperbanyak materi genetik sehingga dapat terdeteksi. Jika mesin PCR mendeteksi RNA virus Corona pada sampel cairan hidung pada swab, maka hasilnya positif.

Bila Anda membandingkannya dengan rapid test, pemeriksaan dengan PCR ini lebih akurat. Itu sebabnya WHO merekomendasikan metode PCR sebagai baku emas uji Covid 19.

Siapa Saja yang Perlu Test PCR dengan Cara Swab Test

Swab test PCR ini merupakan keharusan pada orang-orang yang:

  • Pernah kontak erat dengan penderita Covid 19
  • Mengalami gejala mirip dengan gejala akibat virus corona: sesak napas, demam 38 derajat, sakit tenggorokan
  • Hasil rapid test positif atau reaktif
  • Pernah melakukan perjalanan ke tempat yang masuk dalam zona merah dalam kurun waktu 14 hari terakhir

Bedanya dengan Swab Test Antigen

Cara swab test antigen atau istilah lainnya adalah rapid test antigen sama dengan cara swab test PCR, dengan alat swab.

Bedanya, setelah seusai pengambilan cairan hidung dengan swab, tenaga medis akan memasukkan alat swab ke dalam semacam tabung uji yang sudah berisi cairan reagen tertentu. Nakes akan meneteskan sampel cairan pada plat strip dan hasilnya dapat muncul dalam waktu 15 menit.

Biaya PCR Murah dan Terjangkau

Setelah mendapat hasil negatif pada swab antigen namun mengingat Anda pernah kontak dengan seseorang yang kemudian positif Covid 19, sebaiknya tetap harus melakukan pemeriksaan swab test PCR untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

PCR ini memiliki nilai akurasi hingga 97% dan sampai saat ini masih menjadi metode pemeriksaan utama dalam penegakan diagnosis Covid 19.

Sementara itu, Anda kadang mempertimbangkan biaya PCR yang memang cukup tinggi. Namun utamakan atau jadikan kesehatan Anda sebagai prioritas baik dalam rangka melindungi diri sendiri maupun melindungi orang terdekat. Pastikan sekali lagi Anda tidak terkena infeksi Covid 19 dengan PCR.

Jangan khawatir, GSI Lab memahami kekhawatiran akan mahalnya harga untuk PCR. Kini harga di GSI Lab memiliki harga yang lebih terjangkau yaitu Rp 699.000.

Prosesnya pun mudah. Andalkan saja handphone Anda untuk melakukan registrasi online. Praktis dan hemat waktu tanpa perlu antre.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *