Melakukan cek gula darah kini bukan hanya jadi concern mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Kuliner ekstrem yang tinggi gula dan lemak telah menjadi fenomena yang marak di kalangan generasi muda. Makanan dan minuman tersebut seperti minuman bersoda, boba, makanan cepat saji, dan produk-produk olahan lain yang mengandung gula yang tinggi.

Meskipun makanan dan minuman tinggi gula ini dapat membuat anak muda merasa bahagia saat menikmatinya, namun secara tidak langsung mereka juga meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, penting bagi anak muda untuk berhati-hati.

Tapi tak ada salahnya juga untuk sudah mulai memperhatikan kesehatan secara umum sejak dini. Karena generasi masa kini juga sudah menyadari pentingnya kesehatan mental dan fisik mereka. Yuk semakin peduli lagi dengan memperhatikan aspek berikut ini.

Cek gula darah sekarang sebab begini faktanya

ilustrasi alat cek gula darah
Sumber gambar

Di Indonesia, jumlah penderita diabetes usia muda telah meningkat secara signifikan sejak tahun 2020. Pada tahun 2020, jumlah penderita diabetes usia muda di Indonesia adalah sekitar 2,5 juta orang. Pada tahun 2021, jumlah ini meningkat menjadi 3 juta orang dan pada tahun 2022, jumlah ini diperkirakan akan mencapai 3,5 juta orang.

Peningkatan ini disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat dan pola makan yang tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik. Faktor risiko lainnya termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan jumlah penderita diabetes usia muda di Indonesia akan terus berlanjut di masa depan.

Dengan melihat data ini, setidaknya kita perlu lebih mengevaluasi kebiasaan makan atau jajan dalam beberapa tahun terakhir. Bagaimanapun, perkembangan kuliner dan gaya hidup bisa saling berkaitan.

Selain itu, faktor seperti kurangnya aktivitas gerak dan stres yang tinggi, memicu seseorang untuk mengonsumsi makanan manis. Hal ini karena masih banyak yang percaya bahwa makanan manis bisa menyebabkan perbaikan mood.

Faktor-faktor yang bikin mudah konsumsi gula

Batas konsumsi gula harian adalah jumlah gula yang dianjurkan untuk dikonsumsi pada satu hari. Banyak ahli gizi menyarankan bahwa orang dewasa tidak boleh melebihi 9 sendok teh atau 36 gram gula per hari. Hal ini termasuk gula yang ada pada makanan dan minuman, serta gula alami yang ditemukan dalam nasi, buah-buahan dan produk susu.

Generasi muda kini menghadapi beberapa pengaruh yang mempengaruhi konsumsi makanan manis mereka. Hal ini berkaitan dengan bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari.

Pertama, media. Generasi muda kini menghadapi berbagai macam iklan yang memamerkan aneka kuliner yang menggiurkan. Hal ini dapat meningkatkan sikap konsumtif mereka terhadap makanan tanpa memperhatikan betul kandungannya.

Kedua, lingkungan. Generasi muda kini menghadapi lingkungan yang mempromosikan atau menyediakan dan menjual aneka kuliner. Beberapa restoran dan toko makanan menawarkan makanan manis yang menarik dan bahkan seperti identitas yang menunjang penampilan. Hal ini membuat generasi muda lebih mudah untuk terpengaruh dan mengkonsumsi makanan manis.

Ketiga, pola makan. Generasi muda kini cenderung memasukkan makanan manis ke dalam pola makan sehari-hari mereka. Selain karena mudah untuk menemukan dan mendapatkannya, juga harga yang lebih terjangkau. Keinginan untuk meredam stres atau siklus bulanan pada perempuan juga memicu tingginya konsumsi makanan atau minuman dengan gula tinggi.

Keempat, peer pressure. Generasi muda kini sangat terpengaruh oleh tekanan teman sebaya mereka. Mereka cenderung untuk mengikuti apa yang dilakukan teman-teman mereka, termasuk mengkonsumsi makanan manis.

Kelima, keinginan untuk mencoba. Karena masih muda, rasa berpetualang dalam dunia kuliner dan kesehatan yang prima, menyebabkan mereka dengan mudah ingin mencoba beragam makanan yang ada. Hal ini tidak masalah sebenarnya, asal kita imbangi dengan olahraga, minum air putih yang cukup dan lainnya.

Risiko penyakit akibat gula darah tinggi

ilustrasi gula darah
Sumber gambar

Gula memiliki sifat yang menghambat dan merusak. Oleh karena itu mereka yang mengalami diabetes, bisa terancam mengalami komplikasi lainnya. Misalnya luka yang sulit sembuh, gangguan pada pembuluh darah, dan masih banyak lagi. Risiko penyakit akibat gula darah tinggi meliputi:

  1. Penyakit jantung: Peningkatan kadar gula darah dapat menyebabkan pembentukan plak di pembuluh darah, menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke.
  2. Penyakit ginjal: Peningkatan kadar gula darah dapat merusak sel-sel ginjal dan menyebabkan kerusakan ginjal.
  3. Gangguan saraf: Gula darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada saraf, menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kehilangan keseimbangan.
  4. Penyakit mata: Gula darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah mata dan menyebabkan kebutaan.
  5. Gangguan kulit: Gula darah tinggi dapat menyebabkan kulit kering dan bersisik, serta meningkatkan risiko infeksi kulit.

Prosedur cek gula darah

Dalam medical check up atau pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan, atau biasa juga kita kenal dengan general check up, terdapat banyak komponen inti pemeriksaan. Di antaranya adalah gula darah, asam urat dan kolesterol.

Untuk pemeriksaan gula darah sendiri tidak harus melakukan MCU. Beberapa orang bia mendapatkan layanan ini di apotik atau menggunakan alat secara mandiri. Bila melakukannya di laboratorium, ini beberapa prosedurnya:

  1. Pertama, pengambilan sampel darah dari pasien dengan jarum suntik steril.
  2. Setelah itu, menyimpan sampel tersebut ke dalam tabung kaca yang bersih dan steril.
  3. Kemudian, melakukan pencampuran darah dengan larutan glukosa untuk membentuk campuran yang homogen.
  4. Selanjutnya petugas akan meneliti sampel darah ini menggunakan reagen yang berbeda-beda dan melalui beberapa prosedur lainnya.
  5. Setelah itu, jumlah kadar gula dalam darah pasien melalui pengukuran dengan menggunakan alat khusus yang disebut glukometer.
  6. Bila hasil pemeriksaan darah sudah keluar, pasien akan menerima hasil dalam bentuk print out atau email. Hasil ini kemudian akan menjadi alat untuk dokter menjelaskan kondisi pasien dan memberikan anjuran medis atau penanganan berikutnya.

Cara memelihara level gula darah

ilustrasi menjaga gula darah
Sumber gambar

Gula darah yang tidak normal dapat menyebabkan komplikasi serius yang berhubungan dengan kesehatan jantung, ginjal, dan mata. Berikut adalah beberapa cara untuk membantu menjaga gula darah tetap normal:

  1. Makan dengan teratur: Pastikan untuk makan makanan sehat dan teratur. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Makanan yang kaya akan lemak sehat, seperti ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun, juga merupakan makanan yang baik untuk menjaga gula darah tetap normal.
  2. Berolahraga: Olahraga secara teratur dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Ini karena olahraga membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.
  3. Berhenti merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung dan ginjal. Berhenti merokok adalah cara terbaik untuk menjaga gula darah tetap normal.
  4. Kontrol berat badan: Jika anda memiliki berat badan berlebih, usahakan untuk mengurangi berat badan melalui diet sehat dan olahraga. Bisa juga menggunakan metode intermittent fasting atau berpuasa.
  5. Kontrol stres: Stres dapat mempengaruhi pola hidup dan keinginan makan, selain itu juga berpengaruh pada produksi hormon. Jadi, pastikan untuk melakukan aktivitas relaksasi seperti yoga atau meditasi untuk mengurangi kelelahan dalam mental. Selain itu, kita bisa melakukan rehat dari medsos atau rehat dari gadget agar memiliki beragam jenis istirahat lain selain tidur.

BACA JUGA: 3 Alasan Pentingnya Melakukan Cek Gula Darah

Kehidupan generasi muda memang semakin dinamis, termasuk tantangannya dalam hal kesehatan. Cek gula darah bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk menjaga kesehatan sejak dini. Sebab angka generasi muda yang mengalami penyakit diabetes dan obesitas mulai meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *