Tidak mudah mengenali ciri kanker serviks sejak dini. Kebanyakan dari penyakit ini baru ketahuan setelah mencapai stadium tertentu. Hal tersebut karena banyak gejala yang pasien alami lebih kelihatan seperti kondisi akibat aktivitas sehari-hari maupun pertambahan usia.

Di antaranya seperti kelelahan, sembelit atau keputihan. Ternyata kondisi ini bisa menjadi sinyal pertama datangnya penyakit yang menjadi momok bagi perempuan tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya kita memang mengenali dan waspada dengan sinyal yang tubuh berikan.

Penyakit ini paling rawan terjadi pada perempuan yang sudah memiliki aktivitas seksual aktif, bahkan bila sering berganti pasangan. Meski tidak semua orang yang sudah menikah atau melakukan aktivitas seksual akan terkena kanker serviks, tetapi tidak ada salahnya untuk rutin memantau kesehatan organ intim. Sebab dengan demikian bisa membuat kita mendeteksi kemungkinan gejala sejak dini.

Berikut ini akan kita bahas mengenai ciri kanker serviks dan bagaimana cara untuk mengatasi dan mencegahnya.

Penyebab munculnya ciri kanker serviks

ilustrasi penyebab munculnya gejala kanker serviks
Sumber gambar

Human Papilloma Virus, atau kerap memiliki julukan sebagai HPV, merupakan penyebab terbentuknya gejala-gejala dari kanker serviks. Sayangnya, sulit melihat gejalanya muncul di awal pembentukan ini sehingga banyak kanker serviks yang baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium menengah dan berat. Bagaimana HPV ini bisa terkena pada seseorang?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, seringkali adalah karena riwayat hubungan badan yang mungkin berganti-ganti pasangan. Selain itu juga bisa terjadi karena hubungan di usia dini atau kondisi kekebalan tubuh yang rendah. Karena itu, sebenarnya keterbukaan antara pasangan mengenai riwayat seks satu sama lain cukup perlu. Selain itu, sebaiknya juga menjalani pemeriksaan sebelum melakukan hubungan intim atau program hamil.

Munculnya pendarahan

Wanita bisa mengalami beberapa jenis perdarahan dalam masa datang bulan, pasca melahirkan, serta ketika mengalami permasalahan kesehatan dengan Miss V. Pendarahan yang tidak wajar bisa muncul ketika mengalami penyakit kanker serviks atau gejala gangguan organ intim lainnya.

Kemunculannya bisa berbarengan dengan masa menstruasi, saat mulai menopause hingga ketika tengah melakukan hubungan intim. Amati kondisi yang terjadi selama 1 atau dua pekan, atau perhatikan apakah gejala muncul dalam situasi yang sama. Agar lebih pasti, maka bila mengalami gejala ini sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis terdekat sehingga mendapatkan kepastian.

Ciri kanker serviks bisa berupa keputihan

ilustrasi keputihan saat hamil
Sumber gambar

Kaum perempuan memang perlu mewaspadai keputihan yang terjadi pada miss V. Sebab hal ini bisa mengindikasikan kondisi mereka. Apakah sedang stres, gizi tidak seimbang, terlalu banyak gula atau ada infeksi bakteri dan jamur yang menyerang. Keputihan juga bisa sangat mengganggu meski ringan sekalipun.

Pada ciri kanker serviks, keputihan ini mungkin tidak normal. Sebab menyebabkan adanya perubahan warna, tekstur dan bau. Bila keputihan yang kita rasakan cenderung mengeluarkan bau dan warnanya pekat, kemungkinan ada infeksi yang cukup signifikan.

Selain itu, bisa juga keluar cairan dengan tekstur keputihan yang tidak biasa. Setelah mengalami ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Sakit bila berhubungan badan

Beberapa keluhan pada badan, terutama area perut bawah dan pinggul atau panggul, bisa menjadi salah satu indikasi adanya gejala penyakit ini. Mereka yang mengalami kanker serviks kemungkinan juga akan mengalami masalah ketika sedang hubungan intim. Hal ini akibat sakit panggul yang terjadi karena adanya peradangan. Karena itu, sesi bercinta dapat berubah menjadi tidak nyaman.

Radang panggul bisa menjadi gejala awal terjadinya kanker serviks. Hal ini juga muncul akibat adanya infeksi bakteri yang tersebar dari vagina, sehingga menyebabkan peradangan. Kondisi radang panggul ini cukup serius sehingga keluhannya lebih bisa terasa lebih sakit dari sakit pinggang biasa. Meski demikian, radang panggul mungkin juga bisa terjadi karena adanya miom. Sebaiknya memastikan dengan pemeriksaan yang lebih lanjut pada dokter spesialis.

Permasalahan saat buang air kecil

ilustrasi sering buang air kecil
Sumber gambar

Infeksi saluran kencing cukup sering terjadi pada perempuan. Namun demikian, ternyata bermasalah dengan buang air kecil ini bisa memiliki banyak arti. Salah satunya karena sedang terbentuk gejala kanker rahim dalam tubuh kita.

Beberapa permasalahan yang sering terjadi adalah peningkatan frekuensi buang air kecil, adanya bercak darah saat kencing, hingga kondisi urine atau feses yang keluar dari vagina. Ya, hal tersebut sangat mungkin terjadi pada level stadium kanker serviks tertentu. Mari kita bahas satu per satu.

Sel kanker bisa berkembang dan menyebar ke area sekitarnya. Untuk masalah kanker serviks, hal ini bisa menyebar ke area saluran dan kandung kemih. Sedangkan pada munculnya bercak darah di air kencing, kemungkinan adalah karena kondisi yang cukup berat sehingga menyebabkan pendarahan di dalam.

Ketika sel kanker sudah merusak jaringan sekitar yang dihinggapinya dan menyebabkan terjadinya kebocoran pada saluran kemih dan feses, maka bisa membuat urine atau feses kita keluar melalui jalur tersebut. Biasanya ini merupakan gejala yang sudah berat dan membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Ciri kanker serviks membuat mudah lelah

Berbagai macam perdarahan, infeksi dan peradangan membuat sistem kekebalan tubuh dan kondisi secara keseluruhan bermasalah. Hal ini menyebabkan penderita akan kehilangan energi lebih cepat dan mudah merasa lelah atau lemas padahal hanya melakukan hal yang biasa.

Kondisi ini juga bisa terjadi dalam waktu yang lama. Seperti tidak kunjung hilang meskipun kita sudah tidur lama atau tidak melakukan banyak kegiatan yang berat. Hal tersebut bisa terjadi akibat anemia atau menurunnya kekebalan tubuh.

Beberapa gejala lainnya

Kemungkinan munculnya pembengkakan tungkai, kesulitan buang air besar dan menurunnya nafsu makan secara drastis dapat terjadi pada pasien bila kondisinya semakin berat. Inilah pentingnya untuk kita melakukan pemeriksaan secara rutin dan deteksi lebih dini bila merasa gejalanya ada pada tubuh.

Pada kondisi yang lebih serius, pasien perlu mendapatkan perawatan intensif dan sebenarnya masih bisa sembuh. Asalkan tetap dipantau dan melakukan anjuran medis yang ada.

Bagi mereka yang ingin mencegah terjadinya ciri kanker serviks ini, sebaiknya lakukan beberapa hal seperti menyadari riwayat seksual diri sendiri dan pasangan. Selain itu juga pastikan melakukannya dengan sehat dan terprogram dengan berkonsultasi kepada dokter.

BACA JUGA: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai

Periksakan diri secara rutin atau melakukan pap smear untuk mendeteksi adanya kemungkinan permasalahan dalam organ intim lebih dini. Selain itu, tetap konsumsi gizi seimbang dan berolahraga sehingga bisa menjaga daya tahan tubuh dari berbagai macam penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *