Akhirnya bisa merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Tapi muncul satu pertanyaan, bagaimana cara kendalikan Covid pasca Lebaran?

Tiga tahun lebih telah berlalu sejak Covid-19 pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok. Pandemi ini belum ada tanda-tanda akan mereda. Penularan masih tinggi, bahkan memaksa negeri tirai bambu harus kembali “lockdown” gara-gara serangan virus yang kembali menghantui.

Bagaimana dengan Indonesia? Tampaknya Lebaran kali ini sangat jauh lebih ceria dari dua tahun sebelumnya. Setelah dua kali himbauan untuk tidak mudik Lebaran, akhirnya pemerintah memberi lampu hijau kepada masyarakat untuk bisa kembali berkumpul, bersilaturahmi, dan bermaaf-maafan dengan keluarga dan handai taulan di kampung halaman.

Namun yang harus menjadi catatan adalah bahwa berdasarkan catatan-catatan sebelumnya, setiap kali masyarakat menikmati liburan, selalu saja ada kenaikan kasus Covid-19. Tak hanya Idul Fitri. Libur Natal, Tahun Baru, bahkan akhir pekan yang lumayan panjang pun bisa memicu ledakan kasus penularan virus Corona ini.

Cara cegah lonjakan Covid pasca Lebaran di Indonesia

ilustrasi wanita memakai masker
Sumber gambar

Bagaimana cara cegah lonjakan Covid pasca Lebaran nanti?

Pertanyaan ini bakal menghantui pihak-pihak terkait. Bukan hanya tugas Satgas Penanganan Covid-19 saja. Pemerintah, hingga Presiden RI Joko Widodo wajib mempersiapkan langkah-langkah konkret untuk tangkal ledakan Covid pasca Lebaran.

Salah satu opini untuk kurangi angka penderita Covid pasca Lebaran datang dari epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan. Dikutip dari ANTARA, bulan April 2022 lalu, ia mengatakan bahwa kenaikan kasus Covid pasca Lebaran tidak akan seperti setelah liburan sebelumnya.

Bagaimana caranya? Tentu saja masyarakat harus belajar untuk lebih disiplin dalam mengikuti aturan. Tak hanya itu, pemerintah daerah juga harus berpartisipasi untuk menegakkan aturan. Ia mengatakan kebijakan pemerintah mewajibkan masyarakat mendapatkan vaksin booster saat mudik akan memberi dampak besar dalam meminimalisasi potensi penyebaran COVID-19, dengan catatan, selama libur Idul Fitri ini masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

Dengan berbagai pertimbangan, semoga kelonggaran mudik kali ini lebih baik

Tanpa mengabaikan angka penularan Covid pasca Lebaran, pemerintah tampaknya juga memahami kerinduan di hati masyarakat. Dua tahun terpaksa mengalah dengan penyakit demi tidak membahayakan jiwa keluarga tercinta.

Dengan semakin sadarnya orang Indonesia tentang pentingnya vaksinasi, semakin besar pula ekspektasi bahwa penularan Covid pasca Lebaran ini akan lebih baik dari liburan-liburan sebelumnya yang selalu bikin ketar-ketir banyak orang.

“Antibodi masyarakat, terutama di Jawa dan Bali, sudah tinggi sehingga mudik dirasa cukup aman,” jelas Iwan.

Berdasarkan prediksi pemerintah, pada Lebaran 2022 ini ada sekitar 85 juta orang mudik ke kampung halaman mereka masing-masing. Meski memberi izin untuk pulang kampung, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan masyarakat bahwa pandemi belum selesai. Untuk itu, mereka yang sudah berusia 18 tahun ke atas harus melengkapi diri dengan vaksin booster dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sedangkan anak di bawah 18 tahun minimal sudah mendapatkan dua kali vaksin untuk bisa bepergian tanpa perlu tes Covid-19.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa saat ini penyakit Covid-19 belum hilang. Jadi, sangat penting untuk memberikan syarat-syarat perjalanan. Bila ingin mudik lancar, satu-satunya pilihan adalah mendapatkan booster supaya tak lagi menjalani tes-tes yang menyita waktu lebih banyak. Selain itu, sekali lagi Iwan menegaskan bahwa protokol kesehatan harus tetap terlaksana dengan baik.

Pemerintah juga harus berperan aktif untuk jaga angka penularan Covid-19

ilustrasi kebijakan pemerintah
Sumber gambar

Sudah banyak masyarakat yang menaati aturan untuk mendapatkan vaksinasi dan booster agar bisa pulang kampung. Lalu bagaimana peran pemerintah untuk cegah lonjakan Covid pasca Lebaran?

Ya, tidak hanya masyarakat saja yang sadar tentang bagaimana bisa Lebaran tanpa naikkan penularan virus Corona pasca Lebaran. Lebih dari itu pihak-pihak terkait juga harus ikut menegakkan aturan agar impian tersebut bisa terlaksana.

Menurut Iwan, pemerintah daerah harus tegas dalam menegakkan aturan. Namanya juga liburan, pasti bakal ada banyak orang yang berkumpul, terutama di tempat wisata. Karena itu, Iwan menyarankan untuk tetap berpedoman pada PeduliLindungi serta tertib pada protokol kesehatan.

Protokol kesehatan itu apa saja?

Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI

Cara mencegah lonjakan Covid pasca Lebaran adalah protokol kesehatan. Sering mendengar, apakah Anda paham tentang apa saja aktivitas yang merupakan protokol kesehatan? Prokes, singkatan dari protokol kesehatan merupakan lima kegiatan untuk meminimalisir penularan virus Corona.

1. Rajin Cuci Tangan

Mencuci tangan secara rutin merupakan hal pertama dalam menjalankan protokol kesehatan. Organ ini memang sering terkontaminasi oleh benda-benda asing karena merupakan alat tubuh untuk memegang benda.

Untuk hasil yang maksimal, cucilah tangan minimal 20 detik dengan menggunakan air mengalir dan sabun. Lakukan sesering mungkin, terutama setelah menggunakan toilet, menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin, setelah beraktivitas di luar ruangan, atau sebelum makan.

2. Kenakan Masker

Masker masih merupakan perisai yang tangguh untuk cegah lonjakan Covid pasca Lebaran. Alasannya, pandemi masih belum usai dan ada kemungkinan untuk tertular oleh virus Covid dari orang lain. Selain menggunakannya saat menggunakan angkutan umum, kenakan pula masker ketika ada anggota keluarga yang terserang Covid-19, muncul gejala-gejala yang mencurigakan, berada di ruangan yang mana Anda tak mampu menjaga jarak, dan lain sebagainya.

3. Menjaga Jarak

Cara cegah lonjakan Covid pasca Lebaran berikutnya adalah menjaga jarak. Lewat Kementerian Kesehatan, sudah ada aturan bahwa setiap orang wajib menjaga jarak setidaknya sejauh 1 meter dengan orang lain guna mencegah paparan droplets dari orang yang batuk, bersin, atau bicara.

4. Jauhi Kerumunan

Cara mencegah naiknya angka Covid pasca Lebaran lainnya adalah dengan menjauhi kerumunan. Semua butuh healing, semua butuh liburan. Jadi tak usah heran bila tempat-tempat wisata bakal muncul kerumunan orang dan memunculkan risiko penularan Covid-19. Bila memang tak memungkinkan, sebaiknya jauhi kerumunan. Semoga ada tempat wisata yang lebih aman untuk dikunjungi.

5. Kurangi Mobilitas

Karena bisa di mana saja, virus Corona wajib Anda waspadai. Bila tidak ada kebutuhan mendesak, tak perlu bepergian ke luar rumah. Tetaplah bersama keluarga, bersilaturahmi sambil mencoba hal-hal baru untuk usir rasa kebosanan tanpa harus terlibat sebagai salah satu faktor penyebab lonjakan Covid pasca Lebaran.

Selain taat protokol kesehatan, Anda juga bisa ikut serta secara langsung mencegah lonjakan kasus Covid pasca Lebaran. Caranya adalah dengan melakukan tes swab PCR untuk mengetahui kondisi terkini kesehatan Anda karena ada kemungkinan penularan Covid-19 terjadi tanpa gejala.

Untuk tes swab PCR dengan hasil yang akurat dan cepat, kunjungi GSI Lab. Hasil pemeriksaan bisa Anda dapatkan hanya dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah pengambilan sampel.

Dapatkan juga layanan tes swab PCR gratis dari GSI Lab. Caranya, kunjungi gsilab.id/id/swab-save/ dan daftarkan diri Anda dengan melengkapi dokumen persyaratan untuk swab PCR gratis di GSI Lab.

BACA JUGA: Alasan di Balik Booster yang jadi Syarat Mudik

Mencegah itu lebih baik dari mengobati. Minimalkan penularan Covid pasca Lebaran dengan menjalankan protokol kesehatan dan secara mandiri periksakan diri, baik sebelum, saat, hingga setelah mudik kampung halaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *