Di masa pandemi seperti saat ini berjemur di bawah sinar matahari menjadi kegiatan rutin untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, sekaligus meningkatkan ketahan tubuh dari paparan virus Corona. Namun ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat ingin berjemur di bawah sinar matahari agar mendapat manfaat, bukan mendapatkan efek buruk yang merugikan tubuh.

Ilustrasi berjemur di masa pandemi [sumber gambar]
Seperti Sunburn, salah satu efek di mana kulit mengalami sensasi panas dan perih saat terlalu lama berjemur. Bila ini dibiarkan dapat berujung pada kerusakan kulit, seperti kulit kering, bercak hitam, hingga risiko kanker kulit. Penting untuk mengetahui gejala sunburn sehingga kita bisa mencegahnya terjadi. Apa saja gejalanya? Simak ulasan berikut.

Kulit kemerahan

kulit kemerahan akibat sunburn [sumber gambar]
Menurut Medical News Today, saat berjemur ada dua tingkatan sunburn, yaitu tingkat pertama dan kedua berdasarkan pada kedalaman dan area kulit yang terdampak. Saat mengalami sunburn tingkat pertama, kita akan menyadari ada beberapa gejala pada kulit. Ini terjadi ketika setelah 4 jam terpapar sinar matahari.

Pada tingkat pertama, sunburn bisa dilihat dengan jelas adanya kemerahan terutama pada orang yang memiliki kulit berwarna terang. Pada tingkat kedua, warna merah pada kulit akan tampak lebih jelas dan dalam.

Melepuh pada kulit

Lepuhan akibat sunburn juga sering terhadi setelah paparan yang parah pada kulit. Hal ini dapat terasa amat menyakitkan. Lepuhan akibat sunburn akibat terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang terlalu panjang. Rasa sakit yang ditimbulkan bisa berkisar dan reda setelah 48 jam. Dalam situasi tertentu, terkadang bisa lebih. Setelah sembuh, bekas tersebut bisa saja meninggalkan bekas pada kulit yang warnanya lebih gelap hingga 6-12 bulan.

ilustrasi kulit melepuh efek sunburn [sumber gambar]
Kulit yang melepuh akibat terbakar sinar matahari biasanya berukuran bening dan kecil. Bagian ini berisi cairan yang dapat mengalami pembengkakan, ada rasa sakit jika tersentuh dan akan terasa sangat gatal. Hindari menyentuh atau menggaruk karena malah menimbulkan infeksi. Ketika ini terjadi kulit membutuhkan perawatan khusus, karena secara signifikan dapat meningkatkan resiko kanker kulit.

Pengelupasan kulit

kulit mengelupas [sumber gambar]
Pada saat sunburn tingkat pertama ataupun kedua, kulit biasanya mulai mengelupas setelah tiga hari. Saat kulit mulai mengelupas, ini menunjukkan tubuh sedang berusaha untuk menyingkirkan sel-sel yang rusak.

Beberapa cara untuk mengatasi hal ini, seperti mandi menggunakan air dingin dan minum aspirin atau ibuprofen untuk meredakan nyeri. Selain itu kita juga dapat melembabkan kulit yang mengelupas tersebut dengan produk berbahan lidah buaya atau kedelai. Jangan gunakan krim berbahan petroleum atau minyak karena dapat membuat kondisi kulit memburuk.

Ada bercak putih pada area kulit terbakar

bercak putih pada kulit [sumber gambar]
Bercak putih pada kulit ini macam-macam faktor pemicunya. Namun pada sunburn, bercak kulit ini disebut hipomelanosis gutata idiopatik atau bintik matahari (sun spots). Kondisi yang terjadi karena sebagai bintik-bintik putih kecil di kulit akibat terpapar sinar matahari dalam jumlah yang terlalu banyak. Walau demikian, tidak ada rasa sakit yang muncul dan tergolong jinak.. Kondisi ini lebih banyak terjadi pada orang berkulit terang atau perempuan di atas 40 tahun.

Rasa sakit pada kepala, mual, kelelahan hingga demam

Saat mengalami sunburn bisa juga menyebabkan sakit kepala hingga demam. Ini terjadi disebabkan tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Bisa juga karena kepala terpapar cahaya matahari yang begitu panas sehingga ada heat stroke.

Meningkatkan asupan cairan dapa membantu meredakan hal ini. Istirahat sejenak di ruangan yang sejuk juga dapat mengatasi hal ini. Ketika cukup parah sunburn juga dapat memberikan efek, seperti muntah, mual, menggigil, pusing, hingga lepuhan parah. Ketika ini terjadi, maka sebaiknya segera mencari pertolongan medis

Muncul gejala mirip heatstroke atau heat exhaustion

Efek sunburn yang parah juga bisa memunculkan gejala serupa heat stroke maupun heat exhaustion. Gejala yang muncul, seperti peningkatan suhu tubuh, demam dan menggigil, kejang, keram otot, bicara cadel, sampai dehidrasi parah.

Jadi walau saat ini berjemur sangat bermanfaat, perlu sedikit mewaspadai efek sunburn ini terutama jika terlalu lama terpapar sinar matahari, antara jam 10 pagi sampai jam 4 sore. Meski kulit gelap dan pigmennya kuat, hal ini tetap perlu menjadi perhatian. Sedangkan bagi yang berkulit terang atau memiliki mata biru dan freckless, wajib membatasi durasinya. Jangan lupa SPF untuk perlindungan dari efek buruk sinar matahasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *