Fungsi Oximeter – Wabah Corona di Indonesia belum selesai, bahkan saat ini sudah hampir memasuki satu tahun. Semakin kemari, ada banyak hal yang kita kenal dan menjadi bagian hidup sehari-hari. Di antaranya adalah menggunakan masker, hand sanitizer dan desinfektan.

Semakin kemari, angka kenakian kasus Covid-19 di Indonesia juga belum kunjung turun. Mereka yang pernah menjadi penyintas atau merawat keluarga terpapar, telah akrab dengan beberapa benda seperti alat swab, nasal spray, hingga Oximeter.

Salah satu kondisi genting pasien Covid-19 yang sering terjadi adalah saat level oksigen dalam darahnya sudah sangat rendah dan mengalami sesak nafas. Nah, alat yang digunakan untuk mengukur saturasi oksigen di dalam darah ini ialah Oximeter. Alat ini menjadi populer di kalangan rumah tangga, selain tensimeter, sebagai usaha mencegah kondisi yang tidak diinginkan.

Untuk melihat lebih jelas tentang fungsi oximeter, akan kita bahas dalam beberapa artikel berikut ini, simak terus ya. 

Mendeteksi Silent Hypoxia

Silent Hypoxia juga dikenal sebagai happy hypoxia. Kondisi ini didefinisikan sebagai turunnya kadar oksigen pada sel dan jaringan. Belakangan kondisi ini jadi akrab di kalangan masyarakat awam terkait dengan gejala Corona yang sering terjadi. Silent Hypoxia seringnya ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kebiruan, batuk, peningkatan denyut nadi, sesak nafas atau tersengal, sakit kepala dan keringat berlebih.

Fungsi oximeter
Oximeter memiliki fungsi penting cegah hypoxia

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti yang menjadi pemicu terjadinya Silent Hypoxia. Akan tetapi, yang sering terjadi pada pasien Covid-19 di rumah sakit Indonesia adalah pasien datang dengan kadar oksigen jauh dari batas normal 100-95, yakni di bawah 92 atau bahkan 60. Fungsi alat oximeter menjadi sangat penting untuk mencegah kemungkinan terjadinya hypoxia. Sehingga mendapat pertolongan medis segera. 

Direkomendasikan bagi pasien isoman atau keluarga yang merawat

Sayangnya, tidak semua pasien Covid-19 bisa menjalani isolasi di RS atau paviliun yang disediakan pemerintah setempat. Nah, di masa preventif ini, sangat perlu menginvestasikan dana kita untuk membeli Oximeter. Terutama bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri, merawat pasien Covid (kontak erat), bekerja di wilayah yang infeksius atau tinggi risiko penularan, atau memiliki penyakit bawaan.

Tujuannya beragam, bisa untuk memantau secara berkala kadar oksigen dalam tubuh pasien, atau sarana yang digunakan untuk bersiaga bila ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala datangnya Silent Hypoxia tersebut.

Mengetahui kadar oksigen normal dan bermasalah Fungsi Oximeter

Pada tubuh orang sehat, rata-rata kadar oksigennya ada di rentang 100-95. Jika saturasi oksigen memasuki angka 94-93, disarankan untuk segera menghubungi dokter agar mendapatkan arahan yang tepat. Namun jika semakin turun ke angka 92 ke bawah dan turun terus menerus, maka orang tersebut harus segera mendapatkan perawatan ke rumah sakit.

Oximeter fungsi utamanya ketahui kadar oksigen dalam darah
Oximeter fungsi utamanya ketahui kadar oksigen dalam darah

Beberapa pasien yang masih bisa bernafas, biasanya diberikan pertolongan pertama dengan terapi oksigen. Sedangkan untuk beberapa kasus yang lebih parah di mana terjadi penurunan kesadaran dan sesak nafas, pada fase inilah orang tersebut diajukan untuk ditangani menggunakan ventilator.

Deskripsi di atas memang terdengar kurang menyenangkan bukan? Risiko penyakit Covid-19 memang begitu besar. Jika penyintas bisa menyampaikan langsung pada orang yang masih sehat, tentunya akan menganjurkan untuk di rumah saja.

GSI Lab saat ini sedang promosi paket pcr test dengan harga Rp. 699.000,-

 

BACA JUGA: Dilema Periksa ke Rumah Sakit Saat Pandemi? Lakukan Ini, Siapa Tahu Gejala Serius

Tetap patuhi protokol kesehatan. Ikuti program vaksin bila kita sudah mendapat giliran dan tetap jalankan prosedur yang berlaku. Mari bekerja sama untuk memulihkan Indonesia dari pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *