Manusia diciptakan dengan memiliki gairah untuk berhubungan dengan pasangan. Namun, setiap orang memiliki dorongan/drive yang berbeda-beda. Ada yang cenderung rendah, normal hingga tinggi.

Hasrat seksual adalah kebutuhan biologis yang sebenarnya ada secara alamiah. Hanya saja, kadang orang khawatir dengan dorongan yang tidak wajar. Misalnya bagi yang terlalu rendah, bisa jadi karena adanya pengalaman secara psikis atau kondisi tubuh tertentu.

Begitupula dengan mereka yang memiliki gairah tinggi. Di mana beberapa tandanya adalah mudah terpicu, atau frekuensi kebutuhan untuk melakukan hubungan cukup sering, bahkan ada juga yang merasa tak ingin berhenti saat melakukannya. Menerjemahkan hal tersebut juga banyak faktornya, seperti status pernikahan, cara menyalurkan gairah tersebut, seberapa sering intensitasnya, dan sebagainya.

Beberapa hal di bawah ini bisa menjelaskan, dalam jenis dan kondisi apakah kemungkinan normal atau tidaknya dorongan seks tinggi tersebut.

Pengantin baru atau sedang fase quality time

Apa Itu Paket Honeymoon? | FAVO
[Sumber Gambar]
Di awal pernikahan, terdapat situasi yang mendorong mereka merasakan pengalaman keintiman baru. Untuk mereka yang mengalokasikan hal ini, bisa jadi memiliki gairah yang tinggi. Bisa juga bagi pasangan yang sudah cukup lama menikah, namun memiliki alokasi waktu tersendiri dan rutin untuk quality time seperti masa bulan madu di awal pernikahan. Biasanya karena pada hari biasa sibuk menjalani pekerjaan atau rutinitas, sehingga baru bisa total melakukannya pada jadwal khusus tersebut.

Akibat kecanduan film dewasa

Kondisi ini bisa terjadi pada siapapun, baik mereka yang masih single, berpasangan atau sudah menikah. Faktornya ada banyak. Di antaranya adalah karena kebiasaan yang dibawa sejak lama, lingkungan, pengalihan isu stres yang tidak tepat dan sebagainya. Seperti candu alkohol dan narkoba, candu seks juga masuk dalam kategori merah bila sudah membuat kita sulit berhenti berimajinasi, memuaskan hasrat sendiri atau berhubungan dengan pasangan.

Kondisi ini tergolong tidak sehat, terutama bagi psikis. Misalnya, sering merasa malu, merasa bersalah, merasa tidak puas dengan hubungan intim pada pasangan dan yang lebih mengkhawatirkan adalah potensi di luar batas. Misalnya, bisa terlibat pelecehan, melakukan seks menyimpang dan masalah hukum.

Hiperseksualitas

Gangguan perilaku
[Sumber Gambar]
Ada pula keadaan di mana seseorang memang memiliki hiperseksualitas, di mana yang bersangkutan kesulitan menghentikan dorongan seksualnya. Kondisi ini memang termasuk mengganggu, karena juga bisa menciptakan masalah dalam hubungan asmara dengan pasangan. Seperti ketidaknyamanan dan kejenuhan. Dalam kondisi ini, orang yang mengalaminya seolah lebih dominan dorongan seksual daripada cinta.

Cara mengatasi gairah seks berlebih

Ada banyak dimensi cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Kita bisa memilih metode mana yang paling nyaman dan memungkinkan untuk bisa mengendalikannya dengan efektif.

Puasa untuk mengendalikan hawa nafsu

Meninjau dari sisi spiritual, cara ini merupakan rekomendasi yang sering menjadi anjuran pemuka agama. Karena puasa juga menjadi salah satu cara mengendalikan berbagai hawa nafsu, seperti makan minum, serakah, emosi, hingga seks.

Hindari menyendiri dan kebosanan

Gairah seks tinggi sangat mungkin muncul saat kita sedang sendiri di kamar, terkoneksi internet dan sadar atau tidak sadar mengalami kebosanan. Biasanya, psikolog mengarahkan untuk mencari kegiatan yang aktif atau bisa membuat kita berinteraksi dengan orang lain di sekitar kita.

Misalnya memasak, melakukan hobi, berpetualang di alam, olah raga untuk menyalurkan energi dan kegiatan produktif lainnya. Ini akan membuat konsentrasi kita tidak terfokus pada keinginan seks semata.

Group Therapy – Dedicato Treatment Center
[Sumber Gambar]

Melakukan terapi psikologi

Solusi ini untuk kasus tingginya gairah seksual yang lebih berat. Ada beragam terapi bersama terapis profesional. Misalnya yang dilakukan secara individu atau berkelompok, serta terapi kognitif behavioral atau psikodinamik yang bisa menggali lebih dalam faktor pencetus munculnya gangguan perilaku seseorang.

BACA JUGA: Burnout Kerja WFH, 7 Cara Ini Bisa Bantu Meredakannya

Meski seks adalah kebutuhan biologis dan kondisi alamiah, namun segala jenis perilaku manusia tentu perlu pengendalian. Seperti makan, bila berlebihan pun bisa memicu obesitas dan rawan banyak penyakit. Bila mengetahui kondisi kita kurang wajar, segera hubungi ahlinya agar terhindar dari efek samping yang merugikan diri sendiri ataupun orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *