Sudah beberapa bulan terakhir masyarakat dunia mengkhawatirkan munculnya varian baru. Benar saja, kini mulai banyak orang yang mengalami gejala Deltacron.

Varian Deltacron sebenarnya sudah sering terdengar semenjak Omicron muncul. Sayangnya, masih banyak yang meragukan keberadaannya karena, mungkin, memang belum terlihat orang yang mengalami gejala Deltacron.

Namun kini terjawab sudah. Covid Deltracron benar-benar ada dan mulai menyebar di Amerika Serikat dan Eropa. Menurut para peneliti, mutasi dari SARS-CoV-2 telah memunculkan varian virus Corona terbaru yang merupakan kombinasi materi genetik dari Delta dan Omicron.

Saat ini para ahli terus meneliti tentang perkembangan Deltacron. Berdasarkan temuan awal, mereka menganggap bahwa infeksi Deltacron tak lebih buruk ketimbang Omicron. Namun tentu saja, karena ini merupakan mutasi genetik dari Covid-19, semua warga wajib waspada. Apalagi untuk Anda yang memiliki komorbid atau masih belum mendapatkan vaksinasi secara lengkap.

Gejala Deltacron ini wajib Anda waspadai

Ilustrasi waspada deltacron
[Sumber gambar]
Meski dianggap sama dengan Omicron, waspadalah terhadap penyakit yang satu ini. Terutama ketika Anda mulai merasakan gejala Deltacron. Apa saja? Ketahui lebih lengkap di bawah ini:

  • Sakit kepala

Zoe COVID Study merupakan penelitian yang terus mengikuti ‘pergerakan’ Covid-19 sejak awal kemunculannya hingga mutasi Deltacron. Berdasarkan pengawasan tersebut, Zoe COVID Study menyimpulkan bahwa mereka yang terjangkit mutasi terbaru dari Covid-19 ini akan merasakan gejala paling umum dari virus Corona, yaitu sakit kepala.

Gejala Deltacron yang menyebabkan sakit kepala akan menimbulkan sensasi rasa nyeri dengan intensitas sedang hingga berat. Selain itu penderita bisa merasakan rasa sakit pada salah satu atau dua sisi kepala secara bersamaan.

Adapun yang pasien rasakan adalah kepala yang terasa seperti berdenyut dan tertekan atau tertusuk. Sementara untuk durasi sakit kepala bisa bertahan hingga tiga hari atau lebih.

Apa yang menyebabkan seseorang merasa sakit kepala saat terinfeksi gejala Deltacron? Para ahli menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena adanya perlawanan tubuh terhadap radang yang menimbulkan reaksi berupa sakit kepala.

  • Pilek

Pilek merupakan gejala yang muncul akibat adanya radang yang terjadi pada bagian dalam hidung dan sinus. Tentu saja penyebabnya adalah gejala Deltacron yang memicu reaksi tubuh ini. Tak berhenti sampai di pilek saja, Deltacron juga akan membuat Anda merasakan gejala lain, seperti bersin-bersin, batuk, kesulitan bernapas, rasa lelah, sakit tenggorokan, hingga lendir yang mengalir ke bagian belakang tenggorokan atau dalam istilah medis postnasal drip.

  • Batuk terus menerus

Mengapa pilek disertai batuk? Tentu saja penyebabnya adalah Deltacron. Batuk adalah sistem pertahanan alami tubuh ketika kemasukan mikroorganisme, lendir, atau partikel-partikel kecil di saluran pernapasan. Hal ini terjadi agar saluran pernapasan terbebas dari gangguan-gangguan tersebut, termasuk virus Deltacron.

Gejala Deltacron adalah timbulnya batuk secara terus-menerus seperti batuk kering. Hal ini akan terus terjadi dalam sehari dan bisa bertahan selama empat hingga lima hari. Berdasarkan studi Zoe COVID gejala Deltacron berupa batuk parah akan terjadi pada 4 dari 10 pasien yang positif.

  • Bersin-bersin

Seperti yang tersebut di atas bahwa para ahli menyebut gejala Deltacron tidak lebih parah dari Omicron. Sementara itu, banyak orang menganggap Omicron memiliki gejala ringan, layaknya penyakit flu biasa. Nah, bisa disimpulkan bahwa bersin-bersin, yang juga muncul pada flu biasa pasti muncul pula sebagai gejala Deltacron.

Zoe Covid Study menguatkan anggapan tersebut dengan catatan bahwa orang yang sudah mendapatkan vaksinasi dan mengalami bersin berkali-kali, kemungkinan terinfeksi virus Corona, yang di masa sekarang bisa saja merupakan gejala Deltacron.

  • Sakit tenggorokan

Sakit tenggorokan merupakan salah satu dari gejala Deltacron yang mirip dengan infeksi Omicron. Bahkan berdasarkan penelitian Zoe COVID, kira-kira setengah dari pasien yang positif Corona merasakan rasa sakit pada tenggorokannya. Dalam hal ini, mereka yang mengalami gejala Demicron berupa sakit tenggorokan adalah orang dewasa dengan rentang usia antara 18 tahun hingga 65 tahun.

  • Anosmia

Gejala Demicron terakhir yang cukup mengganggu penderita adalah Anosmia. Secara medis, Anosmia diartikan sebagai menurunnya kemampuan indera penciuman. Hal ini juga terjadi pada penderita varian Delta.

Meski kecil kemungkinan pasien Omicron mengalami Anosmia, gangguan ini ternyata juga merupakan salah satu dari gejala Deltacron. Penyebabnya adalah karena radang pada rongga hidung yang merupakan akibat dari infeksi Covid-19.

Tak hanya hilangnya indera penciuman, gejala Deltacron berupa Anosmia ini biasanya juga menimbulkan hilangnya indera perasa. Apa pun yang dimakan akan terasa hambar di lidah akibat adanya gangguan ini.

Bagaimana perkembangan Deltacron di Indonesia?

Ilustrasi gambar virus deltacron
[Sumber gambar]
Lalu apakah sudah ada pasien Covid-19 yang mengalami gejala Deltacron? Dalam sebuah konferensi virtual, pakar mikrobiologi Universitas Indonesia (UI), Amin Soebandrio mengatakan bahwa belum ada laporan mengenai varian Deltacron yang masuk ke Indonesia. Namun ia mencurigai beberapa isolat yang mengandung komponen virus berbeda.

Soebandrio mengatakan bahwa rekombinasi antara dua gen virus sebenarnya terjadi sejak lama. Hanya saja, dengan semakin berkembang dan makin banyaknya varian SARS-CoV2, para peneliti berlomba menemukan mutasi genetik baru dari virus ini, hingga akhirnya ketemu satu varian terbaru Deltacron, yang membawa sebagian gen Delta dan sebagian Omicron.

Selain itu ia juga menekankan bahwa belum ada bukti bahwa varian baru ini lebih cepat menular daripada Omicron, atau seberapa parah gejala Deltacron menginfeksi sang pasien. Ini karena terbatasnya data akibat masih minimnya kasus Deltacron tersebut.

Jangan lengah meski Deltacron belum terdeteksi di Indonesia

Omicron harus menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia tentang bagaimana menghadapi Corona. Apa pun mutasi genetiknya, bagaimana pun parahnya virus itu menginfeksi manusia, waspada harus tetap ada. Masalahnya, Covid-19 pada sebagian orang bisa menjadi mematikan. Itulah mengapa masyarakat harus tetap waspada terhadap penyakit ini.

Waspada dalam hal ini adalah tetap menjaga protokol kesehatan. Akan lebih baik bila Anda tidak terinfeksi dan tidak menjadi pembawa virus yang bisa menginfeksi orang lain.

Untuk memastikan bahwa Anda nihil gejala Deltacron dan varian lain, lakukan tes swab PCR secara rutin di laboratorium terbaik, seperti di GSI Lab.

GSI Lab memiliki laboratorium penelitian berstandar Biosafety Level (BSL) 2+. Dengan fasilitas ini GSI Lab mampu melakukan pengujian sampel secara cepat dan akurat. Hasil tes pun juga bisa Anda dapatkan dalam waktu 12 sampai 24 jam setelah pengambilan sampel.

Sementara bagi masyarakat kurang mampu, manfaatkan program “Tes PCR Gratis untuk Masyarakat” demi menekan penularan Covid-19, terutama varian terbaru Deltacron, di Indonesia. Segera bergabung dengan melakukan pendaftaran secara online di  gsilab.id/id/swab-save/ kemudian lengkapi dokumen-dokumen untuk tes swab PCR gratis di GSI Lab.

BACA JUGA: Kasus Varian Deltacron Covid Muncul setelah Omicron, Apakah Itu?

Dengan waspada sejak dini, penularan bisa kita tekan seminimal mungkin sehingga impian untuk Indonesia yang bebas pandemi Covid-19 bisa terwujud secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *