Sebagian besar gejala penyakit jantung tidak terdeteksi dan tiba-tiba datang menyerang. Bahkan orang tersebut mungkin kelihatan sehat serta tidak tampak memiliki penyakit bawaan. Sangat disayangkan karena begitu banyak kasus sakit jantung yang datang mendadak ini, berujung membuat nyawa pasien tak tertolong.

Selain karena keluhan yang tak terdeteksi, juga penanganan yang terlambat. Kita memang perlu mengenali gejala dan penyebab penyakit yang menyerang organ vital manusia ini. Sebab sebagai salah satu silent killer, gangguan kesehatan ini bisa saja menunjukkan beberapa ciri yang tak kita sadari.

Pembahasan kali ini mengajak untuk mengenali gejala penyakit jantung dan faktor risiko yang membuat seseorang bisa mengalaminya. Selain itu, bagaimana cara yang baik untuk menangani serta mencegah gangguan kesehatan tersebut.

Gejala penyakit jantung ancaman semua usia

ilustrasi penyakit jantung
Sumber gambar

Sebelumnya, penyakit jantung seringkali berkaitan dengan ‘penyakit bapak-bapak’ karena umumnya menyerang orang dewasa pria. Namun, saat ini tren tersebut telah banyak bergeser. Pertanyaan seperti apakah usia 25 tahun dan 17 tahun bisa mengalami serangan jantung, jawabannya adalah bisa.

Meskipun sebenarnya masih jarang, tapi tidak sedikit kasus akibat gaya hidup yang menyebabkan semakin banyak orang di usia muda bisa terkena serangan jantung. Hal ini bisa muncul karena beberapa hal, seperti obesitas dan pola makan tidak terkontrol. Bahkan tidak obesitas, tetapi memiliki kecenderungan kolesterol tinggi bisa mengalami hal ini.

Selain itu akibat begadang dan stres. Tak banyak yang menyadari kedua hal yang berkaitan dengan kehidupan remaja dan dewasa tersebut, dapat menjadi penyebab terjadinya heart attack di usia muda. Risiko angina pada mereka yang begadang, bisa menyebabkan kematian mendadak akibat serangan jantung.

Sedangkan stres dari tekanan kerja, bahkan putus cinta, dapat menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung. Terdengar seperti hal yang berlebihan, tetapi kondisi pikiran memang bisa mempengaruhi kesehatan fisik seseorang.

Heart attack

Serangan jantung adalah kondisi yang bisa dengan atau tanpa gejala sebelumnya. Namun, dalam beberapa waktu sebelum serangan, ada ciri yang bisa kita amati. Penyebab terjadinya ciri ini adalah penyumbatan aliran darah karena plak di arteri. Keluhannya seperti:

  • Mengalami nyeri dada, bisa jadi terasa hingga ke lengan dan utamanya sebelah kiri.
  • Gelisah dan sesak nafas
  • Muncul keringat dingin
  • Mulai terjadi gangguan irama jantung
  • Nyeri di bagian ulu hati
  • Muncul rasa tidak nyaman di perut
  • Merasa lemas dan bisa jadi menyebabkan hilangnya kesadaran.

Kondisi serangan jantung seringkali terjadi mendadak (unrecognized myocardial infarction) dan tidak melihat usia atau bahkan lokasi. Segera cari bantuan medis bila tidak ada yang bisa memberikan pertolongan pertama pada serangan jantung.

Gejala penyakit jantung koroner

ilustrasi jantung koroner
Sumber gambar

Jantung koroner bisa menyebabkan serangan jantung mendadak, tetapi umumnya menunjukkan gejala. Tidak berbeda dari penjelasan sebelumnya, hal ini terjadi karena ada penyumbatan pembuluh darah akibat plak yang terbentuk. Hal ini bisa terjadi akibat pola makan dan gaya hidup lainnya.

Beberapa ciri yang sering muncul antara lain adalah keluhan nyeri dada seperti ada tekanan, rasa sesak nafas, mual dan juga keringat dingin. Hal ini mengakibatkan pasien merasa lemas dan perlu beristirahat karena termasuk penyakit yang bisa kambuh-kambuhan.

Penderita kondisi jantung koroner biasanya mendapatkan resep medis dan obat yang bisa pasien konsumsi dengan rutin dan sesuai dosis. Selain itu perlu menjaga kondisi agar tidak terlibat pada aktivitas dengan impuls atau impact yang berat. Misalnya olahraga yang berat, kabar mengejutkan dan stres.

Gangguan irama jantung (aritmia)

Jenis gangguan kesehatan jantung lainnya adalah pada irama atau biasanya kita kenal sebagai aritmia. Kelainan ini bisa terjadi sebagai dampak dari ketidakseimbangan elektrolit dalam darah, gangguan arteri atau gangguan pada otot jantung.

Gejala yang mengikuti kondisi ini agak mirip dengan penyakit jantung lainnya. Di antaranya adalah nyeri dada, degupan irama jantung yang tidak beraturan (bisa sangat cepat atau terlalu lambat), pada intensitas tertentu kondisi ini bisa menyebabkan penderita merasa kehabisan tenaga atau bahkan pingsan.

Kardiomiopati (lemah jantung)

ilustrasi lemah jantung
Sumber gambar

Jenis serangan jantung yang terjadi justru karena gangguan otot jantung yang menebal dan kaku. Mereka yang mengalami kondisi ini biasanya terlihat sangat normal dan tidak terlihat ada keluhan. Namun demikian ada beberapa tanda yang bisa kita temui, di antaranya seperti tangan yang sering basah atau berkeringat. Hal ini bukan gejala, melainkan hanya cirinya saja.

Sedangkan ketika kondisinya memburuk, dapat terjadi keluhan seperti pembengkakan di lengan atau kaki, rasa mudah lelah, palpitasi dan juga tidak sadarkan diri. Kondisi ini masih bisa di-boost dengan beberapa terapi kesehatan dan perubahan pola hidup menjadi lebih sehat.

Perikarditis

Tidak banyak yang mengetahui penyakit jantung satu ini, karena penyebabnya bukan kelainan organ atau pembuluh darah, melainkan infeksi bakteri. Karena itu, perikarditis menjadi jenis gangguan jantung yang salah satu gejalanya adalah demam Selain itu pasien bisa merasakan nyeri dada dan aritmia.

Perikarditis sangat memerlukan pertolongan medis yang tepat dan segera, sebab infeksi jamur, bakteri, virus atau kendala autoimun yang menyebabkan peradangan pada lapisan pelindung jantung ini bisa menyebabkan kematian jika terlambat atau salah penanganan Pasien bisa merasa tersiksa saat menarik nafas atau berbaring.

Gagal jantung

Salah satu penyakit jantung yang paling sering menyebabkan kondisi kritis adalah gagal jantung. Penyebabnya bisa karena lonjakan tekanan darah atau memiliki kondisi jantung koroner. Akibatnya, terjadi pelemahan organ tersebut dan menyebabkan kegagalan memompa darah ke seluruh tubuh.

Gejala pasien yang tengah mengalami kondisi ini adalah nafsu makan yang berkurang drastis, batuk dengan frekuensi sering yang terasa lebih parah di malam hari, perut mengalami pembengkakan, lemah dan mudah kecapekan hingga susah konsentrasi. Kondisi ini cukup serius bila pasien mengalami sesak nafas.

Bila menunjukkan gejala di atas, pasien perlu mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan secara berkala untuk mencegah perburukan kondisi. Hal ini termasuk kondisi yang cukup sensitif dan rawan perburukan. Gagal jantung bisa terjadi juga pada beberapa kondisi kritis penyakit lainnya. Seperti tidak sadarkan diri karena komplikasi, kecelakaan dan atau di tengah operasi.

Cara mencegah penyakit jantung

Gangguan organ jantung bisa terjadi karena beragam hal. Seperti kondisi bawaan, kelainan dan gaya hidup. Bila hal ini terjadi karena kondisi bawaan dan kelainan pada organ atau pembuluh darah, maka memeriksakan sejak dini dan melakukan kontrol teratur adalah hal yang bijak.

Sedangkan mencegah penyakit jantung karena gaya hidup, bisa menjadi langkah yang sangat baik. Sebab kita masih memiliki kendali dan kesadaran akan fungsi tubuh yang sehat sebelum sakit. Oleh karena itu, melakukan olahraga, mengatur pola makan dan istirahat teratur sejatinya bukan bentuk menyiksa diri. Melainkan justru ‘merayakan’ tubuh yang sehat dan memeliharanya.

BACA JUGA: Tentang Jantung Berdebar, Jenis, dan Penanganannya

Semoga artikel ini bermanfaat dan kenali gejala penyakit jantung ini karena mungkin saja kita bisa menyelamatkan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *