Selain masalah gigi, gusi sakit juga merupakan keluhan yang banyak terjadi. Seperti gusi bengkak, sariawan, gusi berdarah dan gingivitis atau peradangan pada gusi karena karang gigi.

Gusi termasuk sebagai jaringan lunak, sehingga bila terjadi masalah seperti sariawan saja bisa menimbulkan rasa sakit yang tidak nyaman. Hal ini juga akan mempengaruhi keleluasaan saat makan, bahkan tidur.

Lantas apa saja penyebab munculnya masalah pada gusi dan bagaimana kita mengobatinya? Simak penjelasan di bawah ini.

Penyebab utama gusi sakit

ilustrasi sakit gusi
Sumber gambar

Sebelum membahas dengan lebih detail, kita perlu mengetahui kenapa gusi bisa sakit. Kerap kali penyebabnya adalah masalah kebersihan area mulut atau bisa juga karena penurunan kondisi tubuh baik karena sedang tidak fit atau adanya penyakit. Dalam kondisi demikian bisa menyebabkan gusi mudah mengalami peradangan atau masalah.

Masalah karang gigi dan plak

Mulut sebagai pintu masuk makanan, juga melakukan proses cerna mekanik. Sehingga sangat memungkinkan adanya bakteri tertinggal atau bersarang bila tidak menjaga kebersihannya secara benar dan rutin. Dampak utama dari hal ini adalah kerusakan gigi, namun juga sangat bisa berpengaruh pada gusi, khususnya bila memiliki masalah karang gigi dan plak.

Gingivitis merupakan kondisi peradangan yang umum terjadi, gejalanya berupa pembengkakan, kemerahan dan rasa nyeri atau tidak nyaman. Namun karena keluhannya sangat mungkin untuk hilang seiring dengan waktu, menyebabkan orang kerap mengabaikannya. Padahal, gingivitis perlu mendapatkan perawatan, terutama bila ada karang dan plak.

Kondisi lanjutan dari gingivitis bila tidak tertangani dengan baik, bisa menyebabkan periodontitis yang membuat pembentukan kantong antara gusi dan gigi. Kelonggaran di antara keduanya ini bisa menyebabkan permasalahan lain seperti mudahnya kuman masuk, mudah berdarah, rawan terjadi peradangan.

Defisiensi nutrisi

Pola makan yang kurang baik dan tidak teratur bisa menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan asupan nutrisi yang masuk. Misalnya kurang vitamin C, vitamin D atau mineral penting lainnya.

Kekurangan vitamin dan mineral penting terdengar seperti hal biasa. Namun, ini juga bisa menjadi awal terjadinya beberapa penyakit. Yaitu gusi bengkak atau sariawan. Jaringan gusi juga bisa melunak dan sangat sensitif ketika kita kurang mendapatkan asupan zat gizi tertentu.

Pengaruh siklus hormonal

ilustrasi gusi bermasalah
Sumber gambar

Beralih ke penyebab lain yang umumnya terjadi pada perempuan, yakni gusi bermasalah karena pengaruh kondisi hormonal. Penyebab gejolak yang mempengaruhi siklus hormon biasanya adalah stres, haid atau pre menstrual syndrom (PMS). Meski tidak ada kaitan langsung, namun salah satu keluhan yang sering muncul di fase tersebut adalah gangguan gusi, seperti gusi bengkak.

Tumbuhnya gigi bungsu

Gigi bungsu atau wisdom teeth merupakan gigi yang paling akhir tumbuh. Kemunculan gigi ini biasanya pada masa remaja, sehingga menyebabkan nyeri hilang timbul yang musiman. Lumrahnya, gigi bungsu ini perlu tindakan pencabutan, tapi banyak orang yang tidak langsung melakukan pengambilan bagian tersebut.

Akhirnya bisa menyebabkan gusi terasa kebas atau bahkan nyeri, karena gigi mendesak gigi lainnya untuk bisa tumbuh. Gejala ini bisa terjadi dalam hitungan hari atau minggu, serta dapat terjadi pengulangan nyeri yang tidak terprediksi selama wisdom teeth ini tidak dicabut.

Penggunaan behel atau gigi palsu yang kurang tepat

Beberapa orang menggunakan behel untuk merapikan tatanan gigi atau gigi palsu untuk kebutuhan kesehatan dan penampilan. Namun, ada kalanya posisinya tidak pas dan hal ini bisa membuat masalah bagi gusi. Oleh karena itu, pilih layanan gigi palsu dan pembuatan serta pemasangan behel yang terpercaya.

Gejala gusi sakit

Gusi sakit bisa menunjukkan gejala yang ringan, sedang hingga serius. Umumnya, keluhan yang timbul saat sedang sakit pada area gusi adalah pembengkakan, peradangan atau tanda sariawan.

Untuk gejala yang sedang hingga serius, biasanya mengalami nyeri hingga berhari-hari, atau beberapa minggu, warnanya lebih merah atau tidak seperti gusi normal. bisa juga muncul benjolan atau kantong nanah. Bila terjadi demikian, maka perlu penanganan dari dokter, baik itu tindakan langsung untuk pembersihan atau menggunakan obat-obatan.

Penanganan pada masalah gusi

ilustrasi penanganan masalah gusi
Sumber gambar

Mengatasi masalah pada gusi tergantung dari keparahan atau gejala yang kita alami. Bila tidak menimbulkan nyeri yang mengganggu, bernanah atau pendarahan, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi keluhan:

  • Menyikat gigi dengan sikat yang lembut dan tekanan yang tidak terlalu kuat, khususnya pada area yang bermasalah.
  • Untuk mengimbanginya, gunakan obat kumur. Cairan gargle lebih efektif dalam membantu membersihkan ke sela gigi, gusi dan rongga mulut tak terjangkau oleh sikat. Selain itu, beberapa jenis obat kumur juga meredakan keluhan gusi.
  • Berkumur dengan air garam hangat. Lakukan maksimal 3 kali saja dalam sehari. Hampir sama dengan obat kumur, larutan garam dengan air hangat memiliki kemampuan untuk membersihkan bakteri dan mengurangi rasa sakit. Namun bila berlebihan, dapat merusak lapisan email gigi.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral. Seperti vitamin C, vitamin D dan mineral penting lainnya.

Sedangkan bila terjadi kondisi yang lebih serius, di mana gejala sangat mengganggu hingga terbangun saat tidur atau nyeri berkepanjangan dan tak tertahankan, segera datang ke rumah sakit atau dokter gigi. Pertolongan yang tepat dapat mencegah infeksi lanjutan.

Cara mencegah masalah pada gusi

Bila tidak ingin mengalami berbagai problem mulut dan gusi seperti di atas, tentunya kita perlu melakukan pencegahan. Beberapa usaha yang bisa kita lakukan adalah:

  • Menyikat gigi dengan sikat yang lembut dan gerakan yang tidak terburu-buru atau terlalu kuat.
  • Melakukan kumur secara rutin untuk mencegah masalah seperti sariawan atau gusi bengkak karena plak.
  • Memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali dan mengatasi karang gigi atau plak sejak dini.
  • Mengonsumsi makanan bergizi, hindari makanan dengan rasa yang ekstrem seperti terlalu pedas, manis atau teksturnya keras.
  • Mengelola stres, cukup istirahat dan olahraga.

BACA JUGA: 8 Pemicu Gusi Bengkak yang Sering Terjadi

Gusi sama pentingnya dengan gigi. Jangan sampai permasalahan kecil yang bisa kita atasi sejak dini, terabaikan dan menjadi masalah mulut yang mengganggu kepercayaan diri serta produktivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *