Istilah hamstring adalah otot berjumlah tiga buah yang posisinya berada di belakang paha. Olahragawan, penari atau mereka yang sering beraktivitas fisik menggunakan kaki, mungkin sudah tidak asing dengan istilah ini.

Ketiga otot hamstring adalah semimembranous, semitendinosus, dan otot biseps femorister. Meski posisinya berada di paha, sebenarnya otot ini ada mulai dari pinggul hingga ke bawah lutut. Hal ini karena fungsinya yang lebih banyak bekerja saat kita melibatkan lekukan lutut. Seperti melompat, berlari, gerakan menghentak dan berpindah cepat seperti yang kadang atlet badminton lakukan

Adapun permasalahan yang sering terjadi adalah cedera hamstring. Hal ini terjadi karena pada kondisi di mana para otot bekerja lebih keras dari kapasitasnya. Bila cukup parah, cedera ini bisa memerlukan tindakan operasi.

Untuk mengenal lebih lanjut mengenai hamstring dan seluk-beluknya, kita bahas lewat penjelasan di bawah ini.

Otot hamstring adalah bagian penting

ilustrasi melakukan peregangan hamstring
Sumber gambar

Kita telah membahas definisi hamstring di atas. Di mana ada tiga otot yang bekerja untuk membantu kita melakukan gerakan pegas atau menekuk. Hamstring bekerja ekstra bila gerakan tersebut melibatkan lutut.

Melompat, memanjat dan berlari, membutuhkan peran ketiga otot ini. Sangat penting untuk melakukan pemanasan dan persiapan otot secara keseluruhan sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan gerakan intense. Misalnya dance, olahraga atau panjat tebing. Selain itu, sebaiknya juga mengira-ngira dalam mengeluarkan energi dan melakukan gerakan.

Namun, ada kalanya saat beraktivitas, tubuh bergerak lebih cepat dan reflek daripada pikiran kita. Sehingga koordinasi tubuh dan otak mungkin tidak sempat berlaku dengan baik. Pada kondisi ini, sangat mungkin terjadi cedera.

Cedera hamstring

Otot hamstring yang agak kita paksakan, bisa mengalami cedera. Kejadian ini banyak terjadi misalnya pada orang yang melakukan gerakan tari intense atau kebanyakan pada atlet di tengah sesi olahraga. Gerakan yang bisa memicu hamstring adalah lari, hentakan, lompatan yang reflek dan gerakan lain yang menggunakan lutut.

Merupakan cedera yang umum, tapi juga sebaiknya tidak kita remehkan. Otot bisa robek sedikit, separuh atau benar-benar robek di mana hal ini membutuhkan operasi untuk pemulihannya. Untuk cedera level 3 di mana membuat robeknya otot cukup besar, bisa menghabiskan waktu mingguan atau bulanan untuk bisa sembuh kembali. Karena itu, cedera hamstring cukup menjadi momok bagi beberapa kalangan, seperti olahragawan.

Gejala cedera pada hamstring adalah sebagai berikut

ilustrasi cedera hamstring
Sumber gambar

Cedera hamstring bergejala sesuai dengan keparahan kondisinya. Bila tergolong ringan, di mana otot hanya robek sedikit, kita sudah bisa merasa kaki sulit dan sakit untuk bergerak. Pada kondisi menengah yang menyebabkan ada paruh robekan di otot , rasa sakitnya lebih intense. Paha belakang bisa menunjukkan kondisi memar atau bengkak.

Sedangkan pada cedera parah, di mana otot benar-benar robek, penderitanya akan merasakan sakit yang sangat signifikan, di mana kaki sudah tidak bisa dipaksakan untuk bergerak. Ada memar dan bengkak, serta rasa seperti ‘meletus’ karena adanya otot yang robek.

Salah satu cara melihat keparahan gejala adalah ketika orang yang mengalami cedera tidak bisa berjalan dengan dua kaki, lebih dari 3-4 langkah. Bila hal ini terjadi, maka cedera tersebut tidak bisa hanya pemulihan di rumah.

Pengobatan dari non bedah hingga operasi

ilustrasi kompres hamstring
Sumber gambar

Untuk mengatasi hamstring, ada beberapa cara penanganan sesuai kondisi. Bila tidak terlalu parah. kita bisa melakukan terapi penyembuhan non bedah yang sebutannya adalah RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation).

Rest artinya pasien perlu beristirahat dari rutinitas menggunakan kakinya secara intense. Misalnya latihan, pertandingan, berlari, meloncat dan gerakan yang memberi beban lainnya.

Ice yaitu dengan mengompres untuk meredakan nyeri, ketegangan dan inflamasi yang terjadi. Sebaiknya es menggunakan pelapis tertentu, sehingga tidak kontak langsung dengan otot.

Compression adalah tindakan membalut dan melapisi kaki sebelum kompres. Cara ini juga bisa mencegah perburukan pembengkakan pada kaki. Sedangkan Elevation adalah memposisikan kaki lebih tinggi saat istirahat, sambil menyisipkan bantal di bawah paha.

Selain RICE, kemungkinan pasien akan menjalani terapi bila kondisinya lebih baik. Terapi fisik bertujuan untuk menjaga dan mengembalikan kelenturan otot.

Untuk kondisi yang lebih berat, umumnya pasien akan disarankan mendapat perawatan dengan bedah atau operasi. Tujuannya untuk mengembalikan posisinya, membuang parut dan menjahit bagian yang robek. Setelah bedah, pasien memerlukan RICE dan terapi fisik untuk bisa pulih kembali.

Cedera hamstring hampir sama dengan kecelakaan, di mana kejadiannya tidak bisa kita prediksi. Namun, ada beberapa kiat untuk bisa meminimalisir terjadinya risiko kondisi tersebut.

Pastikan kita melakukan peregangan dan latihan yang sesuai proporsinya. Sehingga kelenturan otot terjaga. Pada saat berlatih atau menggunakan otot kita, hindari untuk memaksakan diri atau melakukan gerakan yang sangat tiba-tiba, sebab pada keadaan inilah cedera kerap terjadi.

BACA JUGA: Apa Itu Fisioterapi? Kenali Manfaatnya di Sini

Berikutnya, konsumsi air putih dengan jumlah yang cukup akan sangat membantu menghidrasi otot. Di samping itu, tentunya adalah konsumsi makanan dengan gizi yang baik, agar unsur yang otot, sendi dan tulang perlukan terpenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *