Bagi pasangan suami istri, situasi Covid-19 ini bisa sangat menantang. Pasalnya, sempat ada anjuran untuk membatasi hubungan intim, karena situasi faskes yang juga belum kondusif. Kaitannya adalah dengan penularan dan potensi kehamilan yang mengharuskan kita mengunjungi dokter atau rumah sakit. Namun, bagaimanapun pasutri memiliki kebutuhan sex yang harus dipenuhi dan cukup berat menunggu situasi wabah yang angka positif nya tak kunjung mereda.

Pertanyaan apakah boleh berhubungan sex di tengah pandemi dengan angka positif terus meningkat menjadi salah satu yang paling sering diajukan. Karena ada cukup banyak situasi yang membuat pasangan suami istri ragu untuk berhubungan badan, antara lain adalah :

Salah satu atau kedua pasangan sex, positif Covid-19

Bila keduanya positif, sebenarnya tidak masalah berhubungan intim. Namun perlu memperhatikan beberapa hal, yakni dalam kondisi tidak ada keluhan kesehatan, mandi sebelum melakukan hubungan dan menggunakan masker (menghindari berciuman).

Apabila salah satu saja yang positif, maka tidak diperbolehkan berhubungan badan. Karena hal ini meningkatkan risiko penularan, sekalipun dalam kondisi OTG. Untuk meminimalisir kekecewaan, sebaiknya pasangan saling berkomunikasi agar fokus pada penyembuhan dan memahami bahwa hal ini demi kebaikan serta keselamatan bersama.

Salah satu atau keduanya bekerja di lingkungan tinggi risiko Covid-19

Jika pasutri sama-sama bekerja di luar atau pada lingkungan yang tinggi risiko penularan. Pastinya untuk pulang ke rumah, diperlukan kewaspadaan tinggi. Demikian pula dengan kondisi ketika akan berhubungan badan. Kondisi ini memang bisa menimbulkan keragu-raguan yang besar.

Hubugan sex dengan pasangan positif covid

Protokol kesehatan: Sebenarnya tidak menganjurkan berhubungan intim, namun bila terpaksa, maka pastikan tidak ada keluhan kesehatan di antara suami istri. Kemudian mandi sebelum melakukan sesi hubungan suami istri dan tetap menggunakan masker (menghindari berciuman).

Pasutri ragu terpapar atau tidak namun belum melakukan swab test

Misalnya pasutri jarang keluar rumah, tidak juga bekerja di lingkungan yang infeksius (mayoritas kerja dari rumah), tapi salah satu atau keduanya baru saja menghadiri kegiatan sosial berkerumun. Hanya saja, pasangan ini belum melakukan swab.

Disarankan untuk melakukan swab test lebih dahulu sebagai upaya mencegah penularan Covid-19. Sebenarnya tidak dianjurkan untuk meloloskan aktivitas hubungan intim, karena bisa berisiko terpapar atau menularkan pada pasangan kita. Jika memang mendesak sekali untuk berhubungan intim, maka ikuti protokol kesehatan seperti poin sebelumnya.  

Hubungan sex sesudah sembuh dari positif Covid-19

Pastikan sudah melewati masa isolasi mandiri, sudah tidak ada gejala dan sama-sama sehat. Untuk mereka yang mengalami Long Covid, kurang dianjurkan melakukan hubungan suami istri. Kondisi ini sudah tidak menularkan, tapi cenderung membuat mantan penyintas Covid-19 tersebut mudah lelah sehingga staminanya kurang prima.

Perlu diketahui juga bahwa Covid-19 tidak menular melalui sperma maupun cairan vagina. Kendati demikian, hubungan intim membuat dua orang menjalin kontak erat berupa sentuhan dan berciuman, yang mana menjadi sarana transfer virus dan droplets.

BACA JUGA: Mengenal Long Covid, Gejala Sisa yang membuat Pasien Corona Dikira Menulari

Konsultasikan dengan dokter bila kita ingin melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Hal ini untuk mengetahui seberapa boleh atau seberapa tinggi risiko penularan yang mungkin ditimbulkan. Konsultasi ini berlaku juga bila kita bukan hanya memenuhi nafkah lahir, tapi juga promil (program kehamilan). Karena mempertimbangkan kondisi ibu dan janin selama pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *