Kabar Omicron WHO akhir-akhir ini sangat jadi perhatian masyarakat. Serangan pandemi yang seperti roller coaster jadi penyebabnya.

Sebelum akhir tahun lalu, masyarakat Indonesia sempat berbangga diri karena pandemi Covid-19 seperti akan segera berakhir. Tapi tak berapa lama kemudian, hadirlah varian baru bernama Omicron yang terdeteksi pertama kali di Afrika bagian selatan.

Penyebaran Omicron begitu masif sehingga membuat dunia panik kembali. Meski gejala-gejalanya tak separah varian-varian sebelumnya, WHO menyatakannya sebagai variant of concern. Walau pun kali ini pemerintah lebih waspada, Omicron tampaknya jauh lebih kuat menembus garis batas negara hingga akhirnya muncul penularannya yang pertama kali terdeteksi di Jakarta di awal Januari lalu.

Kini Omicron ada di tengah-tengah masyarakat. Berbaur, bercampur, dan berpindah-pindah dari satu orang ke orang lain. Berbagai pelanggaran protokol kesehatan, terutama dari sektor hiburan dan pariwisata membuat persebaran Omicron di Indonesia begitu cepat, meroketkan angka-angka di grafik penularan varian bernama B.1.1.529 ini.

Apa kabar Omicron WHO terbaru?

[Sumber gambar]
Kabar Omicron WHO menjadi yang paling dinanti. Organisasi kesehatan dunia tersebut menjadi sumber dari segala sumber pemberitaan Covid-19 varian B.1.1.529 ini. Seluruh dunia instruksi-instruksi dari WHO demi meminimalisir penyebaran Omicron.

Di Indonesia sendiri, varian Omicron sudah tersebar luas. Ribuan orang terjangkit setiap harinya sehingga mau tak mau membuat banyak orang khawatir dengan keselamatan mereka. Salah satu kabar yang cukup mengkhawatirkan dari kabar Omicron WHO terbaru adalah bahwa adanya kemungkinan munculnya varian turunan dari Omicron.

WHO mencurigai adanya subvarian Covid-19 Omicron

Ada kabar Omicron WHO yang kurang mengenakkan bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Di tengah harapan pulihnya Bumi dari pandemi, muncul pernyataan dari ilmuwan WHO, Dr. Nicksy Gumede-Moeletsi, yang menyebutkan bahwa sudah ada subvarian dari virus Covid 19 Omicron bernama BA.2.

Meski identifikasinya masih sulit, namun kemungkinan ‘Son of Omicron’ ini terus meluas ke berbagai negara. Nicksy menjelaskan, penelitian tentang BA.2  masih sulit dilakukan. Para ilmuwan masih mencari cara terbaik agar tidak gagal dalam melakukan tes untuk membedakan Omicron dan varian-varian lainnya. Hal ini membuat WHO bergantung pada lembaga atau laboratorium penelitian lain demi menemukan gambaran yang pas tentang penyebaran BA.2.

Omicron BA.2 sudah menyebar ke lebih dari 40 negara

[Sumber gambar]
Pada kabar Omicron WHO terbaru, BA.2 disebut sudah menyebar ke lebih dari 40 negara. Bahkan Denmark sudah memiliki nama khusus bagi varian turunan tersebut, yaitu ‘Omicron Siluman’ dengan jumlah kasus yang lebih banyak ketimbang varian Omicron asli (BA.1).

Selain di Denmark, Omicron BA.2 ini juga terdeteksi di lima negara Afrika, yaitu Kenya, Botswana, Afrika Selatan, Senegal, serta Malawi. Reuters melaporkan  di awal Februari lalu varian BA.2 sudah menyumbang 23 persen dari 450 sampel yang diambil di bulan Januari. Sementara sisanya sebanyak 75% merupakan sampel yang mengandung Omicron biasa.

Apa kabar virus Corona di Indonesia?

Selain kabar Omicron WHO terbaru, wajib buat Anda untuk mengetahui bagaimana situasi pandemi di negeri sendiri. Sebagai catatan, kasus penularan virus Covid-19 di Indonesia tergolong masih tinggi. Hingga 15 Februari 2022 tercatat ada tambahan 57.049 kasus baru sehingga total kasus positif Corona hingga saat ini menjadi 4.901.328.

Dari keseluruhan kasus tersebut, sebanyak 134 kasus berakhir dengan meninggalnya pasien penderita. Ini berarti 145.455 nyawa tak terselamatkan akibat infeksi virus Covid-19 dari berbagai varian. Sementara untuk jumlah pasien sembuh bertambah menjadi 26.747 orang menjadi sebanyak 4.349.848 orang.

Tak perlu khawatir berlebihan

Pemerintah, melalui Koordinator PPKM Jawa-Bali, mengatakan bahwa masyarakat tak perlu khawatir berlebihan terhadap naiknya kasus Covid-19. Dikatakan bahwa sebenarnya kenaikan Omicron ini tak lebih parah dari varian Delta.

Meski begitu ia mengingatkan bahwa pemerintah tidak pernah menganggap enteng Covid-19. Dengan data yang ada, masyarakat sebaiknya mengetahui bahwa persebaran Covid-19 saat ini lebih baik ketimbang sebelumnya. Meski begitu ia mengatakan bahwa masyarakat harus tetap hati-hati menghadapi perilaku Omicron.

Warga yang sudah suntik vaksin Corona bisa beraktivitas seperti biasa

[Sumber gambar]
Koordinator PPKM Jawa-Bali mengatakan bahwa masyarakat yang sudah mendapatkan dosis lengkap vaksin Covid-19 bisa beraktivitas seperti biasa. Ia mengingatkan bahwa kasus mayoritas pasien yang meninggal akibat virus ini belum mendapatkan vaksinasi.

Selain itu, data lain juga menyebutkan bahwa penderita yang mengalami gejala parah hingga meninggal dunia memiliki riwayat komorbid (penyakit penyerta) atau karena faktor lanjut usia.

Warga diminta tak perlu khawatir berlebihan. Orang-orang yang sudah divaksinasi COVID-19 secara lengkap dan tidak punya penyakit bawaan tetap bisa jalan-jalan.

Menengok dari fakta tersebut, disimpulkan bahwa masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin, sudah dua kali, sudah booster, dan tidak memiliki komorbid bisa beraktivitas seperti biasa. Ia berharap warga Indonesia tak perlu khawatir berlebihan terhadap Covid-19. Faktanya, bila masyarakat terlalu khawatir, banyak sektor-sektor vital negara yang akan terganggu. Salah satu yang paling penting adalah sendi-sendi ekonomi bangsa.

Tips hindari Covid-19 saat beraktivitas seperti biasa

Melihat dari kabar Omicron WHO terbaru dan pernyataan dari Koordinator PPKM Jawa-Bali, masyarakat bisa beraktivitas di luar ruangan. Namun begitu, Anda harus tetap waspada terhadap penularan virus Corona dengan beberapa langkah di bawah ini.

Pakai masker dan cuci tangan

Ukuran virus Covid-19 yang sangat kecil membuat makhluk ini bisa terbang dan hinggap di mana saja. Karena itu, untuk Anda yang memutuskan untuk tetap beraktivitas di luar ruangan, kenakan masker untuk mencegah masuknya virus lewat saluran pernapasan.

Selain itu pastikan tangan selalu dalam kondisi bersih. Rajinlah mencuci tangan, minimal 20 detik dengan membersihkan setiap sisi tangan Anda.

Sebisa mungkin hindari menyeka wajah

Walau pun sudah mencuci tangan dan menggunakan hand-sanitizer, sebaiknya jauhkan tangan dari wajah. Ukuran virus Corona-19 yang sangat kecil membuat mata biasa tak bisa melihatnya. Karena tangan juga merupakan alat untuk berinteraksi dengan orang atau benda lain, besar kemungkinan organ ini akan terkontaminasi virus terlebih dahulu. Untuk itu, hindari menyeka atau menyentuh wajah Anda dengan tangan.

Hindari kontak fisik dan jauhi kerumunan

Jangan lupa untuk selalu patuh pada protokol kesehatan. Salah satu poinnya adalah menjaga jarak dan menghindari kontak fisik. Meski terkesan sombong dan jauh dari kebiasaan masyarakat Indonesia, meminimalisir penularan Covid-19, terutama Omicron sebaiknya menjadi prioritas utama demi menurunkan pandemi di negeri ini.

Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI

Selain ketiga cara di atas, selalu pastikan bebas dari kontaminasi virus Covid-19. Lakukan tes PCR sesering mungkin , terutama sesudah melakukan aktivitas yang ‘memaksa’ Anda berdekatan dengan orang lain.

Untuk kemudahan melakukan tes PCR, kunjungi GSI Lab terdekat. Dilengkapi dengan laboratorium berstandar Biosafety Level (BSL) 2+, GSI memberi layanan dengan hasil tes yang cepat dan akurat. Tersedia juga layanan home service, yaitu pengambilan sampel di rumah atau kantor.

Bagi warga kurang mampu, ikuti program #SwabAndSaveIndonesia dari GSI untuk dapatkan tes swab PCR gratis dari GSI Lab. Kunjungi dan daftarkan diri di gsilab.id/id/swab-save/.

BACA JUGA: Gejala Virus Corona Menurut WHO

Dengan tanpa mengurangi kewaspadaan, saatnya untuk mulai kurangi kekhawatiran terhadap bahaya Covid-19. Kembali beraktivitas seperti biasa dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, serta melengkapi imun tubuh dengan mendapatkan dosis vaksin lengkap, plus booster.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *