Sejak awal kemunculan virus Covid-19, banyak orang berspekulasi tentang bahaya penyakit ini. Ada yang bilang seperti flu biasa, ada yang mengatakan ini lebih berbahaya dibanding tahun 2021.

Mutasi corona varian delta memang tidak main-main menunjukkan dampaknya. Juni dan Juli 2021 menjadi waktu terburuk yang menunjukkan angka penularan dan bahkan kematian besar-besaran di Indonesia. Faskes kolaps, dan cukup banyak nakes yang kewalahan, bahkan meninggal dunia.

Virus varian delta ini memang memiliki beberapa karakter yang perlu kita ketahui. Pertama, dia memang lebih menular dan lebih kuat. Yang kedua, virus ini bisa bertahan beberapa lama di udara, terutama ruang tertutup. Yang ketiga, potensi penularan varian virus ini bisa sesederhana saat kita berpapasan.

Berapa kecepatan virus ini menular? Hanya dalam 5-10 detik saja, menurut beberapa kasus yang sudah terjadi. Seperti penelaahan oleh Dr. Kerry Chant atas klaster di Bondi Junction Australia dan Lara Herrero yang merupakan ahli virologi Griffith University.

Westfield Bondi Junction - Our Portfolio | Scentre Group
Klaster penularan di Bondi Junction, NSW, Australia. Sumber: Scentre Group

Bahkan menurut Lara, strain Covid Delta ini sudah berbeda dengan strain pertama dari Wuhan yang tidak menular secepat itu. Dr. Mike Ryan yang merupakan direktur eksekutif program kedaruratan dan kesehatan WHO juga mengatakan bahwa risikonya cukup besar bagi mereka yang memiliki kondisi rentan Karena gejalanya bisa lebih parah dan menimbulkan kematian.

Ada beberapa cara agar kita bisa mencegah risiko tersebut, tapi dengan jalan yang memang sangat menghindari faktor penularannya.

Menjauhi kerumunan dan menghindari keluar rumah

Stay at home atau membatasi keluar rumah memang menjadi cara paling efektif dengan risiko kecil. Hal ini memang tak selalu bisa dilakukan semua orang. Karena lapisan masyarakat memiliki variasi kebutuhan untuk mencari nafkah dan mobilitas lainnya. Maka, kita bisa mencoba cara yang kedua.

Menggunakan masker

Masker adalah senjata utama yang lebih efektif. Kita bisa menggunakan satu masker KF 94 atau 95, atau double masking antara masker medis dan masker kain. Cara ini melindungi kita dari paparan strain virus yang bisa terhirup atau masuk melalui mukosa hidung dan mulut.

Mencegah kelelahan

Hindari aktivitas yang membuat kita kelelahan atau rawan sakit. Misalnya konsumsi es berlebihan, kerja berlebih tapi kurang tidur, menghadapi banyak stresor dan sebagainya. Sebab hal ini bisa membuat daya tahan tubuh dan psikologis menurun. Lakukan istirahat dan konsumsi makanan sehat, ini jauh lebih baik dari membayar mahal vitamin dan suplemen. Sebab tubuh kita juga memiliki mekanisme pertahanannya sendiri.

Olahraga

Aktivitas fisik 30-45 menit sehari, 5 kali seminggu, membantu metabolisme kita aktif. Sehingga, ketika ada gangguan penyakit dari luar, pertahanan imunitas kita tidak mudah keok dan potensi harus dirawan di rumah sakit lebih rendah.

Sadar diri

Jika memiliki komorbid atau penyakit bawaan, sadarilah bahwa kita termasuk yang rentan. Maka, lakukan hal-hal di atas untuk menjaga diri. Karena menjaga diri kita sendiri bisa mencegah dari keadaan yang lebih buruk, bahkan melibatkan lebih banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *