Makan nasi memang sudah jadi makanan pokok orang Indonesia. Bahkan, tidak jarang kita mengonsumsinya baik untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Namun, kita tetap harus memerhatikan apa yang kita makan bersamaan dengan nasi putih, lho!

Nasi dikenal sebagai sumber karbohidrat yang nantinya tubuh dapat mengolah menjadi energi. Nah, ternyata, perpaduan makanan kita seringkali merupakan kombinasi karbohidrat dan cenderung kurang asupan serat serta vitamin dan mineral penting.

Saat mengonsumsi nasi bersamaan dengan makanan berikut akan menimbulkan efek tertentu. Beberapa efek yang timbul seperti masalah gangguan kesehatan dan tubuh bisa saja terjadi akibat konsumsi nasi dan makanan tersebut. Apa saja makanan itu? Mari simak tulisan berikut.

Mie instan

Pasti sering terjadi terutama bagi kaum milenial, atau anak kost makan mie instan bersamaan dengan nasi. Sebaiknya kamu mulai mengurangi atau bahkan berhenti mengkonsumsi dua makanan tersebut secara bersamaan. Ini karena mie instan memiliki kandungan karbohidrat yang berasal dari tepung olahan.

[sumber gambar]
Ketika ditambahkan dengan nasi, ini berarti kita makan karbohidrat dua kali lipat lebih banyak. Kebiasaan ini akan membuat tubuh kita terisi karbohidrat secara berlebihan dan akan diubah menjadi gula. Tubuh akan kekurangan zat gizi lain, seperti mineral, vitamin, protein, dan lemak yang harusnya terpenuhi. Selain itu jenis makanan tinggi karbohidrat lain bersamaan dengan nasi, seperti kentang, ubi, dan jagung.

Jika menyukai kombinasi kedua makanan ini, sebaiknya imbangi dengan serat dari buah dan sayur, olahraga dan gerak produktif. Dan tentunya tetap membatasi konsumsi 1-2 kali sebulan saja.

Daging merah

[sumber gambar]
Perpaduan nasi dan daging merah, berpotensi menjadi sumber penyakit bagi banyak orang. Terutama jika kedua makanan ini dikonsumsi secara bersamaan dalam waktu yang berulang-ulang. Nasi sebagai karbohidrat dan daging merah yang merupakan jenis protein hewani, cukup berat proses pencernaannya.

Efek yang bisa cepat kita rasakan adalah sering timbul rasa mengantuk. Tapi, ada juga peluang untuk terkena diabetes akan menjadi semakin tinggi. Ada baiknya kita mengombinasikan dengan jenis protein lainnya, seperti telur, tahu dan tempe atau ikan-ikanan, serta sayur mayur.

Gorengan

Bagi sebagian orang bakwan jagung, bala-bala, tahu isi dan berbagai gorengan lain memang enak jika dikonsumsi bersamaan dengan nasi putih. Namun, makan nasi putih bersamaan dengan gorengan dengan intensitas terlalu sering, bisa memicu perubahan besar. Di antaranya tinggi kolesterol, gula darah, hingga peningkatan berat badan secara signifikan yang bisa menyebabkan obesitas.

[sumber gambar]
Berbagai jenis gorengan memiliki lemak jenuh yang tinggi. jika dikonsumsi secara berlebihan, ini bisa meningkatkan kolesterol jahat pada tubuh. Masalah yang akan timbul akibat hal ini seperti rentan terkena serangan jantung.

Selain itu karena bahan dasar gorengan adalah tepung terigu. Ini artinya makanan yang digoreng ikut menambahkan karbohidrat yang membuat kita tinggi berisiko terkena diabetes. Lauk bertepung dan digoreng memang banyak disukai di Indonesia, namun karsinogenik dari penggorengan ini juga bisa memicu munculnya kanker.

Jika kombinasi makanan di atas adalah kesukaan kita, bukan berarti tidak boleh memakannya. Sesekali memang lidah kita ingin comfort food. Cukup batasi konsumsinya. Fokus pada melengkapi asupan yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin, mineral, serat dan cairan.

Jangan lupa berolahraga dan bergerak aktif, agar kalori yang masuk tidak menumpuk menjadi lemak. Dengan melakukannya, kita akan terhindar dari efek samping seperti mudah mengantuk, mudah lelah, merasa pengap, kolesterol tinggi hingga risiko diabetes.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *