Ikan lele atau  dalam bahasa latin Clarias batrachus, merupakan ikan yang cukup populer sebagai lauk di Indonesia. Olahan ikan lele memiliki harga terjangkau hingga mudah sekali kita temui di setiap warteg yang ada.

Namun, tahukah kamu bahwa mengonsumsi ikan lele ternyata memberi kita berbagai manfaat. Lantas, apa saja manfaat yang diberikan oleh ikan satu ini? Mari kita simak ulasannya hingga tuntas!

Ikan berwarna gelap ini memiliki sungut dan tubuh yang memiliki lapisan lendir. Lendir tersebut berfungsi sebagai pelicin saat bergerak di luar air. Spesies ikan air tawar ini berasal dari Asia Tenggara dan memiliki nama internasional walking catfish, sebab kemampuannya bergerak dan berpindah di daratan. Ikan ini banyak dijumpai pada kolam, rawa, sungai, dan sawah.

Mengatasi stres pada lansia

Kendati lele sebenarnya termasuk makanan yang belum tentu disukai semua orang, ternyata ikan ini memiliki manfaat dalam menunjang kesehatan syaraf dan otalk. Dalam sebuah penelitian oleh Journal of Nutritional Science and Vitaminology tahun 2020, minyak ikan lele yang diperkaya kapsul omega-3 ternya berpengaruh pada stres oksidatif dan fungsi kognitif pada orang tua. Orang tua atau lansia yang berjumlah 29 dalam sebuah studi berusia di atas 60 tahun dan mengalami dyslipidemia.

[sumber gambar]
Tiga kelompok lansia ini mendapat minyak ikan komersial, minyak kedelai dan minyak lele yang diperkaya omega-3. Dengan dosis 1.000 mg per hari selama 3 bulan. Hasilnya, minyak ikan lele yang diperkaya omega-3 mampu menurunkan kadar malondialdehyde secara signifikan. Hasil ini menunjukkan kalau kandungan tersebut mampu membantu perbaikan stres oksidatif dan fungsi kognitif pada orang tua dengan lebih baik.

Menghambat kolesterol jahat

Ternyata mengonsumsi ikan lele juga memberi pengaruh pada kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat. Menurut penelitian pada Jurnal Gizi dan Pangan tahun 2017 menganalisis subjek yang dibagi menjadi dua kelompok, pertama diberi minyak ikan lele 1.000 mg per hari dan kelompok dua tidak sama sekali.

[sumber gambar]
Sebelum dan sesudah intervensi menjalani pengukuran profil lipid. Hal tersebut menunjukkan mengonsumsi minyak ikan lele selama 60 hari menunjukkan skor LDL dan kolesterol total menjadi lebih rendah. Angka ini akan meningkat secara signifikan terutama setelah minyak ikan lele diperkaya dengan omega-3.

Mengandung asam omega-3

Selama ini kita hanya berpikir omega-3 hanya ada pada ikan mahal, seperti salmon, tuna, makarel, atau haring, ternyata ikan lele juga mengandung senyawa ini. Dalam 100 gram ikan lele fillet ditemukan mengandung sekitar 237 mg omega-3. Jumlah ini sama dengan 15-20 persen kebutuhan harian omega-3 pada orang dewasa. Omega-3 pada tubuh dapat mencegah berbagai penyakit seperti kardiovaskular, serta mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Tinggi fosfor, lisin, dan leusin

Dalam sebuah daftar analisa bahan makanan yang ditulis oleh Dra. Oey Kam Nio yang terit pada tahun 1992 menjabarkan secara detail kandungan gizi pada ikan lele. Per 100 gram fillet ikan lele mengandung:

  • 116 mg fosfor
  • 85 mg vitamin A
  • 0,1 mg vitamin B
  • 34 mg kalsium
  • 18,2 gram protein
  • 2,2 gram lemak
  • 1,5 gram mineral
  • 0,2 mg besi

Terbukti bahwa nilai fosfor pada ikan lele lebih tinggi dibanding telur yang hanya 100 mg. Selain fosfor, ikan lele juga kaya dengan leusin  (C6H13NO2), yakni  asam amino esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak. Lebih lagi, menjaga keseimbangan nitrogen, dan pembentukan protein otot. Lisin pada ikan lele juga dapat membantu perbaikan jaringan, membantu penyerapan kalsium, dan memelihara massa tubuh agar tidak terlalu berlemak. Fungsi lainnya juga dapat menghasilkan hormone, antibodi, enzim pembentuk kolagen, serta melindungi anak dari virus herpes.

Sumber protein yang baik

Ikan lele mengandung protein yang dapat meningkatkan efektivitas fungsi kekebalan pada tubuh dan membantu membangun massa otot dengan olahraga rutin. Ikan lele mengandung protein sebesar 15,6 gram per ekor. Selain protein lele juga mengandung vitamin B12 yang baik dalam pembentukan darah, sistem saraf, dan fungsi otak. Ikan lele juga memiliki kandungan merkuri yang lebih sedikit dibandingkan dengan ikan laut.

BACA JUGA: Wajib Tahu, Pertolongan Pertama Keracunan Makanan Saat Wisata Kuliner

Merkuri sendiri dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Itu semua adalah berbagai manfaat yang diberikan ikan yang memiliki harga terjangkau. Selalu ingat untuk mengonsumsi ikan lele dengan porsi yang pas, tidak dalam jumlah berlebihan, serta diolah dengan proses minimal, agar mendapatkan segala manfaatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *