Berapa lama masa penularan Omicron? Pertanyaan ini pasti muncul di kepala ketika seseorang merasa kalut setelah bertemu orang lain yang positif Corona.

Meski bergejala ringan, varian Omicron tetap bikin panik banyak orang. Penyebarannya yang luar biasa cepat membuat angka penularan meroket tajam. Tak hanya masyarakat sipil, pemerintah pun juga pontang-panting mengatur kebijakan demi mempertahankan berbagai sendi-sendi bangsa.

Omicron berbeda dengan varian Covid pendahulunya. Walaupun gejala ringan, namun virus ini punya kemampuan untuk menghindari vaksin, serta bisa menginfeksi ulang. Beruntung, sebagian besar orang sudah mendapatkan vaksin hingga kedua sehingga mempersempit kemungkinan gejala yang parah.

Meski semakin banyak negara melonggarkan kebijakan, terutama dalam menekan tingkat penularan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus mengingatkan kita semua agar selalu waspada. Omicron masih tetap merupakan ancaman yang bisa mengakibatkan kematian bagi penderitanya, terutama untuk mereka yang memilih untuk tidak mendapatkan vaksinasi.

Bagaimana cara waspada terhadap masa penularan Omicron?

Dengan longgarnya kebijakan, terutama untuk isolasi mandiri bagi mereka yang sebelumnya positif Covid-19, masyarakat pun dituntut untuk semakin waspada. Sangat penting untuk mengetahui berapa lama masa penularan Omicron agar Anda memiliki standar yang jelas apakah merasa tertular Covid-19 atau tidak setelah bertemu pasien positif.

Bagaimana mengetahui masa penularan Omicron setelah bertemu pasien positif?

Lewat penelitian ada kesimpulan yang menunjukkan bahwa gejala varian Omicron bisa muncul dua hari setelah terjadinya infeksi. Hal ini merujuk pada banyak penelitian sebelumnya tentang sifat-sifat Omicron. Ada catatan yang menunjukkan bahwa meskipun gejalanya ringan, tidak menutup kemungkinan bahwa virus Omicron memiliki masa inkubasi yang lebih pendek. Jadi, lebih cepat terinfeksi, lebih cepat pula Anda merasakan gejalanya. Berbeda dengan varian-varian sebelumnya yang membutuhkan waktu hingga hampir seminggu untuk menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19.

Sebagai catatan, inkubasi merupakan waktu antara seseorang tertular virus hingga munculnya gejala. Omicron saat ini diketahui bisa memberi dampak gejala dalam dua hingga tiga hari setelah infeksi.

Masa penularan Omicron kemungkinan terus mengalami peningkatan

Ilustrasi penularan omicron
[Sumber gambar]
Bulan Desember 2021, ketika Omicron baru saja muncul dan menyebar di Amerika Serikat, ada sebuah studi pendahuluan atas enam kasus infeksi virus ini. Tercatat bahwa masa inkubasi rata-rata tiga hari. Lebih cepat dari varian lain yang membutuhkan waktu sekitar lima hari.

Kepada BBC, Dr. Vicente Soriano, ahli penyakit menular di Universitas Internasional La Rioja, Spanyol mengungkapkan detail penting. Usai terpapar Omicron, virus akan mulai melipatgandakan diri dalam satu hari. Kemudian di hari kedua pasien akan mulai merasakan gejalanya.

Dari satu orang ke orang lain, berapa lama masa penularan Omicron?

Ini hal penting yang wajib menjadi catatan bagi banyak orang. Berapa lama masa penularan Omicron setelah bertemu pasien positif?

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, Omicron memperbesar kemungkinan seseorang tertular penyakit yang sama bila bertemu orang lain yang sudah positif terlebih dahulu. Namun yang wajib diwaspadai, ilmuwan menyatakan bahwa virus Omicron bisa menular. Satu hingga dua hari sebelum pasien positif merasakan gejalanya.

Namun Dr. Soriano berpendapat bahwa Omicron hanya bisa menular selama lima hari. Singkatnya, virus yang menular tersebut akan ada selama tiga hingga lima hari setelah tes positif, yang terjadi pada hari kedua infeksi.

Banyak yang abai prokes, tetap pede pakai masker

Ilustrasi tetap pakai masker
[Sumber gambar]
Melihat ringannya gejala Omicron, bahkan pada banyak orang bisa tanpa gejala, ada baiknya memulai taat protokol kesehatan dari diri sendiri. Gunakan masker wajah, terutama ketika berada dalam ruangan.

Penggunaan masker ini mengacu pada daya tahan Omicron untuk tetap hidup dalam tubuh manusia sekitar tujuh hari, dengan atau tanpa gejala. Meski begitu, tidak ada yang tahu bagaimana seseorang positif Omicron, terutama ketika tanpa gejala.

Selain mengenakan masker, patuhi juga beberapa langkah protokol kesehatan lainnya, seperti:

Rajin mencuci tangan

Tangan merupakan organ tubuh yang menjadi sasaran penularan bagi Omicron dan berbagai varian Covid-19. Karena itu, pastikan tangan agar selalu bersih dengan rajin mencucinya saat sebelum menyentuh makanan, setelah menggunakan toilet, usai bersin atau batuk, atau ketika menyudahi aktivitas luar ruangan. Untuk proteksi maksimal, gunakan juga hand-sanitizer dengan kandungan alkohol setidaknya 70 persen.

Jaga jarak

Sejak Covid-19 muncul di dunia, peringatan menjaga jarak dengan orang lain sudah sering terdengar di berbagai tempat. Karena pandemi belum juga usai, tak ada salahnya untuk tetap patuh dengan protokol kesehatan ini. Berdasarkan peraturan dari Kementerian Kesehatan RI, setiap orang wajib menjaga jarak setidaknya sejauh 1 meter dengan orang lain. Tujuannya agar mencegah penularan Covid-19 lewat cairan tubuh atau droplet yang muncul dari batuk, bersin, atau ketika bicara.

Menjauhi kerumunan

Dengan tingginya tingkat penularan Omicron, pertimbangkan baik-baik untuk berbaur di tengah kerumunan orang. Sulitnya mendeteksi apakah seseorang positif Omicron atau tidak menjadi alasannya. Berada di kerumunan berarti juga meningkatkan resiko tertular Covid-19, apalagi Omicron yang memiliki tingkat penularan tinggi.

Mengurangi kegiatan di luar

Demi menjaga kesehatan diri dan orang-orang yang Anda cintai, pertimbangkan untuk mengurangi kegiatan. Bila perlu lakukan kegiatan-kegiatan yang biasanya Anda lakukan secara outdoor di dalam ruangan. Misal, berolahraga atau bermain bersama keluarga sebagai pengganti rekreasi.

Sulit ketahui masa penularan Omicron, lakukan PCR secara rutin

Dengan sulitnya mengetahui apakah seseorang yang kita temui positif Omicron atau tidak, serta masa penularan Omicron yang begitu dahsyat, salah satu cara terbaik adalah dengan ‘mawas diri.’ Tanpa harus menunggu merasakan gejala, bersedialah untuk melakukan tes swab PCR secara berkala.

Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI

Untuk hasil tes PCR terhadap Omicron yang tepat dan akurat, lakukan pemeriksaan di GSI Lab. Dilengkapi dengan laboratorium tes PCR berstandar Biosafety Level (BSL) 2+, GSI Lab menguji secara cepat dan memberikan hasil tes dalam waktu 12 sampai 24 jam setelah pengambilan sampel.

BACA JUGA: Syarat Sembuh Pasien Omicron Isolasi Mandiri yang Perlu Anda Ketahui

Bagi masyarakat kurang mampu, kini Anda juga bisa memeriksakan diri di GSI Lab lewat program “Tes PCR Gratis untuk Masyarakat.” Caranya sangat mudah. Anda hanya perlu melakukan pendaftaran dan memberikan dokumen persyaratan lewat website gsilab.id/id/swab-save/.

Indonesia belum ‘sembuh’ sepenuhnya dari Covid-19, terutama Omicron. Mengetahui masa penularan Omicron tidaklah cukup untuk menekan angka penularan. Tingkatkan kesadaran diri terhadap protokol kesehatan, serta secepatnya melakukan isolasi mandiri bila mendapati Anda positif.

Dengan kesadaran ini, niscaya Indonesia bisa segera bangkit dari bahaya Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *