Salah satu penyakit yang sering terjadi karena gaya hidup adalah batu empedu. Bila kita mencari tahu tentang penyebab orang mengalami kondisi ini, rata-rata adalah karena makanan atau pola makan.

Saat ini gaya hidup yang berkembang dan tren kuliner memang banyak memanjakan lidah dan perut. Namun, menambah pekerjaan bagi organ tubuh kita. Di antaranya hati, empedu dan ginjal. Namun, kebanyakan orang tidak benar-benar menyadari risiko ini, padahal saat ini anak-anak muda pun sudah memiliki risiko penyakit berat, seperti diabetes atau batu empedu.

Wisata kuliner, tren mukbang serta perkembangan makanan masa kini yang banyak melibatkan minyak, lemak, garam dan gula, termasuk faktor yang menunjang meningkatnya angka penyakit berat pada pasien di usia muda. Tulisan kali ini akan membahas mengenai penyakit batu empedu dan perihal lain yang bisa membuka mata akan pentingnya menjaga pola makan serta memperhatikan jenis makanan yang kita konsumsi. Mari simak bersama.

Penyebab batu empedu

Hati dan empedu adalah organ yang berdekatan dan saling bekerja sama. Hati memproduksi cairan empedu, di mana nantinya akan melarutkan kolesterol, memecah lemak, dan membuang racun.

Namun, ada kalanya karena begitu banyak lemak dan kolesterol ini menumpuk pada tubuh, membuatnya tak bisa terkelola dengan baik. Akhirnya, mengkristal dan bahkan bisa menjadi batu. Kondisi inilah yang bernama batu empedu.

Gejala dan ciri-ciri yang sering terasa

ilustrasi gejala batu empedu
Sumber gambar

Terdapat beberapa gejala yang umum akan kita rasakan bila mengalami batu empedu. Di antaranya adalah nyeri perut sebelah kanan, karena posisi hati dan empedu yang ada pada sisi tersebut. Lebih tepatnya, nyeri sering terasa tepat di bawah rusuk kanan. Selain itu, rasanya akan sedikit mirip dengan gangguan lambung, di mana penderita mengalami mual hingga muntah.

Hal ini bisa menyebabkan gangguan nafsu makan sekaligus gangguan buang air besar dan gas. Sebaiknya bila merasakan ciri-ciri ini, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan arahan konsumsi obat yang tepat.

Apakah batu empedu berbahaya dan bisa keluar sendiri?

Batu empedu adalah penyakit yang biasanya dokter akan mengamati dulu rangkaian episode atau perkembangan kondisinya. Melalui observasi dan menunggu beberapa waktu, untuk melihat apakah gejala pasien hilang dengan sendirinya atau tidak. Sehingga nantinya akan menentukan apakah tindakannya memerlukan pembedahan atau pengobatan non bedah.

Batu empedu adalah kondisi yang tetap memiliki risiko kesehatan. Bila kita biarkan, dapat menyebabkan kanker kantung empedu. Karena ada penumpukan kolesterol serta bilirubin dalam batuan tersebut. Ukurannya memang kecil, namun efeknya cukup besar. Jadi sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan arahan penanganan yang tepat.

Pantangan dan makanan yang boleh dikonsumsi

ilustrasi keju
Sumber gambar

Karena penyakit ini terbentuk dari kolesterol dan lemak, maka makanan yang menjadi pantangan adalah yang mengandung dua elemen tersebut. Misalnya segala macam olahan susu berlemak tinggi (keju atau butter), makanan berminyak, makanan dengan tepung putih atau digoreng dengan tepung, makanan lauk berlemak tinggi seperti daging, kuning telur dan sejenisnya, serta alpukat atau kacang-kacangan dan makanan dengan gula buatan.

Dalam masa pemulihan atau observasi, sebaiknya merotasi makanan kita dengan yang lebih alami, berserat dan segar. Misalnya buah dengan banyak kandungan air seperti semangka, jeruk, lemon, pepaya atau apel. Selain itu juga bisa mengonsumsi sayur-sayuran yang dapat menjaga pencernaan. Jangan lupa untuk mengonsumsi air putih.

Penanganan dan pengobatan batu empedu

Seperti yang sudah kita bahas pada poin sebelumnya bahwa penyakit ini biasanya membutuhkan observasi sebelum dokter memutuskan perlunya pengangkatan lewat metode bedah atau tidak. Untuk itu, selama fase menunggu, kita bisa mengatur ulang makanan yang dikonsumsi agar menunjang penyembuhan.

Selain makanan, kita bisa mengubah pola hidup lainnya. Misalnya mencukupi kebutuhan cairan berupa air putih setidaknya 8 gelas sehari. Untuk pengobatan di luar arahan dokter, sebaiknya berkonsultasi lebih dulu. Sebab dalam masa observasi ini ada kemungkinan batu empedu bisa pulih dengan sendirinya.

Dengan berkonsultasi, bisa menghindarkan adanya efek samping dari obat-obatan tersebut karena mengintervensi kesembuhan batu empedu secara alami.

Mencegah terjadinya kristal di kantung empedu

ilustrasi mencegah kristal batu empedu
Sumber gambar

Batu empedu dapat menyumbat sistem saluran cerna. Hal ini tentunya bisa menghambat pula pada proses metabolisme. Untuk itu, bila masih bisa mencegahnya, kita bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Batasi konsumsi makanan dengan kadar kolesterol tinggi dan berlemak.
  • Kurangi makanan yang mengandung gula melebihi batas harian. Kebanyakan minuman kemasan, per bungkusnya sudah memenuhi kebutuhan gula harian kita.
  • Bila masih sulit membatasi dua jenis makanan tersebut, imbangi dengan makanan berserat seperti sayur dan buah. Karena makanan ini selain mengandung vitamin dan enzim yang baik bagi pencernaan, namun juga membantu memperlancar pengelolaan lemak dan juga buang air besar.
  • Bakar kalori yang ada dengan berolahraga. Melakukan aktivitas latihan jenis kardio 2 hingga 3 kali sepekan, setidaknya 30 menit sehari, bisa membantu metabolisme mengubah lemak menjadi energi.
  • Konsumsi cukup air untuk membantu organ membersihkan diri.
  • Istirahat cukup dan tidak begadang. Sebab di malam hari ketika istirahat adalah jam terbaik bagi organ untuk merejuvenasi dan detoksifikasi.

BACA JUGA: Waspadai 10 Tanda Awal Gejala Ginjal Bermasalah

Itulah bahasan mengenai batu empedu dan serba-serbinya yang semoga dapat membantu kita lebih arif dalam memilih gaya hidup. Meski saat ini banyak tren bermunculan, namun pilihlah yang menyehatkan jiwa dan raga. Sebab kesehatan adalah aset tak ternilai dan sangat nikmat. Jangan tunggu sampai sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *