Bahasan seputar mental illness belakangan menjadi populer di kalangan anak muda dan orang dewasa. Gangguan kesehatan pada mental seseorang seringkali terabaikan karena mengiranya sebagai stres biasa. Padahal terjadi akumulasi yang kemudian menyebabkan permasalahan lebih besar di depan.

Mental illness atau gangguan kesehatan mental memang bergerak dalam segi pikiran, perasaan dan perilaku. Karena bentuknya yang abstrak inilah, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya atau orang sekitarnya sedang mengalami kondisi tersebut.

Wawasan tentang penyakit psikis memang masih terkesan jauh dari masyarakat awam. Dengan adanya bacaan ini semoga bisa membantu membuat kita lebih mengenali mental illness. Sebab bila tidak tertangani dengan baik, maka gangguan ini bisa menjadi bom waktu, bahkan berdampak pada orang-orang di sekitarnya. Seperti keluarga, anak, pasangan, pergaulan dan sebagainya. Berikut ini pembahasan lengkapnya.

Mental illness adalah gangguan kesehatan mental

ilustrasi mental illness
Sumber gambar

Belakangan ini, seiring maraknya netizen menjadi terbuka mengenai kondisi dirinya, hubungannya atau tentang orang di sekitarnya, kita jadi mengetahui bahwa penyakit bukan hanya bisa mengancam tubuh. Melainkan juga bisa mengganggu pikiran dan perilaku. Karenanya marak kita dengar kabar tentang penyimpangan perilaku, atau bahkan mengalami sendiri gangguan pada pikiran yang sulit kita definisikan sendiri.

Mental illness adalah gangguan kesehatan yang menyerang pikiran atau mental seseorang. Hal ini kemudian bisa berdampak dan tercermin dalam perilaku yang tampak atau tidak tampak oleh kebanyakan orang. Munculnya kondisi ini juga tidak menentu. Ada kalanya sesekali, atau bisa berlangsung lama.

Orang yang mengalami kondisi ini sebagian besar masih bisa menjalani kehidupannya dengan normal. Sebab tergantung dari seberapa tinggi intensitas gangguan atau kemungkinan terpicunya. Untuk lebih jelasnya, nanti akan kita bahas pada jenis-jenis mental illness. Yang penting mengetahui bahwa memang tidak mudah mengukur kondisi gangguan psikis dan perilaku ini, tanpa adanya diagnosa yang tegak dan pemantauan berkala.

Penyebab dan kondisi yang mendukung pembentukan gangguan psikis

Sulit untuk memberikan jawaban pasti atas terjadinya gangguan mental pada diri seseorang. Sebab hal ini bersifat sangat personal dan akan berbeda antara individu satu dan lainnya. Bisa jadi faktor pemicunya adalah satu atau lebih hal yang terjadi di masa kecil, masa dewasa, masa lalu atau masa kini penderita.

Bila kita jabarkan menjadi beberapa faktor, di antaranya adalah seperti berikut:

  • Riwayat anggota keluarga inti yang mengalami gangguan psikis
  • Sedang atau riwayat penyakit berat, misalnya stroke, diabetes, kanker
  • Riwayat pemakaian obat terlarang dan alkohol
  • Pernah mengalami pengalaman traumatis. Seperti pelecehan, bullying, kekerasan
  • Pernah jatuh, terbentur, dipukul atau mengalami trauma dan tindakan pada kepala
  • Pola asuh atau riwayat keluarga yang tidak utuh. Misalnya perceraian, pertengkaran, meninggal dunia.

Mengenal jenis mental illness

gangguan mental illness
Sumber gambar

Membahas mental illness dalam satu buah buku saja bisa tidak ada habisnya. Sebab, dimensinya sangat banyak dan luas. Setidaknya ada lebih dari 300 gangguan perilaku dan psikis yang terekam dalam pedoman DSM-V (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders).

Namun demikian, kita bisa menyederhanakan beberapa jenis mental illness yang paling sering terjadi di masyarakat. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Gangguan kecemasan

Jenis gangguan yang menyebabkan seseorang mudah merasa takut, nervous, membayangkan terlalu jauh atau overthinking, merasa terancam dan pastinya cemas. Kondisi ini bisa muncul saat menghadapi kondisi, pemicu atau objek tertentu.

Gangguan depresi

Kondisi kesedihan yang sudah terlalu dalam sehingga memerlukan penanganan dan pengawasan yang seksama. Kondisi ini bisa terjadi akibat merasa gagal, kehilangan, stres yang berlarut, kebangkrutan serta peristiwa lain yang sudah berlangsung lebih dari 2 minggu. Gawatnya, keadaan ini bisa menyebabkan tendensi yang negatif, seperti putus asa, melukai diri sendiri, bahkan mengakhiri hidup.

ADHD

ADHD atau Attention-deficit/hyperactivity disorder merupakan kondisi gangguan perilaku dan psikis yang sering kita temukan pada fase anak-anak. Bila tidak tertangani, hal ini bisa berlanjut pada masa dewasa mereka.

Gangguan ini menyebabkan seseorang mengalami kesulitan fokus pada suatu hal, sesuai dengan namanya yaitu attention deficit atau rendahnya kemampuan memusatkan perhatian. Sedangkan hyperactivity disorder merupakan kecenderungannya untuk hiperaktif.

Gangguan stres pascatrauma

Kondisi di mana seseorang mengalami goncangan dan stres berat pasca kejadian besar. Di antaranya seperti gempa bumi, kecelakaan, pelecehan, peristiwa kejahatan, serangan perang, dan berbagai bentuk hal yang menyebabkan trauma.

Orang tersebut bisa merasa takut dan terancam selama beberapa waktu setelah kejadian. Bila tidak terlampaui dengan baik, dapat menjadi trauma yang menetap dan terpicu oleh objek atau situasi yang mengingatkannya.

Gangguan makan

Gangguan makan berkorelasi dengan perilaku makan dan mindset di belakangnya yang terdapat kekeliruan. Misalnya sulit makan pada masa balita yang berlanjut hingga fase anak masuk sekolah. Atau mereka yang sulit mengendalikan nafsu makan. Pada fase tertentu, hal ini bisa menjadi krisis yang menyerang kepercayaan diri, body image dan self esteem mereka.

Gangguan skizofrenia

Kondisi di mana penderitanya sulit membedakan apa yang nyata dan apa yang hanya ada di pikiran mereka. Misalnya saat halusinasi, bicara sendiri, merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada atau terjadi pada dirinya.

Kenali gejalanya

gejala mental illness
Sumber gambar

Di bawah ini, kita akan mengenali beberapa gejala yang paling umum terjadi pada orang yang mentalnya terganggu. Namun demikian, yang terjadi pada penderita mungkin hanya kombinasi dari beberapa. Sebab, sejatinya setelah gejala muncul, perlu ada observasi dan konsultasi dengan ahlinya agar lebih bisa menegakkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Berikut ini adalah gejala yang sering timbul:

  • Sulit berpikir, berpikir logis atau susah konsentrasi
  • Mudah takut, cemas, merasa bersalah atau dosa berlebihan
  • Kesedihan berlarut-larut dan mendalam
  • Mood swing atau adanya perubahan suasana hati dengan cepat
  • Temperamen atau labil, sulit mengendalikan kondisi emosi sendiri
  • Menarik diri dari pergaulan, kehidupan sosial dan kehilangan motivasi
  • Selalu merasa lelah, selalu ingin tidur lebih lama
  • Jam tidur bisa berantakan, lebih panjang atau sangat kurang
  • Sulit mengatasi masalah, malas melakukan hal kecil seperti membersihkan rumah, mandi, merawat diri
  • Pelarian pada hal-hal yang cenderung berlebihan, seperti seks, obat terlarang, alkohol, game
  • Merasakan simptom pada tubuh, seperti sakit kepala, jantung berdebar, sakit perut, atau bahkan sesak nafas.

Penanganan yang tepat

Hal pertama yang perlu kita lakukan bila mengalami atau ada orang terdekat yang menampakkan gejala ini, pertama kita perlu meyakinkannya untuk mendapat pertolongan. Dalam hal ini, kondisinya mungkin cukup down dan sensitif, sehingga tindakan persuasi bisa jadi memerlukan kesepakatan dengan yang bersangkutan.

Setelah mendapatkan pertolongan dari ahlinya, sebaiknya tidak terlambat dan selalu rutin melakukan perawatan, terapi, konsultasi atau bahkan jika perlu mengonsumsi obat tertentu. Sebab hal ini berdampak pada hasil pemulihan pasien.

BACA JUGA: Pengertian Psikolog dan Perannya pada Kesehatan Mental

Gangguan mental sering diasosiasikan dengan gila. Penderitanya bisa mengalami kondisi yang kritis secara psikis dengan cepat, meski kelihatan baik-baik saja. Oleh karena inilah, kita perlu menjadi pihak yang peka dan berinisiatif meyakinkan dan menaikkan harapan hidupnya kembali. Bila perlu, meminta bantuan tenaga profesional untuk datang ke rumah dan menolong pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *