Tak semua orang suka meredakan batuk dengan konsumsi obat-obatan. Memang sangat mungkin untuk mengatasi dengan cara alami, tapi, ada kalanya obat juga kita perlukan.

Hal ini karena pengobatan menggunakan cara alami akan membutuhkan waktu yang sangat lama, sedangkan belum tentu batuk yang kita alami adalah kondisi biasa. Batuk merupakan gejala yang bisa mengawali penyakit serius juga, terutama yang berhubungan dengan organ dalam seperti paru-paru dan lambung.

Kali ini kita akan membahas beberapa cara mengobati batuk tak spesifik baik secara alami ataupun menggunakan obat-obatan yang tersedia di apotik. Serta bagaimana menindaklanjuti gejala yang tidak berkesudahan.

Meredakan batuk tidak spesifik dengan cukup istirahat dan tepat waktu

ilustrasi meredakan batuk
Sumber gambar

Cara paling alamiah untuk mengatasi berbagai penyakit adalah istirahat dan tidur tepat waktu. Misalnya tidak begadang dan beristirahat setidaknya 6-8 jam sehari. Tidur sendiri merupakan bagian dari penyembuhan. Beberapa penyakit dengan intensitas yang ringan dapat sembuh dengan sendirinya melalui tidur.

Namun kadang tidur saja tidak cukup. Untuk gejala penyakit yang demikian, kita perlu menunjang dengan beberapa action lainnya, seperti konsumsi makanan sehat, minuman rempah, hingga mengonsumsi obat sesuai aturan pakai atau resep dokter.

Mengonsumsi lemon dan madu

Lemon memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, di antaranya adalah memberikan asupan vitamin C sebagai fondasi daya tahan tubuh, serta mengencerkan dahak. Sedangkan madu memiliki kandungan enzim yang baik bagi tubuh dan pencernaan. Serta membantu melembabkan tenggorokan yang kering.

Perpaduan lemon dan madu sebagai minuman hangat atau minuman sehari-hari sudah lama diyakini memberi manfaat kesehatan dan penyembuh bagi tubuh dari berbagai kondisi penyakit.

Meredakan batuk dengan rempah-rempah

ilustrasi rempah-rempah
Sumber gambar

Hampir seluruh rempah di Indonesia memiliki khasiat dalam mengatasi batuk. Di antaranya adalah jahe, kunyit, kayu manis, serai bahkan kencur. Ketiganya bersifat anti-inflamasi, sehingga dapat mencegah peradangan, meredakan rasa gatal, mengatasi perkembangan virus, meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga pita suara.

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil dan pengkonsumsi terbesar rempah tersebut di dunia. Kultur menggunakan jamu atau ramuan seduh herbal di setiap daerah menjadikan bahan rempah populer untuk mengatasi beragam penyakit, termasuk batuk. Cara mendapatkannya mudah, baik yang tersedia di pasar, kedai jamu, pusat oleh-oleh atau menanam sendiri.

Berkumur dengan air garam atau obat gargle

Berkumur bukan hanya dapat membersihkan rongga mulut, namun juga meredakan gejala batuk. Sebab obat kumur atau air garam bersifat membersihkan kuman dan virus, terutama yang berkembang di rongga dalam mulut. Dengan melakukan kumur setidaknya dua kali dalam sehari, bisa menghambat pertumbuhan bakteri dan virus.

Berkumurlah dengan 200 ml air hangat dengan garam larut di dalamnya. Namun untuk berkumur dengan cairan ini sebaiknya tidak lebih dari 3 kali dalam sehari, sebab bisa menyebabkan tergerusnya lapisan gigi dan mulut kering. Kita juga bisa menggunakan obat kumur yang ada di pasaran. Bila belum terbiasa, pilih yang rasanya tidak terlalu tajam di mulut.

Pilih obat kumur dengan kandungan povidone iodine atau rasa peppermint maupun menthol, sehingga selain membersihkan, juga bisa memberikan rasa lega di tenggorokan.

Membiasakan diri minum air hangat

Air hangat (bukan panas) bisa menjadi terapi bagi tenggorokan, sebab dengan suhu yang tidak ekstrem menjadikannya lebih nyaman. Air hangat juga cukup sesuai dalam kondisi suhu ruang normal, hangat, atau dingin. Mengganti minum air putih biasa dengan air hangat juga membantu kita terhindar dari rentannya paparan penyakit seperti flu, batuk dan alergi.

Meredakan batuk dengan terpapar sinar matahari

Sinar matahari membantu tubuh mendapatkan vitamin D. Banyak sekali kebaikan vitamin ini, bukan hanya untuk tulang. Sinar matahari sendiri selain membuat tubuh terasa hangat, juga baik untuk tubuh dalam rangka penyembuhan. Dengan catatan, kita tidak mengalami alergi terhadapnya atau sedang memiliki penyakit lupus.

Orang-orang dengan gangguan pada sistem pernapasan seperti Covid-19, ISPA, TBC dan radang paru-paru lainnya, dapat menghambat laju penyakitnya bila mendapatkan cukup asupan sinar matahari. Selain itu juga bisa meningkatkan potensi pemulihan.

Mengonsumsi bawang putih

ilustrasi bawang putih
Sumber gambar

Bawang putih merupakan salah satu bahan dapur yang mengandung antioksidan sehingga dapat menangkal radikal bebas dan anti mikroba. Bila kita bekerja di area yang tinggi polutan atau rawan terkena radikal bebas, ada baiknya rutin konsumsi bawang putih. Kabar baiknya, konsumsi bawang putih juga tidak sulit, karena kita bisa membuat sup atau makanan lain dengan garlic base. Dengan demikian, kita bisa mengatasi batuk atau mencegah gejalanya semakin signifikan.

Cuka apel untuk atasi batuk dan penyakit lainnya

Bahan versatile lainnya yang bisa kita gunakan untuk mengatasi batuk adalah cuka apel. Dengan kandungan asam asetik bisa memecah konsentrasi lendir dan meringankan kondisi batuk berdahak. Tak hanya itu, larutan ini bisa membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan lainnya seperti gejala hipertensi, masalah diabetes, kolesterol tinggi dan gangguan pencernaan. Namun, bila memiliki masalah asam lambung, ada baiknya berkonsultasi dulu terkait penggunaannya.

Bila perlu, kunjungi dokter dan dapatkan resep obat

Seperti sudah kita singgung di depan, bahwa ada kalanya gejala tak kunjung menghilang meski sudah mencoba berbagai cara. Idealnya, bila dalam 3-7 hari batuk tidak membaik dan makin parah, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Ada beberapa jenis batuk yang memang sulit dan lama sembuh bila hanya mengandalkan pengobatan alami. Kemungkinan akan memerlukan bantuan obat-obatan medis. Selama penggunaannya sesuai aturan dan dengan pengawasan atau resep dokter, maka relatif aman.

BACA JUGA: Batuk Berdarah, Kenali Penyebab dan Penanganannya

Itulah beberapa cara yang bisa kita usahakan untuk mengatasi batuk non spesifik. Hentikan penggunaan bila ada reaksi alergi atau gejala makin terasa signifikan. Bagaimanapun, segerakan mendapat pertolongan medis bila merasa cara di atas kurang efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *