Tengah bergelut dengan varian baru dan gelombang ketiga, ternyata Omicron siluman juga sedang membayangi kasus di Indonesia. Sebenarnya varian ini bukan kabar baru. 

Omicron siluman adalah varian BA.2 yang sempat menjadi perhatian para ilmuwan. Meski masih dalam penelitian lebih lanjut, namun sudah ada peringatan untuk tetap waspada pada risiko dan potensi lonjakan yang mungkin timbul dari varian ini. Mengingat Omicron sendiri memiliki risiko penularan yang sangat cepat, dan ‘Son of Omicron’ ini juga memiliki level di atasnya. 

Di Indonesia sendiri saat ini kasus BA.2 ini sudah melonjak dengan pasti dari 50-an hingga ke 200an laporan. Seperti apa ciri-ciri penyakitnya dan bagaimana penanggulangannya? 

Omicron Siluman adalah BA.2 atau Son of Omicron

Ilustrasi terpapar Son of Omicron
[Sumber gambar]
Seperti sudah kita bahas di atas bahwa BA.2 ini masih merupakan keturunan dari Omicron aslinya. Melansir dari CNBC, virus ini 1,5 kali lebih menular dari BA.1 atau pendahulunya. Masih dalam tahap pemantauan dan penelitian mengenai tingkat keganasannya. Namun sejauh ini memang yang menjadi warning bagi kita semua adalah penularannya yang lebih cepat. 

Varian ini bisa menginfeksi siapapun, termasuk mereka yang sudah mendapatkan vaksin. Kabar baiknya, tingkat keparahannya akan jauh lebih ringan daripada yang belum memiliki kekebalan terhadap Covid-19. Tapi, tetap jangan remehkan potensi penularan virus ini, karena kecepatan menginfeksinya bisa semasif yang kita alami dengan Omicron sekarang, bahkan lebih cepat.

Omicron Siluman dan gejalanya yang lebih spesifik

Gejala Omicron Siluman
[Sumber gambar]
Masih dari keluarga Omicron, tapi varian BA.2 memiliki sedikit perbedaan karakter gejala dari pendahulunya. Melansir dari Liputan6, penelitian di Jepang menemukan kemungkinan gejala yang lebih berat dari subvarian Omicron ini. 

Sementara SIti Nadia Tarmizi sebagai Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes mengungkapkan agar masyarakat memperhatikan kondisi tubuh bila mengalami sakit kepala dan kelelahan ekstrem. Karena hal ini bisa mengarah pada infeksi Omicron siluman ini. Dalam beberapa kasus, sakit kepala ini juga bisa berupa vertigo atau sakit kepala berputar. 

Beberapa gejala varian penerus Omicron ini memang cukup banyak menyerang kepala. Selain pusing, ciri lain adalah adanya kabut otak, konjungtivitis dan bisa menyebabkan pingsan. 

Gejala lain yang mirip dengan karakter Omicron

Sementara itu, masih juga ada gejala lain yang memang merupakan karakter utama dari Omicron, yaitu mirip dengan flu. Misalnya tenggorokan gatal hingga sakit tenggorokan, bersin dan pilek. 

Ada juga nyeri sendi dan ruam kulit yang kemungkinan muncul sebagai gejala pada tubuh kita secara keseluruhan. Meski terdengar seperti flu biasa, namun berdasarkan kondisi lapangan, cukup banyak pasien yang pada akhirnya membutuhkan pertolongan medis atau minimal melakukan isolasi terpusat. 

Faktor risiko pada mereka yang memiliki penyakit bawaan 

Yang selalu menjadi kewaspadaan adalah apabila sub varian Omicron ini memapar pada mereka yang masuk kategori rentan. Seperti ibu hamil, balita dan anak-anak, lansia, dan siapapun dengan penyakit bawaan di berbagai kategori usia. 

Karenanya bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan atau kita sebagai orang yang hidup berdampingan dengan mereka di kategori imunitas lebih rendah, perlu memperhatikan dan sangat antisipatif. Omicron memang tidak memiliki keparahan Delta, namun data meninggal karena varian ini masih tetap ada dan tidak sedikit. 

Metode paling bijaksana untuk mencegah paparan di sini adalah dengan melakukan protokol kesehatan ketat. Utamanya memakai masker, jaga jarak serta interaksi dengan kerumunan maupun perseorangan, serta mencuci tangan. 

Varian BA.2 sulit diidentifikasi

Omicron siluman merupakan varian yang tergolong sulit identifikasinya. Hal ini karena kemunculannya yang juga berbarengan dengan Omicron varian BA.1. Selain itu juga karena gejalanya yang memiliki banyak kemiripan dengan varian asli. 

Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI

Membatasi kegiatan yang membuat banyak orang berkumpul seperti hangout, sekolah, dan bekerja, memang menjadi pencegahan yang tepat. Kita pun perlu memiliki kesadaran ini. Agar tidak menganggap ‘biasa’ karena risikonya mungkin bukan pada kita, tapi orang lain di sekitar yang termasuk golongan dengan imunitas lebih rendah. 

Cara mencegah paparan Omicron siluman

Walau memerlukan perhatian dan kewaspadaan, kita masih sangat bisa mencegah dan bertahan dari subvarian Omicron ini. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari terinfeksi Covid-19 varian BA.2: 

Menggunakan masker 

Gunakan masker dengan tepat dan rapat. Sehingga menghindari masuk atau keluarnya virus. Sepanjang musim pandemi, banyak orang yang menggunakan masker dengan benar, merasakan manfaatnya. Di antaranya adalah lebih kuat dari paparan virus dan polusi udara. Oleh karena itu, menggunakan masker di masa pandemi yang lebih banyak penyakit adalah hal yang esensial. 

Menghindari kerumunan

Hindari pertemuan atau kerumunan yang memungkinkan kita berdekatan atau berinteraksi dengan orang lain. Di tengah lonjakan kasus, hindari mengambil risiko dengan datang ke tempat yang ramai atau pertemuan. Karena kita tidak tahu riwayat perjalanan orang lain sebelumnya. 

Mencuci tangan dan jaga kebersihan

Merasa lebih sering cuci tangan atau membersihkan permukaan? Selama hal tersebut bisa membuat kita yakin akan kebersihan dan keamanan bersama, maka pertahankan sikap tersebut. Karena bisa menghindarkan kita dan orang lain dari paparan virus. 

Menjaga asupan makanan

Bagi yang memiliki kecenderungan kesehatan seperti gula darah, asam urat, darah tinggi, usahakan untuk menjaga asupan makanan tetap seimbang. Konsumsi lebih banyak sayur, buah dan serat larut, serta batasi gula. Kesehatan prima sebenarnya berawal dari pencernaan. Saat tubuh tidak fit, malah memudahkan kita terserang penyakit. 

Olahraga 

Beraktivitas fisik bisa membantu kita menjaga stamina dan kekuatan tubuh. Misalnya kapasitas paru-paru, kekuatan otot jantung, serta menjaga kadar gula hingga lemak tubuh. Olahraga juga bisa meningkatkan metabolisme sehingga daya tahan tubuh kita lebih baik. 

Istirahat cukup dan tidak begadang

Bila kita bekerja dengan shift malam, maka cukupkan tidur di waktu istirahat. Sedangkan bila jam istirahat kita normal, usahakan untuk tidak begadang. Makan dengan asupan yang benar bisa memberikan ‘bahan bakar’ bagi tubuh. Kemudian olahraga membantu mengelola energi yang dihasilkan dan istirahat bisa merevitalisasi kembali semua fungsi tubuh. Jadi, jangan nomor sekiankan istirahat ya. 

BACA JUGA: Mengenal Lebih Jauh Son of Omicron, Begini Fakta-Faktanya

GSI Lab sebagai salah satu fasilitator swab test terpercaya di Indonesia, siap membantu kalian yang berdomisili di Jabodetabek dan Bali. Bahkan, bila ada kesulitan menjangkau swab test karena biaya, kita bisa mencoba ikut swab test gratis dengan mengikuti persyaratan di sini

Bagi kalian yang ingin membantu saudara yang kekurangan, coba berdonasi di sini dengan orang baik lainnya untuk bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan swab test. 

Varian ini terus melakukan mutasi, tapi kita bisa mencegah penularan dengan sebaik mungkin berusaha mentaati protokol kesehatan dan antisipatif. Sehat selalu ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *