Kasus positif pasien Covid di Indonesia semakin tak terkendali. Klaster penularan semakin melebar, mulai dari tempat kerja, pondok pesantren, rumah makan atau café, hingga keluarga. Di manapun, kita bisa berdekatan dengan mereka yang ternyata telah terpapar Covid-19.

Jika demikian, ada kemungkinan kita menjadi orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19 tersebut. Namun terkadang hal ini sering terlupakan, karena masih banyak yang awam akan kriterianya. Misalnya karena merasa durasinya sebentar atau sudah lama tapi kurang dari 2 minggu, sehingga kita memilih untuk tidak mempertimbangkan swab test, atau minimal antigen.

Mari kita bahas beberapa faktor yang bisa menyebabkan kita disebut sebagai orang dengan kontak erat. Ternyata bukan hanya yang merawat atau orang dalam keluarga saja. Berikut ini pemaparannya:

Jaga jarak, begitu juga dengan pasien covid

pasien covid

Kondisi umum yang bisa terjadi adalah berdekatan kurang dari 2 meter dengan durasi lebih dari 15 menit. Ini bisa terjadi saat kita bekerja di kantor, duduk di ruang publik seperti tempat makan, angkutan umum. Juga ketika berada dalam kegiatan sosial seperti pesta ulang tahun, pengajian, rapat warga dan lain sebagainya.

Terkena droplets dari orang yang flu dan ternyata pasien Covid

pasien covid

Jika merasa atau ingat sempat berdekatan dengan orang yang batuk atau pilek dan ternyata tak lama kemudian dinyatakan positif Covid-19, maka kita tergolong kontak erat. Karena ada potensi droplets yang terpercik dari pasien covid. Meski tidak bergejala, tetap diperlukan pertimbangan untuk memastikan kita sudah tertular atau tidak.

Berbagi alat makan atau hal lain yang menimbulkan sentuhan tidak langsung

Hal ini bisa terjadi antar teman kos, teman kerja, kerabat dan keluarga. Barang yang dipinjam dan penggunaannya secara oral, seperti sendok, gelas hingga garpu, berisiko tinggi menjadi medium penularan. Bisa juga melalui pakaian, alat tidur, peralatan lain yang pernah disentuh oleh pasien Covid

Kontak fisik secara langsung dengan pasien covid, ini golongannya

pasien covid

Meski cukup jelas, tapi bisa jadi masih banyak yang merasa denial dengan kontak fisik langsung ini. Agar tak membahayakan diri sendiri dan orang lain, kriteria kontak fisik adalah yang pernah bersentuhan fisik. Contohnya, berpelukan, bersalaman, cium tangan, cium wajah, merawat pasien Covid-19 hingga yang tinggal serumah, karena punya potensi tinggi menyentuh, bersentuhan, menggunakan barang yang sama atau menghirup udara ruangan yang sama.

BACA JUGA: erniat Nongkrong di Kafe? Perhatikan 3 Risiko di Klaster Tempat Makan Ini

Situasi di atas adalah yang tergolong sebagai orang dengan kontak erat. Di mana, orang-orang ini sangat menganjurkan untuk melakukan isolasi mandiri, protokol kesehatan ketat dan demi memastikan, sebaiknya melakukan minimal swab antigen. Lebih menyarankan PCR test.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *