Membahas penyakit menular seksual bukan hal yang tabu. Kita justru perlu tahu mengingat makin marak kehidupan seks bebas atau berganti pasangan di masa sekarang. Mengenali potensi, risiko dan cirinya bisa menyelamatkan diri dari efek langsung dan tidak langsung.

Hal ini karena tidak semua orang berani terbuka dengan kehidupan seksual mereka. Sedangkan, mungkin saja kita berhubungan dengan orang tersebut, meminjam dan memakai barang mereka dan sebagainya. Pembahasan ini tidak untuk menakuti atau mengucilkan orang-orang yang memiliki penyakit menular seksual.

Justru membuat kita semua semakin paham tentang konsekuensi, pencegahan dan bahkan kemungkinan untuk pulih darinya. Tak hanya bagi diri sendiri, hal ini bisa juga melindungi anak-anak atau generasi berikutnya di masa depan. Simak ulasan berikut.

Fenomena penyakit menular seksual

ilustrasi fenomena penyakit menular seksual
Sumber gambar

Infeksi yang terjadi karena hubungan intim dengan orang yang sudah terpapar ini, sebenarnya bukan hal baru. Meski demikian, maraknya pembahasan tentang pergaulan di masa kini, membuat kita perlu mengetahui tentang penyakit ini.

Setiap jenis penyakit menular seksual memiliki gejala spesifik yang berbeda-beda. Hanya saja, area terdampaknya sama, di sekitar area intim. Bisa muncul ruam, gatal, rasa sakit atau keputihan bagi perempuan. Kedua belah gender memiliki risiko yang sama, karenanya perlu keterbukaan antara pasangan tentang kondisi masing-masing.

Penyebaran ini bisa terjadi melalui kontak alat kelamin, dubur atau bisa melalui oral (mulut). Pada beberapa kasus dan kondisi, bisa terjadi penularan via jarum suntik dan transfusi darah. Begitu banyak efek jangka panjang yang merugikan bila gangguan kesehatan ini tidak tertangani dengan tepat. Di antaranya lemah kandungan, kanker hingga kelahiran bayi dalam kondisi cacat.

Kenali penyebabnya

Sesuai namanya yang ‘menular’ kita tahu bahwa sebabnya adalah kontak dari orang yang terpapar pada orang yang sehat. Karenanya, sangat perlu untuk menjaga kehidupan intim dengan satu pasangan saja dan adanya keterbukaan mengenai riwayat masing-masing. BIla perlu, lakukan pemeriksaan meski hubungan intim tersebut bukan dalam rangka program hamil.

Namun, sebenarnya faktor utama munculnya kondisi ini adalah perkembangan bakteri, parasit, virus atau jamur yang berkembang sehingga menginfeksi tubuh penderita. Setiap jenis penyebab itu bisa menjadi pencetus lebih dari 10 penyakit menular ini. Pembahasannya akan kita rinci satu per satu di poin berikutnya.

Mengenal penyakit menular seksual karena bakteri

ilustrasi bakteri
Sumber gambar

Ada beberapa jenis penyakit pada organ genital yang bisa terjadi sebagai dampak dari infeksi bakteri. Di antaranya adalah:

Gonore

Merupakan kondisi di mana pasien terinfeksi oleh Neisseria gonorrhoeae. Penyebarannya bisa cukup cepat karena lewat aliran darah. Pasien bisa mengalami keluhan berupa kencing nanah.

Sifilis

Bakteri Treponema pallidum menjadi penyebab penyakit yang cukup banyak kasusnya ini. Luka yang muncul adalah di sekitar alat kelamin dan mulut. Bila orang lain terkena luka ini, bisa mengalami penularan juga. Penyakit sifilis juga terkenal dengan istilah raja singa.

Chlamydia

Bagi wanita yang sering mendapatkan edukasi seputar miss V, tentu sering juga mengetahui istilah ini. Penyakit ini terjadi karena bakteri yang bernama Chlamydia Trachomatis. Penularannya bisa terjadi akibat adanya paparan dengan luka pada sekitar organ vital. Chlamydia bisa berdampak ke penis dan leher rahim. Mengakibatkan beberapa keluhan seperti radang panggul.

Sebaiknya cukup waspada dengan kondisi ini, sebab laporan WHO terbaru mencatatkan 129 juta kasus penyakit tersebut di berbagai negara pada tahun 2020 saja.

Lymphogranuloma venereum (LGV)

Selain Chlamydia, bakteri ini juga bisa menyebabkan Lymphogranuloma venereum (LGV). Namun ada perbedaan jenis antara keduanya. Kondisi ini bisa terjadi pada alat kelamin luar, node limpa, mulut dan rektum. Bakteri Chlamydia trachomatis yang menembus kult bisa membuat node mengalami sumbatan.

Granuloma inguinale

Termasuk ke dalam tipe PMS atau penyakit menular seksual yang tidak banyak terjadi. Meski demikian tetap perlu kita waspadai. Penyebabnya adalah infeksi dari bakteri Klebsiella granulomatis yang bisa secara progresif merusak kulit pada area genital sehingga menimbulkan luka. Kondisi ini bisa terjadi secara menahun.

Akibat virus

Dari segmen penyakit alat kelamin akibat virus, ada beberapa yang cukup sering terjadi. Di antaranya seperti berikut

Human papillomavirus(HPV)

Merupakan gangguan pada alat kelamin karena paparan virus HPV. Penularan ini terjadi bila melakukan hubungan intim dengan orang yang mengalaminya. Kasus ini termasuk salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.

HIV

Penyakit akibat adanya infeksi virus human immunodeficiency. Kemudian menyerang imunitas seseorang akibat hubungan seksual dengan penderita, transfusi darah, persalinan atau jarum suntik bekas. HIV berbeda dari AIDS, tetapi bila tidak tertangani akan berkembang menjadi penyakit tersebut.

Hepatitis B dan C

Meski terkenal sebagai penyakit yang menyerang organ pencernaan, ternyata juga merupakan jenis penyakit menular yang berasal dari interaksi seksual. Selain itu bisa terjadi karena jarum suntik yang penggunaannya bersama serta transplantasi hati atau organ lainnya.

Sebab virus hepatitis berada dalam darah dan bisa menular melalui beberapa medium tersebut. Dampaknya adalah kanker hati atau kerusakan hati kronis

Herpes genital

Penyakit ini terjadi karena perkembangan virus herpes simpleks atau HSV. Infeksi virusnya seperti tidak bergejala, tetapi ada. Oleh karena itu perlu melakukan pemeriksaan bila sudah pernah melakukan kontak seksual dengan orang lain untuk memastikan kondisinya. Sebab penularan ini bisa terjadi akibat adanya hubungan intim dengan penderita.

Infeksi parasit

Trikomoniasis merupakan salah satu jenis penyakit menular yang menyerang organ intim atau alat kelamin. Penyebabnya adalah parasit Trichomonas vaginalis yang menimbulkan gejala berupa keputihan. Karena ciri yang kurang signifikan ini, kadang orang yang mengalaminya tidak menyadarinya dan akhirnya menular pada pasangan.

Kenali gejala

ilustrasi gejala penyakit menular seksual
Sumber gambar

Kabar baiknya, gejala penyakit menular seksual ini ringan. Namun, kabar kurang baiknya adalah kondisi ini sering terlambat disadari oleh penderita, sehingga baru terdeteksi setelah adanya komplikasi atau penularan pada pasangan mereka.

Beberapa ciri terjadinya penyakit ini adalah:

  • Timbul bentol, luka, benjolan, ruam atau bahkan lepuhan pada alat kelamin. Bisa juga terasa di anus atau terlihat di sekitar mulut.
  • Gatal pada alat kelamin.
  • Sakit, panas atau tidak nyaman ketika sedang kencing dan berhubungan seks
  • Mengalami kencing nanah atau keputihan
  • Mulai terasa demam hingga menggigil
  • Sakit pada bagian bawah perut
  • Ruam mulai menjalar pada area lain seperti badan atau tangan
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Muncul benjolan di sekitar pangkal paha atau selangkangan
  • Pendarahan di luar waktu menstruasi atau saat melakukan hubungan intim
  • Pembengkakan pada alat kelamin laki-laki dan pendarahan

Periksakan diri ke dokter bila…

Beberapa gejala di atas mungkin terkesan biasa. Namun bila terjadi secara berkepanjangan, lakukan pemeriksaan ke dokter. Selain itu, bila memiliki faktor risiko seperti ini juga tidak ada salahnya melakukan pengecekan:

  • Kehidupan seksual aktif dan sering berganti pasangan
  • Sering tidak menggunakan alat pengaman
  • Merasa pernah keliru penggunaan kondom
  • Hanya dengan satu pasangan, tetapi merasakan perubahan signifikan dalam sesi hubungan intim atau kondisi organ genital.

Kendati merupakan hal yang bersifat pribadi, tetap periksakan bila ada gejala ke dokter atau faskes yang Anda percayai. Mendeteksi lebih dini bisa mencegah beberapa kemungkinan perburukan kondisi.

BACA JUGA: Kenali 7 Ciri Kanker Serviks Sejak Dini

Itulah beberapa penyakit menular seksual yang perlu kita waspadai. Bila mulai memiliki kehidupan intim yang aktif dan produktif, dekatkan diri pada edukasi mengenai cara melakukannya dengan aman dan sehat. Jangan ragu mengecek kondisi diri sendiri dan pasangan secara rutin, supaya terhindar dari risiko penularan dan infeksinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *