Dalam riwayat medis, hal yang kelihatannya sederhana bisa menjadi masalah serius. Misalnya gatal pada kulit, ternyata bisa menjadi tanda adanya penyakit serius seperti kanker. 

Gatal adalah reaksi kulit yang bisa timbul karena berbagai penyebab. Bisa faktor dari luar seperti gigitan serangga, atau bahkan tanda adanya alergi. Dalam beberapa kondisi, gatal bisa berdampak kulit kemerahan, bentol, bengkak, atau bahkan bernanah. 

Berikut ini adalah penjelasan atas faktor-faktor yang paling sering jadi penyebab terjadinya gatal pada kulit, baik pemicu eksternal, maupun dari dalam tubuh. Apa sajakah itu? 

Gatal pada kulit karena gigitan serangga

[Sumber gambar]
Salah satu penyebab gatal yang paling umum adalah karena gigitan serangga, seperti nyamuk, semut, kutu kasur dan lainnya. Pada dasarnya gigitan ini tidak terlalu membahayakan, tapi juga bisa menjadi alergi atau awal mula penyakit yang lebih serius. Misalnya pada gigitan semut jenis tertentu yang bisa menimbulkan inflamasi. Atau juga gigitan nyamuk yang bisa menyebabkan gatal kemerahan, bahkan DBD. 

Cara menghindari gigitan serangga bisa dengan membalurkan minyak eukaliptus atau produk lotion anti serangga yang aman lainnya. Sedangkan untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan salep maupun obat anti bisa serangga bila perlu. Karena terkadang gigitan serangga tidak hanya bikin gatal, namun juga seperti tersengat dan panas. 

Preventif tidak langsung pada hal ini adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan rumah. Misalnya lokasi yang sering ada nyamuk dan semut, atau terlalu lembab seperti pada tempat tidur dan sofa yang menjadi incaran kutu kasur hingga tungau.. 

Gatal pada kulit karena kering 

[Sumber gambar]
Meski kulit kering juga hal yang biasa, tapi bisa menyebabkan rasa gatal. Levelnya pun dari ringan hingga sedang, tergantung faktor pemicunya yang terbilang tricky.

Pada dasarnya kulit kering memang membutuhkan kelembaban, oleh karena itu ada anjuran menggunakan lotion pelembab secara teratur. Namun, selain itu masih ada beberapa faktor pencetus lainnya. 

Pertama, penggunaan sabun yang berlebihan atau kandungannya terlalu kuat untuk kulit kita, termasuk deterjen dan hand sanitizer yang mengandung alkohol. Beberapa sabun antiseptik misalnya, memiliki daya pembersih yang berpotensi membuat kulit kering. 

Kedua, interaksi kulit dengan air hangat atau panas. Misalnya untuk mandi, mencuci steril pakaian atau peralatan dan sebagainya. Kondisi ini memicu kulit cepat dehidrasi. 

Ketiga, merupakan kebalikan dari kondisi kedua, yaitu terpapar udara dingin. Meski cenderung nyaman bagi iklim tropis, suhu dingin juga bisa membuat kulit kering sehingga memicu gatal. 

Keempat, gejala gula darah tinggi. Ini merupakan silent trigger yang tak banyak kita sadari. Gula bisa menghambat pembentukan kolagen dan revitalisasi kulit, sehingga mudah kering dan keriput. 

Untuk faktor pertama hingga ketiga, kita bisa mengatasinya dengan beberapa cara. Gunakan sabun yang mengandung pelembab, baik itu antiseptik maupun tidak. Bila memungkinkan, mandi dan bilas kulit dengan air suam-suam kuku. Kemudian, gunakan pelembab non perfumed agar kulit bisa tetap terhidrasi, tanpa menambah potensi alergi dari wewangian dalam produk. 

Sedangkan mencegah secara keseluruhan ialah konsumsi cukup air putih sesuai dengan kebutuhan berat badan. Batasi konsumsi gula dan pilih makanan dengan kandungan gula alami seperti sayur dan buah. Bila mampu, bisa merutinkan puasa serta berolahraga minimal 15-30 menit setiap hari. 

Gatal pada kulit karena jamur, virus dan bakteri

[Sumber gambar]
Permasalahan kulit yang umum lainnya adalah karena adanya jamur, bakteri dan virus. Meski potensi kesembuhannya tinggi, namun bila mengalami kondisi ini memang terasa cukup kurang nyaman. 

Permasalahan kulit karena virus yang paling sering terjadi seperti campak, cacar air, herpes dan sejenisnya. Virus bersifat menular dan mencari inang untuk perkembangbiakannya. Kondisi ini mengandung tingkat keparahan ringan hingga tinggi. Oleh karena itu, dokter bisa memberikan beberapa tindakan yang lebih serius untuk penanganannya. 

Sedangkan permasalahan kulit karena jamur dan bakteri dapat terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya adalah kebiasaan kita menjaga kebersihan, penggunaan sepatu, sandal, pakaian luar atau pakaian dalam dan interaksi kulit pada permukaan yang lembab dan berjamur. Beberapa kondisi yang umum terjadi seperti panu, kutu air, hingga keputihan pada wanita. 

Kondisi ini memang tidak lebih membahayakan daripada akibat terpapar virus. Beberapa penanganannya bisa menggunakan obat anti jamur yang tersedia di apotik, atau dengan obat telan sesuai resep dokter. 

Preventifnya adalah dengan menjaga kebersihan, serta sirkulasi udara dan sinar matahari di manapun kita berada agar tetap sejuk dan kering. Termasuk di antaranya adalah menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat dan bahannya menyerap keringat. Pastikan untuk mengganti pakaian, sepatu, topi, hijab, seprei dan sarung bantal, serta apapun yang berinteraksi dengan kulit kita secara teratur. 

Iritasi atau alergi pada suatu produk

Pada poin sebelumnya, kita telah membahas penggunaan sabun dan hand sanitizer dengan bahan tertentu sehingga bisa menyebabkan kulit bermasalah. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh alergi. 

Bahan-bahan yang cukup sensitif pada kulit bisa menyebabkan iritasi ringan seperti gatal, hingga kemerahan atau muncul bentol berair hingga jerawat. Misalnya produk yang mengandung alkohol, parfum, serta kandungan pencerah. 

Untuk hal ini, cara mengatasinya adalah dengan menghindari faktor pencetus tersebut. Pilihlah produk sesuai dengan sensitivitas kulit kita. Misalnya non perfumed moisturizer, produk non alkohol, sabun pencuci dengan bahan alami dan sejenisnya. 

Gatal pada kulit bisa indikasi penyakit serius

[Sumber gambar]
Selain indikasi di atas, ada beberapa jenis gatal yang menunjukkan gejala dalam tubuh, seperti risiko gula darah tinggi, tumor dan kanker. Hal ini bisa terlihat dari tidak ada ruam pada kulit meski sudah tergaruk, perubahan warna pada kulit di area tertentu, serta gejala lain seperti penurunan berat badan. 

Kondisi ini bisa terjadi karena pengaruh dari kondisi internal tersebut sehingga berpengaruh pada sistem tubuh, termasuk saraf. Melansir dari beberapa rujukan kesehatan, area paling sering menunjukkan gejala ini adalah kaki dan dada. Periksa kondisi kesehatan secara berkala untuk mencegah kondisi ini, atau lakukan monitoring dengan segera apabila gejalanya terasa selama berminggu-minggu. 

Pertolongan pertama mengatasi kondisi gatal ringan

Level gatal pada kulit tergantung kondisi dan jenis pemicunya. Berikut ini adalah beberapa alternatif pertolongan pertama mengatasi gatal yang bisa kita coba: 

  • Kompres tangan dengan gel atau kompresan dingin saat gatel membandel. Kondisi ini seperti pada alergi akibat penggunaan sabun atau terlalu sering mencuci tangan. 
  • Menggunakan eukaliptus atau produk pereda gatal. Misalnya saat terkena gigitan serangga, kita bisa menggunakan minyak pengobatan rumah tangga seperti eukaliptus, minyak tawon dan pereda gatal herbal lainnya. 
  • Menggunakan produk biang keringat atau antiseptik khusus, pada kasus gatal karena bakteri dan keringat. 
  • Hindari menggunakan produk dengan pewangi. 
  • Hindari menggaruk dengan intense menggunakan kuku. Alih-alih, pakai punggung tangan untuk menggesek kulit secara perlahan sehingga kulit tidak tergores dan bisa meredakan gatal.

BACA JUGA: Berjemur Tak Perlu Berlebihan untuk Hindari Sunburn dan Dampak Berikut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *