Banyak faktor penyebab infeksi usus bisa hinggap di dalam tubuh kita. Utamanya karena kontak langsung, tidak langsung, berada di wilayah yang infeksius dan juga faktor kebersihan.

Infeksi usus adalah kondisi di mana terjadi peradangan pada usus akibat adanya parasit, jamur, bakteri atau bahkan virus. Hal ini menyebabkan penderitanya merasakan sakit perut, kehilangan nafsu makan dan bahkan buang air besar dengan mengeluarkan darah.

Selama belum terlambat, kondisi ini bisa teratasi dengan penanganan yang intensif di rumah sakit. Nah, akan tetapi, yang perlu kita lakukan adalah pencegahan. Sebab, mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut ini kita akan membahas penyebab infeksi yang paling sering terjadi dan cara terbaik untuk mencegahnya.

Faktor penyebab

ilustrasi infeksi usus
Sumber gambar

Yang sering menjadi penyebab utama infeksi usus adalah aspek kebersihan. Hal ini seperti kebersihan bahan makanan, penyajian makanan, kondisi tangan atau alat makan, serta adanya kontak dengan orang yang memiliki kondisi infeksi virus, parasit, bakteri atau jamur. Selain itu, faktor lainnya adalah kondisi ketahanan tubuh kita sendiri, seperti cukup istirahat atau tidak, stressor dan apakah memiliki gangguan kekebalan tubuh

Parasit

Parasit adalah jenis mikroorganisme yang biasanya bersifat merugikan karena menumpang hidup dengan menggerogoti inangnya. Beberapa parasit sejenis Balantidium coli atau Entamoeba histolytica seringkali menyebabkan terjadinya infeksi usus.

Penyebarannya bisa pada medium air pada lokasi umum. Misalnya sumur, sungai atau sumber air yang konsumsinya bersama. Selain itu medium seperti pemandian atau kolam renang bersama juga dapat menjadi media penyebaran parasit jenis ini.

Bakteri

Kita mengenal bakteri E. Coli atau salmonella sebagai biang utama penyakit pencernaan, seperti diare dan tifus. Selain itu, keduanya bisa juga menyebabkan infeksi pada pencernaan. Selain kedua bakteri ini, masih ada Campylobacter, Shigella, Clostridium dan masih banyak lagi.

Umumnya, kontaminasi bakteri ini bisa terjadi bila kita mengonsumsi makanan yang setengah matang dan memang sejak awal tidak higienis. Misalnya yang paling sering adalah telur, ikan dan daging. Selain itu, air juga bisa menjadi media munculnya jenis bakteri ini.

Jamur

Dalam tubuh kita, terdapat jenis jamur candida. Mereka berada dalam usus dengan populasi yang semestinya. Terjadinya infeksi usus adalah ketika perkembangan jamur ini mengalami abnormal yakni terlalu banyak.

Virus

Virus merupakan jenis infeksius yang paling kecil dan tidak kelihatan. Bahkan perlu pembersihan khusus seperti mencuci tangan untuk benar-benar bisa merobeknya sehingga tidak membahayakan kesehatan. Virus dapat menyebar dengan cepat lewat droplet, tangan yang kontak dengan mulut, hidung dan anus penderita, transfusi darah, penggunaan toilet bersama dan sejenisnya.

Jenis virus yang bisa menyebabkan infeksi usus adalah Cytomegalovirus. Pada orang dengan kondisi kesehatan tanpa komorbid saja, sudah bisa menyebabkan peradangan. Sedangkan pada mereka yang mengidap HIV/AIDS, kondisinya bisa lebih berat.

Protokol kesehatan mencuci tangan

ilustrasi mencuci tangan
Sumber gambar

Jauh sebelum pandemi, mencuci tangan adalah kebiasaan yang tertanam sejak kecil sebelum makan. Hal ini untuk mencegah kuman yang ada pada tangan. Tidak banyak yang menyadari, sebagai anggota badan yang paling produktif, tangan merupakan pembawa kuman dan virus paling cepat. Bukan hanya kepada kita, tapi siapapun dan barang apapun yang kita pegang.

Mencuci tangan sebaiknya sebelum dan setelah makan, atau setelah bepergian. Selebihnya bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan. Mencegah tangan kering karena mencuci tangan, kita bisa menggunakan pelembab pada malam hari atau ketika perlu.

Menggunakan masker di wilayah infeksius

Para tenaga kesehatan di rumah sakit umumnya menggunakan masker, sebab wilayah tersebut nyatanya adalah area yang infeksius atau mengandung banyak risiko infeksi. Kini, sebaiknya siapapun yang mengunjungi fasilitas kesehatan baik itu RS, puskesmas, posyandu, klinik dan sejenisnya, tetap menggunakan masker. Hal ini untuk mencegah terjadinya paparan dari orang yang sakit ke orang yang sehat.

Penggunaan masker dapat menghindarkan paparan virus atau droplet, serta mencegah kontak langsung antara tangan dengan hidung dan mulut. Saat ini sudah banyak masker yang memiliki desain ergonomis, sehingga bisa kita gunakan dalam waktu lama, tanpa sulit bernafas.

Mencegah penyebab infeksi usus dengan konsumsi makanan buatan sendiri

Dengan mengolah sendiri apa yang kita makan, dapat memastikan bahwa bahan yang kita gunakan benar-benar bersih dan baik. Termasuk alat yang kita gunakan dan penyajiannya. Hal ini tidak bisa kita pastikan bila makan di luar.

Budaya konsumsi makanan yang kita olah sendiri ini juga baik, utamanya bagi anak-anak yang imunitasnya masih rentan. Sebab godaan jajan di luar cukup besar, tanpa tahu bagaimana kualitas kebersihan dan bahan tambahan yang terdapat di dalamnya.

Menghindari makanan yang mengiritasi usus

Tidak semua orang bisa konsumsi hal yang sama atau kuat makan apa yang mereka suka. Misalnya sambal dan susu. Kedua bahan ini bisa menjadi makanan yang bersifat iritan pada pencernaan beberapa orang. Hal tersebut karena sifatnya pedas atau asam dan keduanya bisa memicu terjadinya inflamasi atau peradangan ketika ada keluhan kesehatan yang menyerang.

Orang dengan pencernaan sensitif sebaiknya memperbaiki dulu asupan nutrisinya dan mencegah atau membatasi makanan dengan potensi mengiritasi pencernaan. Tujuannya adalah menjaga agar ketahanan pencernaannya dan seluruh tubuhnya tetap baik.

Makanan probiotik atau yang mengandung enzim

ilustrasi makanan mengandung probiotik
Sumber gambar

Bahan makanan paling andalan untuk urusan pencernaan adalah probiotik seperti yogurt, cuka apel atau madu, serta makanan yang kaya akan enzim (umumnya pada buah-buahan). Probiotik dapat menjaga keseimbangan bakteri baik dalam tubuh sehingga melancarkan pencernaan.

Sedangkan enzim, merupakan zat yang banyak kita perlukan dalam proses cerna. Termasuk memberantas racun, memecah komponen zat makanan, serta berbagai proses kimiawi lainnya. Beberapa buah yang baik untuk pencernaan dan mudah kita dapatkan, seperti pepaya, nanas, apel dan pisang.

Tidak begadang dan latihan kelola stres cegah infeksi usus

Begadang merupakan aktivitas yang kerap kali menurunkan imunitas. Kurangnya jam istirahat membuat tubuh kita bekerja ekstra saat kondisinya sedang lelah. Dampaknya ialah bisa membuat emosi tidak stabil, pikiran menjadi lebih sendu, mudah terserang penyakit, mudah mengalami gangguan pencernaan dan masih banyak lagi.

Mencukupkan waktu tidur dan istirahat tepat waktu bisa mencegah efek berkelanjutan, yakni mood yang berantakan atau mudah stres. Lantas apa kaitannya dengan infeksi usus? Kondisi pikiran rupanya seringkali berdampak pada pencernaan. Tidak sedikit kondisi stres yang membuat individu tersebut mengalami gangguan lambung, penyakit tipes dan sejenisnya.

BACA JUGA: Penyebab Infeksi Usus, Ciri, dan Penanganan

Bila masih kita cegah, maka jangan tunggu sampai harus mengobati. Tidak ada salahnya menjaga kebersihan dan melakukan protokol kesehatan meski tidak pandemi. Sebab, nyatanya kedua proteksi tersebut bila kita lakukan dengan benar, bisa menghindarkan dari paparan berbagai penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *