Tak banyak yang sadar kalau penyebab katarak bisa terbentuk sejak usia muda. Apalagi di zaman sekarang ketika kita hampir setiap saat terpapar oleh sinar gadget.

Penyebab utama katarak sebenarnya adalah penuaan, sehingga terjadinya gangguan ini kerap kali adalah pada orang lansia. Namun, saat ini tidak jarang orang dewasa di usia produktif yang mengalami katarak. Mengapa bisa demikian?

Hal tersebut karena perubahan gaya hidup juga berpengaruh terhadap pembentukan kabut katarak. Apalagi bila yang bersangkutan memiliki riwayat kerusakan mata yang membutuhkan penanganan atau anggota keluarga yang juga memiliki kondisi katarak.

Agar memiliki kesadaran akan risiko atau potensi gangguan mata ini, kita akan membahas lebih banyak mengenai faktor-faktor penyebab seseorang bisa mengalami katarak.

Penyebab katarak akibat penyakit diabetes

ilustrasi diabetes
Sumber gambar

Diabetes atau gangguan kesehatan berupa lonjakan gula darah bisa siapapun yang mengalaminya. Hal ini karena faktor kebiasaan, tren makanan dan kurangnya olahraga atau gerak aktif pada masyarakat dewasa ini.

Produksi makanan dan minuman masa kini yang sebenarnya memiliki kadar gula hampir sama atau melebihi jatah kebutuhan gula harian per satu kali makan/minum, tak banyak orang sadari membuat mereka berisiko diabetes. Pola hidup demikian banyak terdapat pada usia muda dan produktif.

Ketika kondisi gula darah tinggi, hal ini mengakibatkan mudahnya jaringan atau sel mengalami kerusakan. Di sisi lain, sulit mengalami perbaikan. Karena gula bersifat menghambat pemulihan tadi. Kerusakan ini bisa terjadi pada sel mata, sehingga menyebabkan pandangan kabur karena terbentuk kabut yang mengganggu pandangan.

Paparan sinar UV dan gadget pada mata

Organ mata kita adalah anugerah yang sangat canggih dan kuat. Namun bila kita tidak memelihara kondisi dan kesehatannya dengan baik, dapat menyebabkan penurunan kemampuan. Tentu saja kehidupan kita tidak bisa lepas dari nikmatnya khasiat sinar matahari dan paparan cahaya gadget, mata kita sebenarnya bisa menanggulangi hal tersebut.

Akan tetapi durasi kontak mata dengan kedua hal tersebut bisa mempengaruhi terjadinya pembentukan katarak. Misalnya terlalu lama melihat ke layar saat meeting, menonton drama Korea kesayangan, mengerjakan tugas kuliah atau kantor, bermain game dan sebagainya. Karena itu, meski masih muda dan memiliki mata yang sehat, sebaiknya kita tetap mengontrol waktu konsumsi gadget.

Penyebab katarak dari obesitas

ilustrasi obesitas
Sumber gambar

Tidak jauh berbeda dari poin sebelumnya, selain kelebihan level gula darah, kelebihan berat badan juga bisa memunculkan risiko penyakit katarak. Tidak hanya itu, banyak potensi penyakit mata dan penyakit organ lainnya juga. Sebaiknya melakukan pengelolaan pola makan dan berat badan untuk bisa mengurangi kondisi obesitas tersebut.

Pada seseorang yang mengalami obesitas, bisa sekaligus memiliki gejala diabetes, asam urat tinggi, kolesterol tinggi atau bahkan tekanan darah tinggi. Hampir semua aspek tersebut juga menunjang terjadinya gangguan katarak pada mata. Obesitas banyak terjadi pada negara berkembang ke atas, terutama yang sudah mengalami banyak kemajuan, tapi cenderung menurunkan waktu aktivitas gerak, meningkatkan stres dan pola konsumsi makanan atau minuman.

Merokok dan konsumsi alkohol

Gaya hidup merokok dan konsumsi minuman beralkohol dapat mempengaruhi kinerja organ. Padahal, metabolisme tubuh yang baik terjadi bila organ juga dalam kondisi baik. Merokok dan konsumsi minuman alkohol mempengaruhi fungsi hati serta ginjal, yang perannya cukup vital untuk mengelola kolesterol, racun dan kadar gula dalam tubuh.

Meski tidak semua orang yang merokok atau konsumsi alkohol mengalami penyakit berat, namun sebenarnya gaya hidup ini sedang berinvestasi pada penyakit pada organ tubuh mereka. Dari sinilah bisa muncul komplikasi lainnya, seperti glaukoma, katarak, batu ginjal dan lain sebagainya.

Penyebab katarak karena peradangan mata tak tertangani

ilustrasi katarak
Sumber gambar

Di usia muda, kita mungkin mengalami gangguan mata, seperti mata merah, berair, pendarahan, peradangan dan sebagainya. Apabila kondisi ini tidak ditangani secara benar, dapat menimbulkan risiko terjadinya katarak. Tak hanya itu, bagi yang pernah mengalami penanganan seperti operasi, atau mengalami trauma pada daerah mata, juga berpotensi untuk mengalami gangguan katarak.

Hal ini ibaratnya seperti kondisi penuaan atau penurunan akibat sempat terjadi kerusakan atau penanganan sebelumnya. Meski demikian, katarak bisa kita sembuhkan asal mendapat penanganan yang tepat. Semakin dini akan semakin baik.

Mencegah terjadinya katarak

Katarak memang umumnya dialami oleh orang-orang yang mengalami penuaan dan memasuki usia lansia. Namun, saat ini generasi muda juga sudah bisa terkena gangguan penglihatan ini.

Bila saat ini mata kita dalam kondisi sehat, tak ada salahnya untuk melakukan beberapa tindakan preventif seperti berikut ini:

  • Menggunakan kacamata anti radiasi
  • Menghindari melihat ke arah matahari secara langsung, atau sumber cahaya yang menyilaukan
  • Mengistirahatkan mata setiap 20 menit menggunakan gadget, seperti ketika menonton video, main games, meeting, mengerjakan tugas dan lain sebagainya.
  • Tidak mengonsumsi alkohol maupun rokok. Bila sedang rutin mengonsumsinya, upayakan untuk bisa mengurangi dan berhenti.

BACA JUGA: Tips Menjaga Kesehatan Mata Selama WFH

Penglihatan yang jelas dan sehat sangat bermanfaat bagi manusia. Baik untuk bekerja, mengemudikan kendaraan, mengagumi pemandangan dan masih banyak lagi. Mari sama-sama memelihara kesehatan mata agar bisa lebih lama menikmati anugerah panca indera ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *