Setelah selama ini hanya menjadi peringatan dan kewaspadaan, akhirnya kasus Omicron muncul di Indonesia. Padahal, grafik di Indonesia sudah melandai. 

Omicron adalah varian virus Corona yang bermutasi dan pertama kali muncul di Afrika Selatan. Setelah sempat ada penjelasan bahwa gejalanya lebih ringan, ternyata beberapa negara mulai melaporkan kasus kematian. 

Setelah beberapa bulan bernafas sedikit lebih lega karena gencarnya vaksinasi dan penurunan angka positivity rate, ternyata Omicron akhirnya sampai di Indonesia pada bulan Desember 2021. Kendati sudah berusaha melakukan tapis berlapis, namun akhirnya di awal Januari 2022, Indonesia melaporkan dua kasus kematian karena varian ini. Begini ulasan lengkapnya. 

Omicron dan penjelasannya

sumber gambar

Omicron adalah varian virus Corona dengan kode B.1.1.529 yang pertama kali muncul di Afrika Selatan, tepatnya Nigeria pada bulan November 2021. Virus ini jadi varian ke-10 yang masuk ke dalam concern para peneliti dan WHO. 

Sejak bermunculannya varian baru Covid-19 secara berkesinambungan, banyak peneliti yang memproyeksi bahwa ke depannya, kita akan hidup berdampingan dengan virus ini. Artinya, akan ada banyak perkembangan mutasi hingga Corona benar-benar lumpuh dan menjadi endemi, seperti sebagaimana siklus virus pada umumnya. 

Sebelumnya, sudah ada varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, Lambda, Kappa, Eta, Iuta dan Mu. Keberadaan Omicron terdeteksi sebagai virus yang lebih ‘mild’ di awalnya. Hal ini karena gejalanya mirip flu biasa. Meski begitu, para ahli dan WHO tetap memperingatkan penduduk dunia untuk tetap waspada dan melakukan protokol kesehatan, karena varian Omicron masih dalam pemantauan saat itu.

Sampai akhirnya, beberapa negara besar mulai melaporkan kasus kematian karena virus ini. Salah satu di antaranya adalah Indonesia. 

Gejala ringan, tapi bisa menyebabkan kematian

Gejala Omicron relatif ringan dan seperti flu biasa. Hal ini sering pula Jubir Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, sampaikan. Gejalanya meliputi pilek, bersin-bersin, batuk, sakit tenggorokan, demam, pegal-pegal hingga gangguan pencernaan seperti diare, mual atau gangguan lambung. 

Pada ciri gejala Omicron, belum ada laporan kasus yang memiliki gejala anosmia atau saturasi oksigen turun seperti sebelumnya. Hal ini juga tampak pada pasien yang terpapar, di mana kondisinya mayoritas adalah cukup perawatan mandiri. 

Tapi seperti yang sudah kita bahas di poin sebelumnya, ternyata Omicron tidak ‘mild’. Keberadaannya tetap rentan bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan, lansia, anak dan bayi. Beberapa negara seperti Australia, Amerika Serikat, India, Israel, Inggris dan bahkan Indonesia, melaporkan adanya kasus kematian akibat varian Omicron ini. 

Kasus Omicron pertama di Indonesia

sumber gambar

Di Indonesia sendiri, kasus pertama muncul setelah seorang WNI baru pulang dari Nigeria di 27 November 2021. Orang tersebut menjalani isolasi di Wisma Atlet. Akan tetapi, orang pertama yang terindikasi positif adalah pekerja di wisma tersebut, padahal dirinya tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri. 

Hal ini membuat adanya sinyalir kalau pembawa virus pertama adalah WNI yang baru pulang dari luar negeri dan menjalani isolasi di sana. Jawabannya semakin jelas ketika hasil tracing Kemenkes untuk 14 hari ke belakang, menunjukkan kesesuaian. 

Sejak saat itu, pemerintah mulai memberikan anjuran kepada seluruh pimpinan daerah dan penduduk untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, tapi sekaligus persiapan. Di antaranya juga dengan menggiatkan vaksinasi, agar warga mendapatkan perlindungan imunitas ekstra. Serta mempersiapkan fasilitas kesehatan dan beberapa fase PPKM untuk mencegah kerumunan di Natal dan Tahun Baru. 

Kasus Omicron pertama yang menimbulkan kematian

sumber gambar

Di Indonesia sendiri baru-baru ini akhirnya mengumumkan kasus kematian pertama akibat Omicron. Bukan hanya satu, tapi dua kematian. Kabar ini berbarengan dengan lonjakan positivity rate yang terjadi belakangan, meski sebagian besar adalah kasus Covid-19 yang ringan. 

Pada kedua kasus kematian ini, ada persamaan. Yaitu karena keduanya memiliki komorbid dan statusnya adalah sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Artinya kedua pasien memang mengalami kondisi yang lebih berat. Dari sinilah, kemudian pemerintah mulai menerapkan beberapa pembatasan dan tracing lebih cepat. 

Vaksinasi bisa bantu mencegah kasus Omicron

Saat gelombang kedua berlangsung, pemerintah mulai memberikan vaksin kepada nakes dan lansia sebagai prioritas. Kemudian berlanjut ke masyarakat umum dan anak-anak yang berlangsung hingga hari ini. Bahkan, kini Indonesia sudah mulai menerapkan vaksin booster. 

Meski sempat jadi pertanyaan besar, bagaimana vaksin bisa menangkal virus, sementara variannya terus bermutasi. Hal ini mendapat jawaban dari WHO dan Kemenkes sendiri, bahwa vaksin tetap lebih efektif menangkal varian Delta hingga Omicron. 

Vaksinasi berjalan dengan dua kali dosis dan satu kali booster. Bagi mereka yang memiliki kondisi khusus, tidak harus mengikuti vaksinasi. Cara ini menjadi pertolongan pertama untuk mencegah dampak yang lebih menular, gejala yang lebih berat, dan juga risiko kematian. 

Jadi bagian dari pemulihan Indonesia, PCR gratis dan donasi

sumber gambar

Selain vaksin, salah satu metode yang tepat untuk membantu mencegah penularan lebih jauh adalah dengan tracing. Saat ini yang paling akurat adalah melalui PCR. Bila dulu cara ini terkesan menyakitkan, kurang nyaman dan mahal, kini sudah jauh berbeda. 

Di GSI Lab misalnya, selain swab antigen dan PCR dengan metode usap, kini juga ada metode kumur. Harganya semua sudah lebih terjangkau mengikuti anjuran pemerintah. Bahkan ada program khusus bagi tenaga kesehatan dan warga yang kekurangan biaya melakukan PCR. Lebih lengkapnya bisa membaca tautan berikut ini.

BACA JUGA: Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli

Tak hanya itu, kita juga bisa jadi bagian yang memulihkan negeri ini. Yakni memberikan donasi untuk membantu mereka yang kurang mampu melakukan PCR atau swab test berbayar. Aksi sosial ini bisa jadi langkah kita berkontribusi memulihkan bangsa. Cek informasinya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *