Gejala Positif Covid 19

Seperti telah kita ketahui bersama bahwa virus Covid 19 telah menyebar luas ke berbagai kalangan dengan gejala positif Covid-19 yang juga semakin meningkat seiring meluasnya penyebaran virus tersebut. Kini Covid 19 mulai menghampiri banyak pesohor di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bukan hanya petinggi dan pejabat, tapi juga selebritis yang sering wara-wiri di televisi. Seperti Nunung, Melaney Ricardo dan yang terbaru adalah Dewi Persik.

Pengalaman unik dialami Dewi Persik karena alami gejala yang tidak dialami kebanyakan orang di Indonesia, yakni ruam tubuh dan wajah. Namun, ruam semacam ini memang masih tergolong gejala Covid-19 sejak generasi pertama. Oleh karena itu, wanita yang kerap didaulat dalam acara dangdut ini, belakangan tak banyak tampil di layar kaca.

Keluarga dan Asisten yang juga tertular covid 19

Selain Dewi Persik, sang asisten dan keponakannya ikut positif Covid 19 sehingga ketiganya harus menjalani perawatan serta isolasi. Namun, pada 27 Desember 2020 kemarin, penyanyi yang akrab disapa Depe ini akhirnya mengumumkan bahwa ia sudah negatif.

Gejala positif Covid 19 yang di alami Dewi Persik
Kondisi Dewi Perssik yang sembuh secara berkala. Sumber Gambar: Instagram/dewiperssikreal

Nah, bagaimana sih kondisi ruam kulit bisa disebut Covid-19? Jangan-jangan itu bukan corona, tapi virus lainnya? Memang sempat ada netizen yang meragukan hal tersebut. Namun Depe melengkapi dengan bukti surat swab test di jakarta, sehingga ruam yang dialaminya memang merupakan gejala Covid-19.

Menanggapi kejadian ini, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof. Amin Soebandrio, menjelaskan bahwa ruam memang bisa disebabkan oleh virus. Tidak hanya virus corona, namun bisa juga virus yang lainnya.

Gejala lain dari Covid-19

Terkait dengan adanya dugaan gejala positif Covid-19 yang dialami Dewi Persik merupakan jenis baru, Prof. Amin menjelaskan bahwa ruam kulit sebenarnya bukan gejala atau jenis baru dari virus Covid 19. Karena, ruam adalah bentuk reaksi tubuh oleh beragam hal, tak hanya karena varian virus lama atau baru. Sama seperti halnya batuk yang merupakan reaksi tubuh, namun tak selalu merupakan gejala Covid-19.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof. Amin Soebandrio
Prof. Amin Soebandrio jelaskan ruam bukan gejala baru. Sumber Gambar: Detik

Pada awal kemunculan di luar negeri, sudah dipaparkan beberapa gejala yang mirip dengan penyakit biasa. Seperti di antaranya batuk, flu, demam dan ruam kulit kaki. Tapi, gejala ruam memang tidak banyak terjadi di Indonesia.

Penelitian yang mendalami varian gejala virus Covid 19  baru juga belum menemukan adanya tendensi gejala yang lain. Sampai saat ini hasil yang didapat adalah bahwa virus ini menular lebih cepat. Meski demikian, Prof. Amin tetap mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

BACA JUGA: 3 Artis dan Figur Publik yang Tak Luput Terpapar Covid-19 di Akhir Tahun 2020

Yah, bagaimanapun saat ini kita memang wajib pandai-pandai menjaga diri. Kondisi memang tak menentu dan belum kondusif, jadi pastikan untuk ingat selalu di manapun berada wajib selalu menerapkan protokol kesehatan covid 19 dan bila perlu lakukanlah pencegahan dengan cara swab test.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *