Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang melibatkan penggunaan teknologi medis untuk mengidentifikasi penyakit dan memantau kondisi kesehatan. Teknologi ini termasuk penggunaan sinar X, ultrasound, MRI, PET, dan teknologi radiologi digital lainnya.

Tren penggunaan radiologi dalam dunia medis saat ini sedang meningkat. Radiologi digital telah mendukung kemampuan dokter untuk menentukan penyakit lebih cepat dan akurat. Teknologi ini juga memungkinkan dokter untuk memantau kondisi pasien secara real time.

Penggunaan radiologi digital memungkinkan tenaga medis secara cepat membandingkan data sebelumnya dengan data saat ini untuk memantau perkembangan penyakit atau kondisi pasien.

Selain itu, penggunaan teknologi radiologi digital juga memungkinkan para nakes yang ada untuk berbagi informasi dan data pasien dengan ahli radiologi lainnya secara efisien. Hal ini membuat proses diagnostik pasien menjadi lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, teknologi radiologi digital telah meningkatkan banyak proses diagnostik dan pengobatan.

Kecanggihan ini juga bisa pasien rasakan manfaatnya dalam beberapa kebutuhan seperti medical check up, pemeriksaan untuk penyakit khusus dan masih banyak lainnya. Berikut ini pembahasannya.

Pemanfaatan radiologi dalam dunia medis

ilustrasi pemanfaatan teknologi radiologi
Sumber gambar

Radiologi sebagai teknologi visual untuk membantu dokter dalam diagnosa dan pengobatan penyakit, memiliki banyak dimensi dan fungsi. Teknologi radiologi dapat berupa X-ray, Magnetic Resonance Imaging (MRI), Computed Tomography (CT) scan, Ultrasound, Positron Emission Tomography (PET), dan berbagai macam teknologi lainnya.

X-ray adalah metode radiologi yang paling populer dan paling umum penggunaannya untuk mengidentifikasi dan menilai berbagai macam kondisi kesehatan. Yang paling populer adalah penggunaan teknologi ini guna memantau atau mendeteksi perubahan pada tulang dan jaringan lunak, seperti cedera atau infeksi, serta untuk mengidentifikasi kondisi seperti tumor atau penyakit jantung.

MRI adalah teknik lain untuk membuat gambar internal tubuh. MRI menggunakan magnet dan gelombang radio untuk membuat gambar organ dan jaringan tubuh. MRI dapat membantu para tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi tumor, masalah pada jaringan lunak, dan menyelidiki masalah pada organ-organ internal seperti jantung, ginjal, hati, dan otak.

CT scan adalah teknik radiologi yang memanfaatkan sinar-X untuk membuat gambar cross-sectional dari tubuh. Ini berguna untuk mengidentifikasi perubahan pada tulang, jaringan lunak, dan organ-organ internal, serta tumor, infeksi, dan banyak lagi.

Ultrasound adalah teknik radiologi yang menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar organ tubuh. Ini berguna untuk mengidentifikasi masalah pada organ dan jaringan, seperti tumor, infeksi, dan masalah pada jantung.

PET adalah teknik radiologi yang menggunakan radioisotop untuk membuat gambar internal tubuh. Ini berguna untuk mengidentifikasi masalah dengan jantung, otak, dan organ-organ lainnya.

Radiologi bermanfaat untuk pemeriksaan sehingga memudahkan rekomendasi penanganan dan pengobatan penyakit. Semakin ke sini, hal ini meningkatkan angka harapan hidup dan kesembuhan bagi pasien.

Bisa untuk mendiagnosa penyakit apa saja?

ilustrasi diagnosa penyakit dengan radiologi
Sumber gambar

Penyakit yang memerlukan pemeriksaan radiologi adalah penyakit yang menyebabkan perubahan struktur dalam tubuh, yang dapat berupa perubahan bentuk, ukuran, atau komposisi.

Dengan menggunakan sinar-X atau teknologi lain untuk mendiagnosis atau t mengungkapkan adanya masalah dalam organ tubuh yang tidak terlihat dengan mata telanjang, termasuk tumor, fraktur tulang, infeksi, dan pembekuan darah.

Penyakit yang memerlukan pemeriksaan radiologi meliputi kanker, penyakit jantung, stroke, penyakit paru-paru, dan penyakit tulang. Prosedur pemeriksaan ini juga mengungkapkan adanya masalah pada otak dan sistem saraf pusat, seperti aneurisma atau gangguan metabolisme.

Apakah radiasinya menyebabkan efek samping?

Pemeriksaan radiologi sendiri tidak menyakitkan dan tidak menimbulkan efek samping. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan pemeriksaan radiologi. Pertama, jika sedang hamil, pasien harus menginformasikan kepada dokter agar dapat melakukan pemeriksaan dengan aman.

Kedua, meskipun pemeriksaan radiologi tidak menyakitkan, pasien tidak boleh terkena terlalu banyak radiasi. Terdapat potensi mengalami efek samping seperti mual, muntah, diare, atau bahkan kerusakan pada jaringan tubuh.

Jadi, sebaiknya berhati-hati ketika melakukan pemeriksaan radiologi dan selalu menjalani pemeriksaan dengan bantuan dokter. Perhatikan juga arahan yang kita dapatkan dari nakes terkait persiapan sebelum dan sesudah pemeriksaan dengan prosedur radiologi.

Di mana lokasi pemeriksaan radiologi dan berapa biayanya?

ilustrasi biaya radiologi
Sumber gambar

Pemeriksaan radiologi dilakukan di rumah sakit, klinik, dan praktek dokter. Sebelumnya mungkin kita akan mendapatkan rekomendasi atau saran dari dokter sebelum melakukannya.

Biaya untuk pemeriksaan radiologi berbeda-beda tergantung pada jenis pemeriksaan. Biaya untuk pemeriksaan X-ray biasanya antara Rp50.000 sampai Rp250.000, sedangkan biaya untuk MRI berkisar antara Rp500.000 sampai Rp1.500.000. Harga tersebut bisa sudah termasuk biaya pemeriksaan dan biaya konsultasi dokter yang berkaitan.

Beberapa lokasi menyediakan cover biaya pemeriksaan dengan asuransi dan ada juga yang tidak. Bila ingin menggunakan fasilitas BPJS, kita bisa menanyakan lebih dulu pada admin melalui telepon atau saat pendaftaran di lokasi.

BACA JUGA: Rentang Biaya Tes DNA di Berbagai Rumah Sakit di Indonesia

Pemeriksaan radiologi memang memberikan banyak kontribusi pada dunia kesehatan, baik bagi tenaga medis maupun pasien. Dengan metode diagnosa yang lebih cepat dan akurat, memudahkan pasien mendapat penanganan yang tepat dan dokter bisa lebih maksimal dalam menyarankan atau melakukan penanganan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *