GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan. Mungkin sebagian dari kita pernah mengalami tiba-tiba nyeri saat menelan dan seperti ada benjolan di kerongkongan saat sedang makan. Atau dada tiba-tiba terasa panas seperti terbakar. Bisa jadi tubuh sedang terkena GERD.

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang bisa terkena GERD. Salah satunya adalah gaya hidup tidak sehat. Saat ini kemudahan pilihan untuk membeli makanan secara instan dan promo-promo yang ditawarkan, membuat kita tidak selektif dengan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Dikarenakan beberapa gejala ketika asam lambung naik tidak memakan waktu yang lama, banyak yang menganggap sepele dan tidak berusaha mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Meskipun penyakit ini tidak sampai membahayakan jiwa secara langsung, akan tetapi bisa mengakibatkan beberapa komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Yang awalnya hanya berupa perlukaan, lama kelamaan bisa semakin luas dan menyebabkan penyempitan kerongkongan bawah.

Berikut gejala yang dialami ketika asam lambung naik :

Asam lambung naik ditandai nyeri dada (heart burn)

ilustrasi asam lambung
Sumber gambar

Salah satu gejala yang paling sering dialami ketika asam lambung naik adalah heart burn atau nyeri dada. Dada akan merasakan sensasi perih dan panas seperti terbakar. Rasa terbakar ini sebabnya adalah asam lambung yang naik ke bagian kerongkongan. Hal ini bisa terjadi karena melemahnya otot LES (Lower Esophageal Spinchter) di kerongkongan.

Pelemahan otot mungkin terjadi akibat obesitas, lanjut usia, kehamilan atau beberapa jenis makanan dan minuman yang melemahkan kerja otot. Otot LES ini berfungsi menahan makanan yang masuk ke lambung agar tidak kembali ke kerongkongan. Itu sebabnya dada terasa nyeri dan tertekan ketika asam lambung naik. Bahkan terkadang keadaan bisa memburuk ketika selesai makan, sedang berbaring atau menunduk.

Kesulitan atau nyeri saat menelan

Asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa memicu timbulnya jaringan parut dan penyempitan pada kerongkongan bagian bawah. Kondisi ini menyebabkan makanan akan terjebak di kerongkongan dan memicu sensasi panas.

Cairan asam lambung yang bersifat asam dapat menyebabkan iritasi pada dinding kerongkongan, sehingga bisa menyebabkan nyeri saat menelan.

Mual, muntah dan bersendawa

ilustrasi mual
Sumber gambar

Produksi gas yang berlebih akibat asam lambung naik, membuat tubuh merespon dengan rasa tidak nyaman dan membuat sering bersendawa. Mual, muntah dan bersendawa adalah salah satu gejala yang dialami ketika asam lambung naik.

Dalam kondisi normal, bersendawa adalah proses alami tubuh mengeluarkan gas. Tetapi bila bersendawa terus menerus akan mengganggu aktivitas kita, terutama ketika berada di tempat umum. Menahan sendawa pun akan membuat perut kita semakin nyeri dan terasa kembung. Jika ini berulang, bisa jadi ini adalah sinyal dari tubuh bahwa asam lambung sedang naik.

Gangguan tidur saat asam lambung naik

Ketika dalam kondisi berbaring, asam lambung akan lebih mudah mengalir ke ke kerongkongan. Tidak ada gravitasi yang menahan asam lambung untuk naik. Selain itu pada saat tidur produksi air liur kita menurun. Padahal air liur dapat menetralkan asam lambung.

Itu sebabnya orang yang asam lambungnya naik entah sadar atau tidak, bisa lebih sering batuk atau tersedak di malam hari. Kondisi ini terkadang akan membuat kita terbangun dengan perasaan tidak nyaman. Tentu saja ini akan mengganggu kualitas tidur, yang membuat kita lelah di pagi hari.

Tidak nafsu makan

ilustrasi tidak nafsu makan
Sumber gambar

Ketika asam lambung naik, tanpa disadari membuat kita enggan untuk makan karena merasa kenyang palsu. Hal ini akibat dari lambung dipenuhi produksi gas dan asam berlebih. Perasaan yang tidak nyaman ini membuat kehilangan selera untuk makan.

Bau mulut

Meskipun tidak selalu bau mulut adalah karena asam lambung naik, tetapi bisa jadi salah satu gejalanya. Hal ini terjadi saat asam lambung yang naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan bau asam pada mulut.

Muncul gejala sesak napas

Di kondisi yang lebih serius, asam lambung naik bisa menyebabkan sesak napas. Hal ini bisa terjadi karena asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat masuk ke paru-paru yang bisa menyebabkan jalan napas membengkak.

Tidak ada prediksi rentang waktu seberapa lama gejala-gejala asam lambung naik ini terjadi. Karena kondisi setiap orang berbeda-beda. Oleh sebab itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan apabila mengalami salah satu gejala di atas, diantaranya :

  • Saat asam lambung naik, sangat dianjurkan untuk melonggarkan pakaian yang dikenakan. Hal ini untuk mengurangi tekanan pada perut.
  • Kebanyakan orang akan menunduk dan berbaring pada saat mengalami kesakitan. Tapi ketika asam lambung naik tidak disarankan untuk berbaring. Dengan postur tubuh yang tegak, bisa mengurangi tekanan pada katup antara kerongkongan dan lambung. Sehingga bisa menghentikan naiknya asam lambung. Jika memang menginginkan posisi berbaring, pastikan posisi dada ke atas ke atas lebih tinggi dari posisi perut.
  • Minum air hangat secara perlahan, sehingga bisa membantu meredakan rasa tidak nyaman karena asam lambung naik.
  • Mengkonsumsi jahe bisa menjadi salah satu alternatif apabila mengalami gejala asam lambung. Karena di dalam kandungan jahe terdapat kandungan fenolik yang bisa meredakan iritasi gastrointestinal dan mengurangi kontraksi lambung, sehingga jahe bisa mengurangi asam yang mengalir dari perut kembali ke kerongkongan.
  • Mengunyah permen karet bagi sebagian orang kurang menyenangkan. Tapi ternyata permen karet bisa jadi solusi efektif ketika asam lambung naik. Hal ini dikarenakan air ketika mengunyah permen karet, produksi air liur semakin banyak. Sehingga bisa membantu melancarkan pergerakan makanan melalui kerongkongan dan meredakan gejala heart burn.
  • Jika cara-cara di atas belum meredakan gejalanya, bisa dengan meminum obat maag yang terdapat kandungan antasida. Antasida bisa menetralkan asam di lambung, sehingga efektif meredakan refluks asam.

Mengalami gejala asam lambung naik, tentulah menjadi hal yang tidak menyenangkan. Namun hal ini bisa terjadi ke siapa saja, mulai dari usia remaja maupun orang dewasa.

Penyebabnya pun beraneka ragam, mulai dari gaya hidup, pola makan dan stress. Untuk mencegah munculnya gejala ini, gaya hidup lebih sehat hendaknya bisa dijalankan. Berikut beberapa gaya hidup sehat yang bisa dilakukan :

  • Menjaga berat badan selalu ideal, karena obesitas bisa menjadi salah satu pemicu gejala heart burn.
  • Pola makan yang teratur bisa membantu mencegah naiknya asam lambung. Dan sangat disarankan untuk tidak makan dua jam sebelum tidur karena akan memicu asam dari lambung naik ke tenggorokan saat tidur.
  • Menghindari makanan atau minuman yang bisa memicu asam lambung, seperti makanan yang berlemak tinggi, makanan yang digoreng, soda, kafein atau alkohol.
  • Mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan lebih banyak minum air putih dan rajin berolahraga.
  • Memiliki jam tidur yang cukup
  • Walaupun terlihat sepele, tapi mengunyah makanan dengan benar bisa membantu enzim pencernaan mengolah makanan dengan mudah. Dengan begitu risiko asam lambung naik bisa dihindari.

BACA JUGA: 6 Ciri-ciri Asam Lambung yang Sering Tak Kita Sadari

Terakhir yang tidak kalah penting adalah mengelola pikiran agar tidak stress berlebihan. Otak yang mengalami tekanan atau stress akan mengirim sinyal ke lambung untuk memproduksi asam yang tinggi. Oleh karena itu, pikiran yang sehat adalah kunci untuk membuat hidup lebih sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *