Karena termasuk sebagai penyakit yang tidak musiman, jarang kita menyediakan obat sakit gigi di rumah. Tapi, minimal kita memiliki pereda rasa nyeri umum seperti ibuprofen atau paracetamol. 

Sakit gigi yang paling umum, biasanya terjadi karena ada gigi bungsu, gigi sensitif, gangguan pada gusi atau karang gigi dan yang paling utama adalah gigi berlubang. Saat nyeri sedang timbul, tak banyak yang bisa kita lakukan, kecuali meredam rasa sakit tersebut. 

Karakter sakit gigi juga berbeda-beda. Ada yang hanya nyeri saja tanpa bengkak, tapi bisa hilang dan timbul, serta ada nyeri dengan bengkak. Hal tersebut tergantung dari faktor penyebabnya yang biasanya perlu foto panoramik untuk bisa mengetahui pencetusnya. 

Hal ini karena ketika sakit gigi, berhubungan langsung dengan saraf. Kondisi saraf yang meradang harus kembali normal untuk bisa dilakukan tindakan lainnya. Agar aman saat penanganan. Tapi jangan khawatir, karena kita masih bisa menangani sakit gigi ini dengan beberapa produk alami maupun produk yang kini juga banyak tersedia di pasaran. 

Obat sakit gigi dari dokter

Ilustrasi obat obatan
[Sumber gambar]
Saat ini sudah banyak platform layanan konsultasi online dengan dokter. Sehingga ketika gejala menyerang, minimal kita bisa mengetahui solusi terbaik untuk kita lakukan sendiri di rumah. Bila rumah tangga biasanya menyediakan paracetamol atau ibuprofen, beberapa dokter gigi akan menyarankan resep obat sesuai kondisi dengan akurat. Misalnya Diclofenac atau asam mefenamat. 

Cara kerjanya hampir mirip, di mana zat-zat ini menghambat terjadinya peradangan sehingga rasa sakit bisa berkurang atau bahkan hilang. Namun ingat, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter agar mendapat dosis yang lebih tepat. Karena pada beberapa nyeri gigi, rasa sakit bisa muncul beberapa kali sehingga perlu mengonsumsi beberapa kali pula. 

Pereda nyeri sakit gigi berbentuk spray

Ilustrasi obat sakit gigi spray
[Sumber gambar]
Barangkali ini merupakan inovasi yang sangat berguna bagi kita yang tidak siap dengan sakit gigi dan dokter belum bisa menangani. Obat dalam bentuk spray kini tersedia di pasaran. Seperti namanya, kita cukup perlu menyemprot pada bagian yang sakit saat nyeri terjadi. 

Obat spray seperti ini biasanya memiliki beberapa fungsi. Selain meredakan rasa sakit, juga bisa menghilangkan bakteri penyebab bau. Penggunaan pereda nyeri dalam bentuk spray ini memiliki keunggulan yaitu relatif cepat mengatasi nyeri dan relatif aman asal sesuai cara penggunaan. Mengingat obat kumur atau obat telan perlu mengikuti dosis tertentu, obat sakit gigi bentuk spray ini bisa menjadi alternatif. 

Kumur dengan air garam hangat

Solusi paling sederhana adalah berkumur dengan air garam hangat. Metode ini sudah turun temurun kita lakukan, karena kumur dengan air garam hangat memang dapat meringankan gusi bengkak, gusi berdarah, kumur saat batuk, hingga mengatasi bakteri penyebab sakit gigi. 

Namun karena termasuk sebagai metode alami, ada kalanya cara ini tetap kebal untuk nyeri yang kita alami. Selain itu, hanya bisa maksimal 3-5 kali berkumur, untuk mencegah tergerusnya email gigi oleh garam. 

Obat kumur juga bisa menjadi alternatif

Ilustrasi obat sakit gigi kumur
[Sumber gambar]
Selain air garam, kita juga bisa menggunakan obat kumur yang tersedia di pasaran. Mengingat rongga mulut mungkin akan sangat sensitif saat sedang nyeri, pilihlah obat kumur yang lembut dan tidak terlalu pedas. 

Obat kumur memang memiliki fungsi untuk bisa mengatasi permasalahan rongga mulut, seperti sariawan, gusi bengkak, dan sakit gigi. Berkumur setelah menyikat gigi juga bisa membantu mengatasi kuman dan kotoran di sela gigi. Di masa pandemi Covid, obat kumur juga menjadi andalan untuk membersihkan rongga mulut belakang sehingga tenggorokan terasa lebih lega. 

Obat sakit gigi berupa minyak cengkeh

Minyak cengkeh terkenal dengan kandungannya yang mampu mengatasi peradangan dan bakteri. Cengkeh sendiri merupakan bahan yang cukup banyak penggunaannya oleh dokter gigi saat penanganan seperti menambal gigi berlubang. Saat ini ada beberapa obat cengkeh yang tersedia di apotek. Harganya pun sangat terjangkau. 

Mengunyah bawang putih

Bawang putih memang merupakan bahan masakan yang kaya akan khasiat. Kandungannya membantu masa pemulihan berbagai penyakit ringan hingga berat. Selain itu, ternyata juga bisa membantu kita mengatasi gangguan nyeri gigi.

Caranya bisa dengan memotong bawang putih dan meletakkan pada posisi gigi yang sakit. Selain itu, kita juga bisa mengunyahnya secara langsung sehingga minyak alami dari bawang putih tadi bisa memasuki area gigi untuk membasmi bakteri dan mengurangi rasa sakit. 

Selain obat sakit gigi, perlu juga mengompres

Ilustrasi kompres saat sakit gigi
[Sumber gambar]
Apabila terjadi pembengkakan pada area sekitar gigi yang sakit, kita bisa mengompres dengan kantong es atau kompres dingin. Sebab saat bengkak, ada peradangan yang bersifat panas, sehingga kita perlu membantu meredakannya.

Bila nyeri sudah hilang, segera ke dokter gigi

Berbeda dengan banyak penyakit yang saat kambuh malah harus segera ke dokter, sakit gigi sedikit berbeda. Bila nyeri, kita perlu menghilangkan rasa sakitnya dahulu. Baik itu kita lakukan sendiri di rumah, maupun ke fasilitas kesehatan terdekat. 

Bila nyeri sudah menghilang, sebaiknya kita memeriksakan ke dokter gigi. Ada potensi sakit gigi akan kembali bila kita membiarkan tanpa tahu apa penyebab pastinya. Misalnya nyeri gigi bungsu atau nyeri gigi berlubang. Jenis sakit gigi ini bisa kambuh kembali dalam hitungan hari, minggu atau bulan. 

Sebelum pemeriksaan, kadang dokter meminta kita melakukan foto panoramik. Yaitu foto yang diperlukan untuk memantau kondisi gigi yang sulit terlihat dari luar. Dengan bantuan foto ini, bisa membantu dokter menentukan jenis penanganan yang tepat. 

Sudah banyak yang mengakui bahwa sakit gigi tetap lebih sakit dan menyiksa daripada sakit hati. Tak sedikit juga orang yang belum siap memeriksakan gigi mereka ke dokter karena terlanjur paranoid. 

Namun penanganan yang tepat adalah jauh lebih baik daripada terlambat. Apalagi saat ini sudah banyak fasilitas dokter gigi yang semakin mumpuni dan meminimalisir rasa sakit. 

BACA JUGA: Sakit Gigi Saat Pandemi, Ini Cara Mengatasi dan Metode Aman Bila Harus ke Dokter

Akan tetapi, kunci utama mencegah sakit gigi adalah rajin membersihkan gigi dengan menyikatnya dan berkumur setidaknya dua kali sehari. Serta periksa ke dokter gigi setidaknya setahun 1-2 kali untuk mencegah permasalahan seperti karang gigi, gigi berlubang hingga gigi bungsu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *