Senam kegel pria dan wanita seringkali berkaitan dengan kemampuan di atas ranjang. Padahal sebenarnya bukan hanya itu. Ada banyak manfaat kesehatan yang bisa kita dapatkan dari rutin melakukan latihan ini.

Senam kegel memang menjadi latihan khusus otot area panggul. Pada bagian tempat otot ini, ada bermacam-macam organ seperti sistem untuk kencing berupa kandung kemih dan uretra, serta tempat usus. Otot dasar panggul atau pubococcygeus (PC) memiliki fungsi untuk menaungi organ-organ tersebut dan mengendalikan fungsi kandung kemih serta seksual.

Dengan melakukan senam kegel, bisa membantu menjaga kesinambungan fungsi otot bulbocavernosus dan otot PC ini. Selain menunjang kesehatan organ tersebut, juga seringkali membantu menjaga peredaran darah ke mr. P baik dalam proses ereksi dan ejakulasi.

Bagi pria yang sering mengalami permasalahan saat kencing, senam kegel ini berfungsi juga membantu mencegah permasalahan di area sistem kemih tersebut. Jadi, latihan ini nyatanya bukan semata-mata hanya untuk kebutuhan di atas ranjang saja. Bagaimana penjelasan mengenai senam ini dan manfaatnya? Akan kita bahas dalam topik di bawah ini.

Manfaat senam kegel untuk pria usia 40 tahun ke atas

ilustrasi manfaat senam kegel
Sumber gambar

Saat masih muda, pria memiliki fleksibilitas otot PC sehingga lebih kuat dan kencang. Namun seiring pertambahan waktu dan usia, juga penambahan berat badan dan kurangnya kegiatan olahraga, menyebabkan bagian ini menjadi kendur atau melemah.

Karena itu memang pada usia 35 hingga 40 tahun ke atas memerlukan latihan senam kegel dalam rangka menguatkan dan mengencangkan kembali area ini. Namun bila usia pria masih muda dan mau melakukannya juga tidak ada masalah. Sebab latihan sejak masih aktif ini bisa membuat investasi jangka panjang ke depannya. Dengan catatan tetap kita lakukan secara rutin.

Menghindari ejakulasi dini

Salah satu hal yang agak membuat khawatir para pria adalah kondisi di mana mereka mengalami ejakulasi dini. Senam kegel membantu menguatkan otot PC dan juga otot yang mempertahankan peredaran darah selama ejakulasi dan ereksi. Hal ini membuat kontraksi otot Mr. P bisa bertahan lebih lama dan sesi hubungan intim dengan pasangan semakin berkualitas.

Senam kegel pria mencegah disfungsi ereksi

ilustrasi disfungsi ereksi
Sumber gambar

Salah satu permasalahan penis laki-laki dalam hal ereksi adalah peredaran darah yang tidak lancar. Sehingga membuatnya mengalami gangguan dan mengurangi performa di atas ranjang. Dengan senam kegel yang membantu menguatkan kembali fungsi otot bulbocavernosus, dapat mencegah permasalahan tersebut dan membuat aktivitas ereksi ini lebih baik.

Mencegah dan mengatasi Inkontinensia Urin

Jika perempuan rawan mengalami infeksi saluran kencing, maka lelaki dapat mengalami inkontinensia urine. Di mana pada fase ini, seseorang kesulitan untuk menahan keinginan mengeluarkan urine atau air kencing. Kondisi ini bisa berlangsung hingga lanjut usia.

Oleh karena itu, sebaiknya rutin melakukan senam kegel sebagai variasi di antara senam atau olahraga lainnya. Terutama bila Anda sering mengendarai sepeda motor, sepeda biasa atau banyak duduk. Dengan demikian, bisa membantu mengurangi dan mengatasi permasalahan inkontinensia urin tersebut.

Mencegah Inkontinensia Alvi

Hampir sama dengan poin sebelumnya, bedanya ini adalah kesulitan menahan ingin buang air besar. Kondisi ini merupakan gangguan pada sfingter ani yang merupakan penutup dan pembuka jalur anus berupa serabut seperti cincin. Dengan melakukan senam kegel, membantu menjaga fungsi di sekitar area ini agar tidak mengendur dan kehilangan kendalinya.

Cara senam kegel pria

ilustrasi cara senam kegel pria
Sumber gambar

Senam kegel pria dapat kita lakukan dengan mudah di rumah maupun di tempat fasilitas olahraga bersama. Pastikan memperhatikan gerakan dengan tepat agar tidak terjadi cedera dan hasilnya juga maksimal. Berikut ini penjelasannya.

  1. Mengenali area yang menjadi sasaran gerakan, yaitu otot panggul bawah. Kita dapat mengenali area ini dengan memperlambat keluarnya urine saat sedang kencing. Saat bisa merasakan otot mana yang berkontraksi, kita bisa mengenalinya saat mempraktekkan gerakan nanti.
  2. Baringkan badan dengan posisi kaki menekuk dengan lutut di atas, kedua tangan di samping badan. Kemudian angkat panggul dan kencangkan otot panggul, tahan kurang lebih 3 detik. Kemudian turunkan dan renggangkan dengan durasi yang sama. Kaki tetap di posisi menekuk. Gerakan ini bisa kita lakukan sekitar 15 sampai 20 kali.
  3. Lakukan gerakan ini secara rutin dan biasakan. Bila sudah terasa makin fleksibel kita bisa melakukannya dalam beberapa variasi posisi.
  4. Gerakan kedua yang bisa menjadi variasi. Posisikan badan berbaring menghadap atas. Kaki rapat, kedua tangan di atas kepala dan beri jarak agar tubuh bisa seimbang. Anggap bagian tengah tubuh adalah porosnya, perlahan-lahan angkat kaki dan separuh tubuh bagian atas bersamaan sehingga menekuk seperti huruf V lebar.
  5. Tahan gerakan ini sekitar 5 detik, kemudian turunkan pelan-pelan. Lakukan gerakan ini 10-15 kali. Tidak usah terlalu tinggi bila masih awal-awal. Bila memiliki masalah dengan tulang ekor, sebaiknya hindari gerakan ini.
  6. Gerakan ketiga juga bisa menjadi variasi bagi yang kesulitan dengan gerakan kedua. Kedua tangan di lantai, wajah menghadap bawah, lutut melebar di lantai dan kedua jempol kaki bertemu di belakang. Angkat sedikit bokong, kemudian mulai gerakkan panggul ke depan dan belakang. Lakukan gerakan ini 10-15 kali.
  7. Gerakan terakhir, posisikan tubuh seperti akan melakukan plank. Kemudian gerakkan panggul ke depan dan belakang seperti pada gerakan ketiga. Plank seperti ini mungkin agak sulit bagi yang pertama melakukannya. Karenanya, lakukan variasi ini pelan-pelan saja. Misal dengan 5 kali per hari, kemudian naikkan bila sudah terbiasa.

Kegel seperti ini kelihatannya mudah, tetapi sangat disarankan untuk melakukan gerakan awal dulu, baru melanjutkan dengan gerakan yang lebih advance. Sebab kultur latihan atau kebiasaan bergerak setiap orang berbeda-beda.

Untuk mencegah masalah seperti cedera, kram atau jadi trauma melakukannya, coba dari gerakan dasar dan durasi yang lebih singkat. Tujuannya adalah membiasakan otot dan tubuh kita lebih dulu.

BACA JUGA: 7 Manfaat Senam Irama bagi Kesehatan

Bila sudah terbiasa, tingkatkan intensitas. Bila perlu, konsultasi dengan dokter atau trainer yang Anda percaya. Sebab dengan arahan yang benar, hasilnya akan maksimal. Setidaknya perlu 3-4 bulan untuk merasakan efeknya. Oleh sebab itu, jangan menyerah dan tetap semangat bergerak untuk menjaga performa dan kesehatan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *