Setiap orang memilikinya. Tapi, apakah Anda kenal dengan sistem peredaran darah di dalam tubuh?

Sejak masa sekolah, setiap orang pasti sudah mengenal tentang sistem peredaran darah dalam tubuh manusia. Namun apakah Anda masih mengingatnya? Atau memori tersebut sudah bertumpuk dengan debu-debu dari pekerjaan atau beban hidup sehari-hari?

Darah sangat vital perannya dalam kehidupan manusia. Selain itu, ada pepatah yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Nah, supaya semakin sayang dengan kesehatan diri sendiri, yuk mengenal sistem peredaran darah manusia, sekaligus memahami bagaimana cara menjaganya agar bisa menjalani kehidupan dengan menyenangkan.

Pengertian dan manfaat sistem peredaran darah manusia

ilustrasi sel darah merah
Sumber gambar

Sistem peredaran darah adalah suatu cara kerja organ yang berfungsi untuk memindahkan zat ke sel dan dari sel. Dari sistem ini, seorang manusia bisa menjamin kelangsungan hidupnya. Sistem peredaran darah juga terkenal dengan istilah sistem kardiovaskular. Cara kerja ini merupakan bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah. Pekerjaan paling utamanya adalah untuk mengedarkan oksigen dan sari-sari makanan atau nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh.

Tak hanya sebagai ‘kurir’ yang menghantarkan oksigen dan nutrisi di dalam tubuh, sistem peredaran darah manusia juga memiliki beberapa fungsi penting lainnya, yaitu:

  • Membantu dan menjaga stabilitas suhu dan pH tubuh.
  • Ketika terluka, bisa mempercepat proses pemulihan.
  • Mempertahankan fungsi berbagai sistem organ di dalam tubuh.
  • Mengeluarkan sisa proses metabolisme, salah satunya adalah hasil pembakaran dalam tubuh, yaitu karbon dioksida melalui paru-paru.
  • Menyebarkan berbagai hormon yang menyeimbangkan kehidupan ke seluruh tubuh.

Pentingnya sistem peredaran darah manusia untuk menyokong kehidupan

ilustrasi seorang pria bersepeda
Sumber gambar

Di dalam sistem peredaran darah ada tiga bagian tubuh yang bekerja, yaitu darah, pembuluh darah, dan jantung. Masing-masing organ bekerja secara bersama-sama, menjaga agar peredaran darah ke setiap sel di seluruh sudut badan manusia.

Dari ketiga organ di atas, masing-masing memiliki fungsi sebagai berikut:

Darah

Darah merupakan bagian yang sangat vital. Ia memegang peranan yang sangat besar, termasuk di dalamnya mendistribusikan oksigen, hormon, nutrisi, hingga antibodi ke seluruh tubuh.

Berdasarkan catatan dari National Institutes of Health, darah terdiri dari cairan dan padatan. Bagian cair dari darah adalah plasma yang terbuat dari air, garam, dan protein. Untuk Anda ketahui bahwa lebih dari separuh darah dalam tubuh berbentuk plasma. Sementara bagian padat dari darah terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Sel darah merah bertugas mengirimkan oksigen dari paru-paru ke jaringan dan organ tubuh lainnya. Sementara sel darah putih menjadi ‘tameng’ yang senantiasa siap menghadang infeksi serta memiliki peran penting sebagai penjaga sistem kekebalan tubuh. Trombosit punya tugas lain lagi, yaitu untuk membantu proses pembekuan darah ketika ada bagian tubuh yang tergores dan mengalami luka.

Ketiga sel yang bekerja sepanjang waktu itu nantinya akan habis energinya dan mati. Umur sel darah merah bertahan hingga 120 hari, sementara trombosit hanya enam hari saja. Lain lagi dengan sel darah putih yang usia maksimalnya hanya sehari (bisa kurang dari itu). Tapi jangan khawatir karena sel baru akan diciptakan lagi oleh sumsum tulang.

Pembuluh Darah

Pembuluh darah mengedarkan darah ke seluruh sudut tubuh manusia. Di dalam badan kita, pembuluh darah terbagi menjadi dua, yaitu arteri dan vena. Masing-masing memiliki tugas sendiri-sendiri.

Yang pertama adalah arteri dengan tugas membawa darah yang mengandung oksigen ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Alurnya, dari jantung darah kaya akan oksigen akan mengalir lewat arteri menuju seluruh jaringan dan organ tubuh, kecuali pembuluh arteri pulmonalis.

Bagaimana dengan vena? Ini adalah pembuluh darah yang pekerjaannya membawa darah dari seluruh jaringan dan organ tubuh, pulang kembali ke jantung. Pembuluh darah vena juga memiliki dua jenis yang berbeda, yaitu vena besar (vena cava) dan vena pulmonalis (vena paru). Vena besar adalah pembuluh yang dialiri oleh darah kotor dari seluruh tubuh, kemudian menuju paru-paru agar bisa ditukar dengan oksigen melalui pernapasan. Sebaliknya, vena paru bertugas membawa darah bersih yang banyak mengandung oksigen dari paru-paru menuju jantung.

Apakah pembuluh darah bisa rusak? Tentu bisa, terutama diakibatkan oleh penyakit-penyakit yang mengganggu stabilitas tubuh manusia. Beberapa gangguan kesehatan yang bisa berdampak negatif pada pembuluh darah adalah peradangan, pengendapan lemak di endotel arteri (aterosklerosis), serta tekanan darah tinggi (hipertensi) yang mana terjadi penyempitan arteriol sehingga menimbulkan peningkatan tekanan darah yang tidak normal.

Jantung

Organ ketiga adalah jantung, perangkat tubuh yang terus bekerja sepanjang usia manusia. Letak jantung berada di tengah rongga dada, tepatnya di belakang sisi kiri tulang dada. Jantung akan terus berdetak, bahkan ketika manusia tidur dan bertanggung jawab untuk memompa darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Secara anatomi, jantung memiliki empat ‘kamar’ yang terdiri dari dua bilik (ventrikel) dan dua serambi (atrium). Dalam serambi dan bilik kiri jantung berisi darah bersih, sementara darah kotor terdapat di bilik dan serambi kanan.

Begitu complicated, wajib merawat sistem peredaran darah

ilustrasi seorang wanita berolahraga
Sumber gambar

Dari penjelasan di atas bisa kita simpulkan bahwa sistem peredaran darah adalah ranah yang sangat rumit. Meski begitu, masing-masing komponen bekerja secara bersama-sama, saling mendukung satu sama lain karena mereka memiliki tanggung jawab besar bagi kehidupan empunya.

Kemudian bayangkan bila ada salah satu bagian sistem peredaran darah manusia yang ngambek. Apa yang akan terjadi pada pemilik tubuh tersebut ketika fungsi-fungsi di atas tidak berjalan sebagaimana mestinya?

Inilah mengapa kita, sebagai pemilik tubuh, harus menjaga dan merawat sistem peredaran darah sebaik mungkin. Tujuannya, tentu saja agar kondisinya tetap sehat dan bisa bekerja dengan maksimal.

Beberapa cara menjaga peredaran darah adalah sebagai berikut:

Menjaga berat badan

Jagalah berat badan Anda supaya tetap ideal. Hal ini sangat membantu meningkatkan peredaran darah. Berat badan yang berlebihan bisa berpengaruh negatif pada sirkulasi darah.

Berolahraga

Salah satu cara terbaik merawat sistem peredaran darah adalah latihan kardiovaskular secara teratur. Beberapa rekomendasi olahraga yang baik untuk merawat sistem peredaran darah adalah jogging, jalan kaki dengan ritme yang agak cepat, serta yoga.

Konsumsi menu sehat

Apa menu sehat yang baik bagi sistem peredaran darah? Ada studi di tahun 2013 bahwa ikan berlemak dan mengandung omega-3 itu baik bagi tubuh, terutama sirkulasi darah. Nutrisinya mampu meningkatkan kesehatan jantung dan peredaran darah.

Ikan-ikan yang bisa Anda konsumsi adalah salmon, ikan kembung, ikan sarden, dan tuna. Sementara untuk para vegan, konsumsi kangkung karena juga mengandung omega-3.

Konsumsi teh

Teh mengandung antioksidan yang mampu meningkatkan kesehatan kardiovaskular sekaligus menjaga kesehatan sistem peredaran darah manusia. Dalam jurnal Circulation di tahun 2001 menyebutkan bahwa teh hitam bisa tingkatkan kesehatan pembuluh darah.

BACA JUGA: Batuk Berdarah, Kenali Penyebab dan Penanganannya

Dengan mengetahui dan mengenal, betapa vitalnya sistem peredaran darah dalam kehidupan, kini saatnya untuk menyadari, merawat, serta menjaga kesehatannya. Umur tidak ada yang tahu, namun manusia punya kewajiban untuk tetap sehat agar bisa menikmati kehidupan dengan lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *