Vaksin saat ini sedang marak, sebagai salah satu kunci dalam memerangi pandemi Covid-19. Tapi cukup banyak yang masih ragu dan takut dengan vaksinasi dan efek sampingnya.

Kini tidak hanya rumah sakit. Sejumlah puskesmas tempat publik sampai rumah ibadah menjadi lokasi untuk vaksinasi Covid-19. Sebenarnya, lebih banyak hasil vaksin tanpa efek samping, tapi memang masyarakat terlanjur mendengar segelintir kisah efek samping dan hal ini membekas dalam benak mereka.

Saat akan melakukan vaksinasi, ingatlah bahwa tubuh anda harus dalam kondisi yang baik secara fisik dan mental. Dan jangan khawatir, karena nakes setempat juga akan melakukan screening terhadap kondisi kesehatan kita. Agar lebih yakin, pastikan sebelum atau sesudah melakukan vaksinasi, persiapkan barang-barang berikut.

1. Termometer

Termometer merupakan alat yang dapat kitagunakan sebagai pengukur suhu tubuh. Demam yang kita alami merupakan reaksi tubuh yang wajar saat imunitas sedang bekerja, tak ada salahnya menyediakan alat ini di rumah sewaktu-waktu kita atau keluarga mengalami perubahan suhu badan.

Termometer di pasaran ada dua jenis yaitu manual dan digital. Termometer manual biasanya berupa tabung yang berisi cairan, di mana akan bereaksi pada suhu tubuh seseorang. Ada juga yang memiliki zat yang akan berubah warna sebagai indikator suhu tubuh. Tapi, sekarang banyak yang lebih memilih termometer digital karena mempermudah dalam pembacaan suhu tubuh dan lebih akurat.

Salah satu yang belakangan ini populer adalah jenis termogun karna bebas kontak fisik untuk menghindari penularan virus. Selama suhu tubuh belum di atas 37 derajat celsius, maka kondisi tubuh pasca vaksin relatif normal.

2. Oximeter

Penggunaan oximeter setelah melakukan vaksinasi untuk memastikan saat ada rasa sesak atau mengukur saturasi oksigen. Sangat bermanfaat selama pandemi terutama bagi seorang yang menjalani isolasi mandiri, memiliki penyakit bawaan pernafasan dan sejenisnya. Fungsi utamanya sebagai pengukur kadar oksigen dalam darah dengan menjepit jari telunjuk pada alat tersebut.

Namun kejadian susulan seperti sesak nafas sebenarnya sangat jarang terjadi. Jika memang mengalami rasa kurang nyaman dan lega, segera cek saturasi oksigen kita dan konsultasikan dengan dokter secara online.

3. Paracetamol

Paracetamol adalah obat untuk mengurangi peradangan padah tubuh. Peradangan pada tubuh sendiri disebabkan zat prostaglandin. Nah, paracetamool bekerja untuk mengatasi kelebihan produksi zat tersebut. Obat ini sebenarnya umum tersedia di rumah, tapi pastikan kita memilikinya untuk potensi demam dan nyeri badan setelah mendapatkan vaksin. Gunakan paracetamol pada dosis yang dianjurkan, biasanya saat suhu tubuh naik di atas 37,5 derajat Celsius.

4. Nomor pelayanan kesehatan

Jika anda merasakan efek seperti demam berkelanjutan dan keluhan berat setelah melakukan vaksin. Pastikan anda menyimpan nomor pelayanan kesehatan pada kartu vaksin, atau instansi kesehatan terdekat. Agar mendapat penanganan yang tepat. Selain melalui chat online, biasanya juga tersedia layanan via telepon.

Semua hal ini di atas sebagai bahan persiapan anda setelah mendapatkan vaksin dosis pertama maupun kedua. Tujuannya agar membuat anda tidak cemas dan lebih siap ketika mendapat vaksin. Jadi jangan takut lagi dan siapkan diri anda untuk melakukan vaksin untuk mencegah risiko penularan Corona yang berat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *