Saat ini rasanya beragam penyakit flu dan batuk berkaitan dengan Covid-19. Termasuk gejala seperti tenggorokan kering Omicron yang sering tak kita sadari. Tapi benarkah ada gejala itu? Atau hanya kita sedang mengalami panas dalam?

Pertama, kita perlu memahami Omicron sebagai salah satu varian Covid-19 yang memiliki gejala relatif tidak seberat varian pendahulunya. Umumnya, kita akan merasakan kondisi mirip dengan batuk, pilek dan flu. Jadi, memang tenggorokan kering sangat mungkin terjadi.

Meski memiliki kesan ‘seperti flu biasa’, tapi belakangan pemerintah melalui Kemenkes, meminta masyarakat tidak lengah. Hal ini karena terdapat dua faktor. Pertama, penyakit ini penularannya sangat cepat, sehingga berpotensi menumbuhkan lonjakan kasus. Kedua, penyakit ini tetap sangat berisiko buat mereka yang memiliki kondisi khusus dan penyakit bawaan.

Tenggorokan kering Omicron atau bukan?

Ilustrasi tes covid omicron
[Sumber gambar]
Kebanyakan orang yang ternyata terpapar Omicron, memang memberikan laporan bahwa kondisi mereka juga mengalami sakit tenggorokan. Biasanya memang salah satu pemicu awalnya adalah tenggorokan terasa kering dan gatal. Melansir dari Health Detik, beberapa studi melihat perbedaan gejala tenggorokan yang muncul. Rasanya kering dan gatal, tapi bukan sakit.

Keadaan ini bisa jadi membaik pada hari kelima. Namun, pada kondisi pasien yang lebih buruk, sangat mungkin terjadi pemulihan yang lebih lama. Di antaranya adalah mereka yang mempunyai komorbid atau kondisi imunitasnya memang lemah. Namun, biasanya yang lebih berat adalah pada gejala batuk, mual sehingga sulit makan atau memicu kondisi penyakit bawaannya.

Membedakan tenggorokan kering pada Covid-19 dengan gejala biasa

Meski agak sulit membedakan tenggorokan kering karena Omicron atau bukan, kita bisa melihat dari perkembangan gejala dalam 3 hari. Apabila tenggorokan kering ini tidak bersamaan atau diikuti gejala lain yang lebih berat seperti batuk, demam, flu, menggigil, maka kemungkinan merupakan kondisi penyakit lain. Misalnya kurang fit, dehidrasi, kekurangan darah dan panas dalam.

Tapi apabila bersamaan dengan batuk dan flu, demam, serta terasa menyiksa gejala yang kita alami sehingga berkepanjangan, maka kemungkinan besar adalah paparan Omicron. Sebab penyakit ini memang mudah menular level keparahannya ringan hingga sedang, tapi dapat kita tengarai dari gejalanya yang sangat membandel.

Cara mengatasi tenggorokan kering Omicron

Ilustrasi mengobati tenggorokan kering
[Sumber gambar]
Kondisi tenggorokan kering dan gatal pastinya akan sangat mengganggu. Oleh karena itu, kita perlu penanganan yang bisa meringankan gejala. Di antaranya, kita bisa menggunakan madu, lemon dan jahe yang diseduh sebagai minuman hangat. Madu memiliki khasiat untuk melawan bakteri dan virus, mengurangi peradangan serta mempercepat pemulihan. 

Sedangkan lemon bisa memberikan suplai vitamin C untuk mengurangi peradangan. Jahe dapat memberikan rasa hangat dan melawan bakteri. Konsumsi minuman yang bersuhu hangat, meskipun air mineral. Cara ini bisa mengurangi rasa gatal dan meredakan sensitivitas tenggorokan.

Solusi lain yang lebih handy adalah permen lozenges yang biasanya mengatasi tenggorokan sakit. Rasa pedas dan kandungan mintnya bisa menghilangkan rasa gatal karena tenggorokan kering. Cara ini sangat mudah, murah dan bisa kita lakukan kapanpun saat gejala terasa menyiksa.

Selain itu, kita bisa mencoba metode kumur. Di samping air garam hangat, bisa juga menggunakan obat kumur yang disarankan oleh dokter. Kumur membantu mengurangi gejala dengan membunuh bakteri yang ada di dalam mulut dan sekitar rongga masuk ke tenggorokan dan kerongkongan.

Apakah masih butuh swab test?

Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI

Meski Omicron membuat semua gejala flu hampir pasti terpapar Covid-19, namun ada baiknya kita memastikan dengan metode swab test bila memerlukan. Misalnya saat akan perjalanan jauh, pertemuan yang melibatkan banyak orang, hingga sekedar bertemu orang tua. Daripada mengambil risiko untuk menularkan kepada orang lain karena sangat cepat pergerakannya, kita bisa memilih untuk menunda agenda kita atau sekalian memastikan dengan antigen dan PCR.

BACA JUGA: Ini 6 Obat Alami Batuk Omicron yang Ada di Rumah Sendiri

GSI Lab sendiri masih setia memberikan pelayanan swab test PCR maupun antigen untuk berbagai kebutuhan. Sambil memberikan tarif yang mengikuti pedoman dari pemerintah, ada juga program Swab and Save yang membantu masyarakat dengan kesulitan ekonomi, bisa tetap mendapatkan swab test yang mereka butuhkan. Caranya, bisa mencoba mengikuti ketentuan Swab and Save di sini.

Gerakan baik ini juga banyak mendapat dukungan dari customer GSI Lab, maupun mereka yang sudah berdonasi langsung di sini. Mari menjadi bagian dari gerakan baik ini dan meringankan beban saudara kita.

Ingat, meski kasus sedang turun, jangan sampai lengah. Selalu lakukan protokol kesehatan dengan minimal memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan. Selagi masih banyak kabar tentang mutasi virus, tetap waspada di manapun kita berada. Semoga sehat terus ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *