Di tengah penggiatan herd immunity, sebagai perempuan apakah aman mendapat vaksin saat sedang PMS atau menstruasi?

Barangkali hal ini banyak menjadi pertanyaan di benak kita sebagai kaum hawa, mengingat hormonal tubuh yang memang lebih kompleks dan bervariasi gejala PMS serta haid antara satu dengan lainnya.

Tidak semua perempuan mengalami PMS dan nyeri haid yang parah. Namun, gejala umum seperti nyeri otot, lemas dan lesu sebagai tanda kekurangan zat iron dan mineral lain, rawan diartikan sebagai kondisi tubuh tidak fit.

Hal ini juga bisa menyebabkan kita khawatir dan bingung apakah ini merupakan bagian dari masa PMS dan haid, atau efek dari vaksin yang diberikan. Nah, agar tidak melakukan self diagnostic yang belum tentu benar, berikut ini penjelasannya.

Prof. Emma Duncan dari Kings College London dan Dr Soumya Swaminathan dari WHO

Melansir dari anjuran WHO, Dr. Soumya Swaminathan bahwa kondisi menstruasi atau PMS memang umumnya membuat perempuan merasakan kelelahan dan badan yang kurang fit. Namun, hal ini sebenarnya tidak berpengaruh atau berhubungan dengan pemberian vaksin.

Apabila pemberian vaksin bertepatan dengan masa PMS, atau tanggal menstruasi, maka hal tersebut bukan masalah dan tidak ada larangan.

Prof. Emma Duncan dari Kings College London,spesialis genetik dan endokrinologi, juga mengungkapkan hal senada dan menjawab pertanyaan seputar haid dan vaksinasi. Menurut data yang ada, sejak akhir April wanita di Inggris baik usia 40 tahun ke atas atau lebih muda, sejumlah 657.000 orang telah menerima vaksinasi. Di antaranya, hanya 0,1% yang melaporkan adanya kondisi tidak biasa.

Hal ini menurut Emma, memberikan insight bahwa sangat kecil kemungkinan kondisi di luar normal tersebut disebabkan oleh vaksin. Ia menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah mendapatkan vaksin lebih dulu, karena dengan jalan inilah kita bisa melalui pandemi bersama-sama.

Meski demikian, jika ada yang mengalami perubahan terhadap kondisi tubuh dan hormonal mereka, utamanya dalam masa PMS dan haid, itu adalah kondisi yang riil. Hanya saja, tidak selalu dan kecil kemungkinan berhubungan dengan vaksinasi yang kita peroleh. Untuk itu ia menganjurkan untuk menghubungi tenaga medis agar memperoleh arahan dan penanganan yang tepat.

Hal yang perlu menjadi perhatian jika mengalami menstruasi atau PMS bertepatan dengan vaksinasi, maka lakukan protokol kesehatan. Double masker dan jaga jarak. Hal ini karena program vaksin di Indonesia termasuk mendapatkan antusiasme tinggi, namun cukup rawan akan kerumunan. Sedangkan kondisi tubuh memang sedikit lebih menurun buat beberapa wanita di masa pre-haid dan haid. Jangan lupa untuk segera mandi dan ganti pakaian bersih, sepulang dari urusan vaksinasi.

Selalu jaga diri, pakai masker, cuci tangan, hindari kerumunan dan dapatkan vaksin segera. Hal ini menjadi usaha kita untuk menjaga keselamatan bersama dan keluar dari pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *