Varian baru di Indonesia ternyata didominasi oleh B.1.617.2 atau Delta. Jumlahnya 104 kasus. Varian baru di Indonesia ini paling banyak ada di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Varian alpha yakni B117 masih mendominasi potensi masa puncak di Indonesia. Namun, tak lam potensi puncak selanjutnya akan terjadi dan varian delta atau B.1.617.2 akan mendominasi.

Sejumlah 34 spesimen dari Kudus yang sudah melalui pemeriksaan dengan menggunakan teknik whole genome sequencing (WGS), 28 di antaranya terdetekasi positif varian Delta.

Varian Baru di Indonesia Gejalanya Tak Jauh Beda 

Gejala infeksi virus varian baru di Indonesia, yakni Delta, hampir mirip dengan gejala infeksi virus asalnya.

Namun, gejala-gejala tersebut akan menjadi lebih parah dan penanganan medisnya bisa menjadi lebih sulit.  Gejalanya mirip dengan flu berat, antara lain sakit kepala, sakit tenggrokan, pilek, demam, sakit perut, selera makan menurun (atau bahkan hilang), muntah, mual, nyeri sendi, hingga terganggunya pendengaran.

Gejala lain yang cukup berat adalah virus varian baru ini berpotensi mengakibatkan penggumpalan darah dengan derajat keparahan yang bervariasi, dari ringan hingga berat.

Lantaran Anda yang positif Covid 19 dengan varian Delta tidak mengalami gejala khas Covid 19 layaknya, misalnya sesak napas, terganggunya indra penciuman. Hal ini membuat mereka berpikir hanya terkena flu berat. Dengan alasan seperti ini mereka tetap pergi ke tempat-tempat umum dan berinteraksi dengan orang banyak, sehingga berpotensi menyebarkan varian virus ini lebih jauh.

Dari sekian banyak varian baru hasil mutasi virus SARS-CoV-2, varian Deltalah yang paling mudah menular. Varian Delta atau B.1.617.2 pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020 lalu dan memicu gelombang pandemi pada berbagai negara. Selain itu, varian Delta dikatakan 50 persen lebih menular daripada varian Alpha atau varian pertama yang ada.

Salah satu kekhawatiran baru dari varian ini adalah kemampuan infeksinya dapat menyerang usia anak-anak. Public Health of England PHE melaporkan kasus Covid 19 yang meningkat pada anak-anak. Kondisi  sejalan dengan meningkatnya kasus masyarakat yang terinfeksi varian Delta ini. Pejabat di Skotlandia juga melaporkan temuan serupa juga ditemukan di Skotlandia, sekiranya ada 10 anak yang memerlukan rawat inap akibat Covid 19.

Varian Baru di Indonesia

Terdapat 148 kasus (per Juni 2021) dengan varian Alpha, Beta dan Delta. Sedangkan untuk Delta, sudah ada di 6 propinsi yang Sebagian besar merupakan transmisi lokal.

Keenam propinsi tersebut adalah DKI, Jawa Timur, Jawa Tengah , Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Jawa Tengah menjadi penyumbang tertinggi.

Sehatkan dan Lindungi Diri

Kasus baru Covid 19 di Indonesia belum mereda. Bahkan tambahan kasus baru masih tinggi. Kunci utamanya adalah jangan kendurkan semangat dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus corona ini.

Lantaran masih tingginya tambahan kasus positif corona, Anda mematuhi protokol kesehatan perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Berdasarkan banyak penelitian, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir bisa membantu menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus Corona sebesar 35%. Sedangkan pemakaian masker bisa membantu mengurangi risiko penularan virus corona hingga 45% (masker kain) dan 75% (masker medis).

Lakukan Tes Swab PCR

Untuk membantu mengurangi atau bahkan menghentikan rantai penularan Covd 19 di Indonesia, Anda bisa melakukan tes swab PCR. Terutama Anda yang merasa pernah kontak langsung dengan orang yang telah terdiagnosis Covid 19.

PCR masih efektif digunakan dalam metode tracing virus corona Sars-CoV-2 termasuk varian baru di Indonesia, yaitu Delta yang ditemukan di Kudus (Jateng) dan Bangkalan (Jatim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *