Virus Delta sudah ada di Indonesia. Gejala yang ditimbulkan mirip dengan varian virus sebelumnya namun bisa lebih berat.

Gejala Virus Delta

Awalnya gejala mirip dengan flu berat, seperti sakit tenggorokan, pilek, demam, sakit kepala, nafsu makan menurun, muntah, mual nyeri sendi sampai gangguan pendengaran.

Penggumpalan darah mungkin bisa terjadi bila terinfeksi virus delta ini. Namun kadang penderitanya tidak menyadarinya. Mungkin merasa hanya flu berat dan berpikir tidak apa berinteraksi atau bepergian ke tempat-tempat umum. Padahal sudah berpotensi menularkannya ke orang lain.

Virus Delta daya tularnya bisa mencapai 50 persen lebih ketimbang varian Alpha atau varian yang ada pertama kalinya.

Tak hanya varian Delta, varian baru virus corona yang lainnya bahkan bahkan diberikan nama dengan alfabet Yunani yaitu Beta, Gamma, Delta, Epsilon, Zeta, Eta, Theta, Iota, dan Kappa.

Tertular Hanya Dengan Berpapasan

Varian ini dikatakan lebih mudah menular, meski hanya berpapasan. Hal ini berdasarkan temuan pada negara Australia atas kasus yang terjadi di New South Wales.

Penularan terjadi pada area pusat perbelanjaan Bondi Junction Westfield, yang menunjukkan cepatnya penularan dari varian Delta ini.

Virus Delta dapat bertahan pada udara cukup lama sehingga seseorang bisa menghirupnya dan terinfeksi.

Virus varian Delta ini secara global menjadi penyebab melonjaknya kasus Covid 19 yang tinggi pada beberapa negara, termasuk Indonesia.

Sebanyak apa pun varian virus Corona yang bermutasi, protokol kesehatan masih efektif sebagai pencegah penularan.

Salah satu upaya pencegahan penyebaran Virus Corona yang tengah dilakukan pemerintah adalah vaksinasi. Diharapkan vaksinasi ini dapat memberikan proteksi kolektif atau herd immunity dari masyarakat yang sudah vaksin.

Whole Genome Sequencing

Pendeteksian varian Delta dapat menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS) atau surveilans.

Peran WGS menjadi sangat penting sebagai alat untuk mendapatkan cetak biru genetik (genetic blueprint) dari genom virus SARS-CoV-2, identifikasi mutasi baru pelacakan asal virus, dan pencegahan penularan virus.

Namun sayangnya fasilitas atau tempat untuk dilakukannya metode WGS belum banyak.

Salah satu laboratorium yang ada di Jakarta, yakni GSI Lab tidak hanya memfasilitasi tes swab saja. Tetapi juga sudah mampu melakukan deteksi varian Covid 19 dengan metode WGS ini.

GSI Lab merupakan bentuk kewirausahaan sosial dengan high throughput laboratorium berkapasitas besar dan memiliki tingkat akurasi yang baik.

Lab ini hadir untuk membantu pemerintah dengan menyediakan tempat dan peralatan tes swab. Tidak hanya itu, GSI Lab juga menyediakan sarana yang aman, mudah, nyaman bagi masyarakat Indonesia.

Membantu memutus rantai penularan Covid 19 juga menjadi salah satu misi utama laboratorium yang terletak di Jakarta Selatan ini.

Tes PCR di GSI Lab juga tidak merepotkan. Anda bisa mendaftar online dan melakukannya dengan drive-thru, walk-thru, dan ride-thru.

 

Untuk info lebih lanjut silakan hubungi:

Helpline GSI

WA: 0821-2233-6080

Telp: 021-8086-6080

www.gsilab.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *